Pendahuluan
Dalam kehidupan, setiap insan tak luput dari rasa gelisah, cemas, dan kesulitan. Islam memberikan berbagai jalan untuk menenangkan hati dan mendatangkan rahmat Allah, salah satunya adalah dengan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Di antara shalawat yang masyhur diamalkan para ulama adalah Shalawat Munjiyat (الصلاة المنجية), yang dikenal sebagai shalawat pembuka jalan, penghilang gelisah, dan penarik rahmat Allah.
Shalawat Munjiyat
Redaksi shalawat ini telah dikenal luas dalam kitab-kitab turats, terutama dalam kumpulan shalawat karya para ulama:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاةً تُنْجِينَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الأَهْوَالِ وَالآفَاتِ، وَتَقْضِي لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ السَّيِّئَاتِ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ، إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، وَيَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, dengan shalawat yang dengannya Engkau menyelamatkan kami dari segala bencana dan mara bahaya, dengannya Engkau penuhi segala hajat kami, dengannya Engkau sucikan kami dari segala kesalahan, dengannya Engkau angkat derajat kami di sisi-Mu setinggi-tingginya, dan dengannya Engkau sampaikan kami kepada puncak segala kebaikan di dalam kehidupan maupun setelah kematian. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Maha Dekat, dan Maha Mengabulkan doa, wahai Rabb semesta alam.”
Baca juga: Lirboyo Siapkan 3.500 Nampan untuk Puncak Ta’dhim Maulid 1447 H
Dalil tentang Keutamaan Shalawat
1. Perintah Allah untuk bersholawat
Allah SWT Berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 56:
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا ٥٦
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”(QS. Al-Ahzab:56)
Ayat ini turun sebagai pengingat kepada kita semua agar senantiasa memperbanyak dalam membaca Shalawat, termasuk membaca Shalawat Munjiyat.
Baca juga: Dawuh KH. Abdulloh Kafabihi di Ta’dhim Maulid Lirboyo 1447
2. Hadits Nabi tentang shalawat
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
Artinya :“Barang siapa bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.”[Muslim bin al-Ḥajjāj, Ṣaḥīḥ Muslim, ed. Aḥmad bin Rif‘at dkk. (Turki: Dār aṭ-Ṭibā‘ah al-‘Āmirah) hadist no. 408 hal.17 jilid 2]
Hadits ini menjadi dasar umum bahwa setiap bentuk shalawat, termasuk Shalawat Munjiyat, membawa keberkahan, rahmat, dan ketenangan.
3. Hadist dari Abu Al-Darda’
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ حِينَ يُصْبِحُ عَشْرًا، وَحِينَ يُمْسِي عَشْرًا، أَدْرَكْتُهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ ٱلْقِيَامَةِ.
Artinya: “Barang siapa bershalawat kepadaku sepuluh kali ketika pagi dan sepuluh kali ketika sore, niscaya ia akan mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat.”
Hadist mulia ini menjelaskan dengan terang bahwa memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ di waktu pagi dan sore merupakan sebab agung untuk memperoleh syafa‘at beliau pada hari kiamat.
Baca juga: Kisah Hikmah Maulid Nabi
Shalawat Munjiyat sebagai Penghilang Gelisah
Banyak ulama menganjurkan membaca Shalawat Munjiyat ketika hati diliputi keresahan, kegelisahan, atau kecemasan. Sebab, makna doa di dalamnya memohon keselamatan dari segala keburukan serta kemudahan dalam setiap urusan.
Allah mengingatkan kita untuk senantiasa mengingat-Nya dalam surat Ar-Ra’d:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ ٢٨
Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.”(QS.Ar-Ra’d:28)
Membaca shalawat, termasuk Shalawat Munjiyat, adalah bagian dari dzikir kepada Allah, sehingga hati menjadi tenteram dan gelisah pun sirna.
Shalawat Munjiyat sebagai Penarik Rahmat
Selain menenangkan hati, shalawat ini juga diyakini sebagai wasilah turunnya rahmat Allah. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala:
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا ٥٦
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”(QS. Al-Ahzab:56)
Ayat ini menegaskan bahwa shalawat bukan hanya ibadah, tetapi juga jalan agar rahmat Allah tercurah kepada pembacanya.
Baca juga: Dari Kasidah Ka’ab Hingga Maulid Nabi
Penutup
Shalawat Munjiyat adalah salah satu shalawat yang kaya makna doa, berisi permohonan keselamatan, penghapusan dosa, pengabulan hajat, serta pengangkatan derajat. Ia menjadi penghilang gelisah bagi hati yang resah, sekaligus penarik rahmat Allah bagi para pengamalnya.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
