Ziarah ke makam Nabi Muhammad Saw. merupakan salah satu bentuk ibadah yang mencerminkan kecintaan dan rasa hormat umat Islam terhadap beliau. Ziarah bukan hanya tradisi yang memiliki makna spiritual yang besar, tetapi juga kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui doa dan memohon pengampunan.
Kisah Badui yang Ziarah ke Makam Nabi
Syaikh ‘Atiby pernah bercerita, bahwa ia pernah duduk-duduk di dekat makam Nabi Saw. Beberapa waktu kemudian, datanglah seorang A’rabiy (sebutan untuk orang Arab yang berasal dari kampung). Ia hendak ziarah ke makam Nabi.
Baca Juga: Tipuan dari Sang Iblis
Sesampainya di depan makam, ia berucap salam. Lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah. Aku pernah mendengar ayat Allah berbunyi:
ۗوَلَوْ اَنَّهُمْ اِذْ ظَّلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ جَاۤءُوْكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللّٰهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُوْلُ لَوَجَدُوا اللّٰهَ تَوَّابًا رَّحِيْمًا
Dan sungguh, sekiranya mereka setelah menzalimi dirinya datang kepadamu (Muhammad), lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang. (QS. An-Nisa’ [4]: 64)
Maka hari ini aku datang di depan makammu. Memohon ampunan-Nya atas dosa-dosaku, dan memohon padamu agar engkau turut memohonkan ampun kepada Tuhanku.”
Ia kemudian menembangkan syair:
يا خير من دفنت بالقاع أعظمه
فطاب من طيبهن القاع والأكم
نفسي الفداء لقبر أنت ساكنه
فيه العفاف وفيه الجود والكرم
“Wahai sebaik-baik manusia yang belulangnya di kuburkan di tanah ini
Sungguh tanah dan bumi menjadi mulia karena kemuliaannya
Jiwaku sebagai tebusan bagi makam, tempat jasadmu bersemayam
tempat penuh penjagaan dan kemuliaan.”
Baca Juga: Hikmah Dibalik Kesulitan
Selepas menumpahkan pintanya dalam ziarahnya, lelaki itu pergi. “Mataku berat,” kisah syaikh ‘Atiby. “Aku mengantuk.” Syaikh ‘Atiby lalu tidur seketika itu.
“Di dalam mimpiku, aku bertemu Nabi. Beliau bersabda kepadaku, ‘Wahai ‘Atiby, temui orang A’rabiy tadi. Berikan kabar gembira baginya. Allah telah mengampuninya.”
Penutup
Kisah ini mengajarkan kita bahwa cinta kepada Nabi harus diungkapkan melalui tindakan yang tulus. Selain itu, pelajaran penting yang dapat dipetik dari kisah ini adalah bahwa Allah selalu menerima taubat. Dan Allah adalah dzat yang Maha Penyayang kepada hamba-Nya yang mendekat kepada-Nya dengan keikhlasan.
Baca Juga: Tiga Pesan Ulama: Kunci Hidup Bahagia dan Berarti
Semoga kisah ini dapat memberi inspirasi kepada umat Islam agar semakin mencintai Nabi Muhammad ﷺ dan meneladani beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo






kisah ini di ambil dari kitab apa ya