Ridha Allah Ada di Orang Tua: Doa yang Harus Dibiasakan

Pendahuluan

Di antara nikmat terbesar yang Allah ﷻ anugerahkan kepada seorang hamba adalah keberadaan orang tua. Mereka adalah sebab lahirnya kita ke dunia, yang dengan penuh kasih sayang membesarkan dan mendidik anak-anaknya. Karena itu, Islam menempatkan birrul walidain (berbakti kepada orang tua) sebagai amal yang sangat agung. Bahkan, ridha Allah ﷻ bergantung pada ridha keduanya, dan murka Allah ﷻ pun bergantung pada murka mereka.

Baca Juga: Belajar dari Kesalahan: Pintu Taubat Selalu Terbuka

Ridha Allah Ada pada Ridha Orang Tua

Rasulullah ﷺ bersabda:

رِضَا اللَّهِ فِي رِضَا الْوَالِدِ، وَسَخَطُ اللَّهِ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

Artinya :“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.”‍¹

Hadis ini menjadi peringatan keras sekaligus kabar gembira. Siapa yang berusaha mencari ridha orang tuanya dengan tulus, maka ia sedang mengetuk pintu ridha Allah ﷻ. Sebaliknya, siapa yang menyakiti orang tuanya, maka ia terancam dengan kemurkaan Allah ﷻ.

Baca Juga: Doa Setelah Salat 5 Waktu

Doa untuk Orang Tua: Membiasakan Amalan Doa untuk Orang Tua

Salah satu wujud bakti anak yang tidak pernah putus, bahkan setelah orang tua meninggal dunia, adalah doa. Allah ﷻ menegaskan dalam Al-Qur’an:

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ ۝٢٤

Artinya :“Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil.”(QS.Al-Isra’: 24)

Inilah doa yang seharusnya seorang anak selalu biasakan sebagai tanda syukur dan cinta pada orang tuanya, doa yang Al-Qur’an sendiri contohkan:

رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Artinya :“Ya Rabb, sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah mendidikku sejak kecil.”

Doa ini tidak hanya diperintahkan saat orang tua masih hidup, tetapi juga setelah wafat. Sebagaimana sabda Nabi ﷺ:

إِذَا مَاتَ الْإِنسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ.

Artinya :“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang bermanfaat, atau (3) anak saleh yang mendoakannya.”[Hadis diriwayatkan oleh Muslim dalam al-Jāmi‘ al-Ṣaḥīḥ (Ṣaḥīḥ Muslim), Dar al-Ṭibā‘ah al-‘Āmirah, Turki. hal. 73 juz. 5 hadist no. 1631]

Baca Juga: Shalawat Munjiyat: Penghilang Gelisah dan Penarik Rahmat

Penutup

Berbakti kepada orang tua bukanlah pilihan, melainkan kewajiban yang besar dalam Islam. Ridha Allah ﷻ tidak akan pernah terpisah dari ridha mereka. Doa yang telah tertulis hendaknya menjadi wirid harian yang tidak pernah kita tinggalkan untuk orang tua kita.

Semoga Allah ﷻ menjadikan kita anak-anak yang berbakti, yang senantiasa mendoakan orang tua, sehingga kita mendapat keberkahan hidup di dunia dan akhirat.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses