Tag Archives: pesantren ramadan

Kelas Khusus Pesantren Ramadan

LirboyoNet, Kediri-Selain mengadakan pengajian kitab, di bulan Ramadan ini Pondok Pesantren Lirboyo mengadakan satu kegiatan khusus, yakni Kelas Khusus, sebuah program yang diperuntukkan bagi para santri yang menghendaki pembelajaran kitab sejak dasar.

Bisa diprediksi, rerata para pesertanya adalah mereka yang berusia dini, di bawah usia 12 tahun. Meski begitu, ada dari mereka yang berusia lebih dari itu. Mereka berasal dari daerah yang bermacam-macam. Dari sekitar Kediri saja, hingga Luar Jawa. Tujuan mereka mengikuti kegiatan ini bermacam-macam. Ada dari mereka yang memang ingin mengenal kajian pesantren secara mendasar. Ada yang mendapat tugas dari sekolah untuk mengikuti kegiatan ini. ada yang memang ingin mempersiapkan diri untuk mengikuti tes masuk pesantren di awal tahun pelajaran nanti.

Beberapa pelajaran diajarkan. Mulai baca-tulis alquran, menulis pegon, memaknai kitab, hingga membaca kitab gundul.

“Sebagian dari mereka sebenarnya sudah pernah mondok di tempat mereka masing-masing. Cuma, mereka masuk kelas khusus ini untuk memulai kembali perkenalannya dengan dunia pesantren. Karena, di pesantren mereka dulu, tidak mengenal baca tulis pegon, baca kitab gundul secara jawa,” tutur Maksum Sidiq, salah satu pengajar kelas khusus Ramadan.

Dimulai sejak awal Ramadan, kegiatan ini direncanakan akan berakhir pada tanggal 15 Ramadan esok.

Ramadan Asik dengan Siswa Sekolah Formal

LirboyoNet, Kediri—LIM (Lembaga Ittihadul Mubalighin) yang menjadi badan otonom Pondok Pesantren Lirboyo, di bulan Ramadan tahun ini, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, mensyiarkan ajaran agama di beberapa lembaga pendidikan formal, yakni SMK, SMA, SMP, MA, MTS dan TK, atau sering diistilahkan dengan Pesantren Ramadan (PESRA).

Selasa, (30/05) kemarin merupakan pemberangkatan awal dari perjalanan dakwah LIM di sekolah umum itu. Untuk memenuhi kebutuhan dakwah di lembaga formal ini, LIM mengirim delegasi berjumlah total 195 santri, dengan perincian 91 santri putra, yang direkrut dari siswa-siswa tingkat Tsanawiyah-Aliyah Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien dan 104 santri putri, yang seluruhnya merupakan santri Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadi-aat.

Pada praktiknya, ratusan delegasi tidak seluruhnya dikirim secara serentak. Sebab, telah ada jadwal tersendiri yang mengatur sirkulasi dakwah mereka. Pagi itu, jadwal Pesantren Ramadan dilaksanakan di lima tempat: TK Melati, SMPN 6, SMPN 7, SMAN 7, dan SMKN 1 Kediri. di SMPN 6 khususnya, mendapat porsi delegasi paling banyak, yakni 21 delegasi dengan rincian sebelas santri putra dan sepuluh santri putri.

Menurut beberapa delegasi, suasana mengajar di sekolahan umum sangatlah berbeda dengan pesantren. “Di sekolahan umum, murid-muridnya dalam berakhlakul karimah masih kurang, jadi disitu kami harus menyesuaikan diri,” ujar Ahmad, delegasi asal Madura.

Dengan masuknya peran LIM ke sekolahan umum, berbagai harapan mengambang di benak ratusan delegasi itu. Salah satunya diungkap oleh pengajar putri, yang enggan menyebutkan namanya. “Kami, terutama saya, berharap ini menjadi bekal para santri agar kelak di masyarakat tidak canggung dalam menghadapi masyarakat umum.” Menurutnya, dengan pengalaman mengajar seperti ini, mereka juga ingin dapat menguasai pendidikan umum di luar pesantren. “Kami juga berharap, pengalaman mengajar di sekolah umum ini dapat menjadi bekal ketika sudah kembali di rumah nanti,” imbuhnya.

Di tempat lain, pengurus LIM berharap santri Lirboyo yang bertugas ini bisa ikut membantu para pendidik untuk memperbaiki akhlakul karimah dari anak-anak penerus bangsa yang berpendidikan di luar pesantren. Semoga berhasil dan sukses selalu untuk santri Lirboyo Kota Kediri dalam mewujudkan semboyan mereka, “dari Lirboyo untuk umat dan bangsa.”|