Qunut

Teks Lengkap Qunut Nazilah

Qunut Nazilah adalah doa yang dikerjakan saat kaum Muslimin tertimpa musibah, kondisi sulit, bencana dan ketakutan-ketakutan yang lainnya. Yang melatari adanya doa ini, yakni kejadian terbunuhnya 70 shahabat Nabi yang memiliki halafalan al-Quran di Sumur Ma’unah. Waktu itu mereka dikirim untuk mengajarkan agama di Najd, namun rombongan tersebut dihadang oleh sekelompok Bani Sulaim, lalu terjadi…

lanjutkan

Kejadian yang Melatarbelakangi Dianjuran Membaca Qunut Nazilah

Kejadian yang melatarbelakangi dianjuran membaca qunut nazilah | Mengutip dari The Great Episodes of  Muhammad  yang ditulis oleh Dr. Said Ramadhan Al-Buthy pada bulan Shafar tahun ke-4 Hijriyah Nabi Muhammad kedatangan seorang tamu yang menghendaki Nabi berkenan mengutus para sahabat mengajarkan agama Islam di daerah Najd. Kala itu, rombongan sahabat yang berjumlah 70 orang lebih…

lanjutkan

Instruksi Qunut Nazilah untuk Palestina

LirboyoNet, Kediri—Dalam Rapat Pleno II Pondok Pesantren Lirboyo tadi malam (18/12), secara resmi ditetapkan instruksi membaca qunut nazilah yang diperuntukkan bagi keselamatan rakyat Palestina. “Dulur kito dicubo kemlaratan, monggo sami dungaaken. Dulur Palestina disikso, arek-arek cilik dipateni. Ayo podo dungo, (Saudara kita sedang sengsara, mari kita Doakan bersama. Saudara kita di Palestina disiksa, anak-anak kecil…

lanjutkan
puasa akhir awal hijriyah

Qunût Nâzilah, Doa Nabi Kala Turun Musibah

Jika kita biasa mengenal doa qunut hanya dilakukan ketika menjalankan salat subuh, atau sesekali dalam salat witir pada pertengahan akhir bulan Ramadhan saja, maka ada satu lagi doa qunut yang mungkin bagi sebagian orang terdengar asing dan memang jarang dilakukan. Qunut tersebut dinamakan sebagai qunut nâzilah. Mengacu pada akar kata nâzilah, yang berarti “turun”, kalimat…

lanjutkan

Instruksi Qunut Nazilah dan Hizib Nashar

Baitul Makdis di masa Nabi Sulaiman as. menjulang megah dengan ketinggian batu altar 12 hasta dan ketinggian kubah 18 mil. Di atasnya dihiasi patung kijang emas dengan gemerlap mutiara merah di antara kedua matanya, sampai-sampai para wanita daerah Balqāʼ saat itu (perjalanan dua hari dari Baitul Makdis) bisa memintal dengan diterangi pantulan mutiara tersebut.[1] Dan…

lanjutkan