HomeAngkringMari Lawan Narkoba (Bag-1)

Mari Lawan Narkoba (Bag-1)

0 1 likes 974 views share

Arak atau khamr, adalah bahan yang mengandung alkohol yang dapat memabukkan. Khamr sangat berbahaya terhadap pribadi seseorang. Baik terhadap akal pikiran, fisik, juga bagi agama dan kehidupan dunianya. Karena selain berdampak pada diri si pengguna, bahaya khamr akan merembet terhadap keluarga. Dan lebih luas lagi, betapa mengancamnya arak terhadap masyarakat dan bangsa, baik moral maupun etika.

Sungguh benar apa yang dikatakan oleh salah seorang peneliti yang mengatakan, bahwa tidak ada malapetaka yang lebih parah yang diderita manusia, selain bahaya yang disebabkan oleh arak. Jika diadakan penelitian secara teliti di rumah-rumah sakit, terbukti kebanyakan orang yang gila dan mendapat gangguan saraf, disebabkan karena arak. Kebanyakan orang yang bunuh diri ataupun yang membunuh kawannya sendiri dipicu oleh arak. Termasuk kebanyakan orang yang diliputi oleh suasana kegelisahan, orang yang membawa dirinya kepada lembah kebangkrutan, hingga dapat menghabiskan kekayaan miliknya, disebabkan oleh arak. Kalau terus diadakan penelitian secara cermat, niscaya akan ditemukan angka yang sangat mengerikan. Kita akan mendapati bahwa nasihat-nasihat atau peringatan tidak lagi begitu berarti.

Orang-orang Arab pada masa jahiliyah, sangat senang dengan minuman arak dan mereka menjadi pencandu berat terhadap arak. Ini dapat dibuktikan dalam bahasa mereka yang tidak kurang dari 100 nama dibuatnya untuk menyebut khamr tersebut. Dalam syair-syairnya, mereka puji khamr itu. Termasuk cawannya, kumpul-kumpulnya dan lain sebagainya.

Setelah Islam datang, disusunlah rencana pendidikan yang sangat bijaksana sekali, yaitu dengan bertahap bahwa khamr itu dilarang. Pertama kali yang dilakukan, yaitu dengan melarang mereka untuk mengerjakan sembahyang dalam keadaan mabuk. Kemudian meningkatkan dengan diterangkan bahayanya sekalipun manfaatnya juga ada. Terakhir baru Allah menurunkan ayat secara menyeluruh dan tegas, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi  kamu dari  mengingat  Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (al-Maidah: 90-91)

Dalam  kedua  ayat  tersebut, Allah mempertegas diharamkannya arak dan judi, yang diiringi pula dengan diharamkannya berkorban untuk berhala dan undian, karena dinilai sebagai perbuatan najis dan kotor. Kata-kata kotor atau najis ini tidak pernah dipakai dalam Alquran, kecuali terhadap hal  yang memang sangat  kotor  dan buruk. Arak dan judi berasal dari perbuatan setan, sedang setan hanya ingin berbuat tidak baik dan melakukan segala keburukan. Karena itu, Alquran menyerukan kepada  umat  Islam  untuk  menjauhi kedua perbuatan itu sebagai jalan untuk menuju  kepada  kebahagiaan.

Selanjutnya Alquran menjelaskan juga tentang bahaya arak dan judi dalam masyarakat. Di antara bahayanya  yaitu  dapat  menghalangi orang untuk menunaikan kewajiban-kewajiban agamanya, diantaranya ialah sembahyang dan zikir. Juga dapat menimbulkan permusuhan     serta beraneka kebencian. Terakhir  Alquran menyerukan supaya kita berhenti dari minum arak dan bermain judi. Seruannya diungkapkan dengan kata-kata yang tegas, yaitu dengan kata-kata: berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).

Banyak sekali  negara-negara yang mengakui bahaya arak ini, baik terhadap pribadi, rumah tangga ataupun tanah air dan negara. Sementara ada yang berusaha untuk memberantasnya dengan  menggunakan kekuatan undang-undang dan kekuasaan, seperti Amerika, meskipun mereka gagal.

Bersambung ke Bagian II