Tag Archives: Badui

Al-Adzkar: Beruntungnya Badui yang Ziarah ke Makam Nabi Saw.

Syaikh ‘Atiby bercerita, bahwa ia pernah duduk-duduk di dekat makam Nabi Saw. Beberapa waktu kemudian, datanglah seorang A’rabiy (sebutan untuk orang Arab yang berasal dari kampung, ndeso, -red). Ia hendak berziarah ke makam Nabi.
Sesampainya di depan makam, ia berucap salam. Lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah. Aku pernah mendengar ayat Allah berbunyi,

‎ۗوَلَوْ اَنَّهُمْ اِذْ ظَّلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ جَاۤءُوْكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللّٰهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُوْلُ لَوَجَدُوا اللّٰهَ تَوَّابًا رَّحِيْمًا

Dan sungguh, sekiranya mereka setelah menzalimi dirinya datang kepadamu (Muhammad), lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang. (QS. An-Nisa’ [4]: 64)

Maka hari ini aku datang di depan makammu. Memohon ampunan-Nya atas dosa-dosaku, dan memohon padamu agar engkau turut memohonkan ampun kepada Tuhanku.”
Ia kemudian menembangkan syair,

يا خير من دفنت بالقاع أعظمه
فطاب من طيبهن القاع والأكم
نفسي الفداء لقبر أنت ساكنه
فيه العفاف وفيه الجود والكرم

“Wahai sebaik-baik manusia yang belulangnya di kuburkan di tanah ini
Sungguh tanah dan bumi menjadi mulia karena kemuliaannya
Jiwaku sebagai tebusan bagi makam, tempat jasadmu bersemayam
tempat penuh penjagaan dan kemuliaan.”

Selepas menumpahkan pintanya, lelaki itu pergi. “Mataku berat,” kisah syaikh ‘Atiby. “Aku mengantuk.” Syaikh ‘Atiby lalu tidur seketika itu.
“Di dalam mimpiku, aku bertemu Nabi. Beliau bersabda kepadaku, ‘Wahai ‘Atiby, temui orang A’rabiy tadi. Berikan kabar gembira baginya. Allah telah mengampuninya.”