Khutbah Jumat: Melihat Limpahan Nikmat Allah

Khutbah Nikmat Allah

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ. وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ. وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ. أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Baca juga: Khutbah Jumat: Ujian yang Harus Kita Syukuri

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Akal sehat dan kebiasaan yang lurus menuntut siapapun yang menerima kebaikan untuk tahu diri dan berterima kasih. Bahkan, seekor hewan yang tidak berakal pun bisa mengingat kebaikan orang yang memberinya makan, menundukkan sifat liarnya, lalu membalasnya dengan kesetiaan.

Lantas, bagaimana dengan kita? Adakah pihak yang lebih banyak berbuat baik kepada kita melebihi Sang Pencipta? Kita berganti siang dan malam dalam kemewahan fasilitas dari-Nya, namun mengapa lidah kita begitu kaku untuk mengucapkan syukur? Lebih parah lagi, sering kali Allah memalingkan ratusan bahaya dari hidup kita setiap hari, dan kita bahkan tidak menyadarinya sama sekali.

Malu rasanya jika kita membandingkan naluri moral manusia dengan seekor binatang.

Mari kita sama-sama mendengarkan pesan Surat An-Nahl ayat 53. Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ

“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya).”

Dan ayat:

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لا تُحْصُوهَا 

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya” (QS. Ibrahim: 34)

Sekalipun seseorang beribadah seumur hidupnya tanpa henti, berada di masjid malam dan siang, ia tetap tidak akan pernah sanggup melunasi biaya atas satu saja nikmat yang Allah berikan.

Baca juga: Khutbah Jumat: Amalan dan Doa Orang Tua agar Anak di Pondok Pesantren Sukses Dunia Akhirat

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Mari kita berpikir, mengapa manusia begitu acuh terhadap nikmat? Kita mengira nikmat hanyalah uang yang masuk ke rekening atau jabatan yang naik. Padahal, kalau kita pikir-pikir, nikmat ada dua:

  1. Nikmat yang kita rasakan dan kita sadari
  2. Nikmat yang sedang kita nikmati saat ini, tapi kita sama sekali tidak

Namun dari semua kalkulasi tersebut, nikmat terbesar yang sering kita sepelekan adalah nikmat Islam dan istiqamah. Di atas kesehatan dan materi, hidayah untuk tetap sujud, tetap beribadah dan memiliki rasa takut kepada Allah adalah nikmat terbaik yang Allah berikan.

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Sebagai penegasan akhir dari khutbah pertama ini, jika kita sudah memahami betapa melimpahnya nikmat Allah, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana mensyukurinya agar nikmat tersebut tidak mendadak hilang dan tidak abadi?

Ada 5 pilar utama syukur yang baik untuk seorang mukmin miliki:

  1. Rasa tunduk (khudhu’) hatinya kepada Allah Sang Pemberi.
  2. Cinta yang mendalam kepada-Nya atas segala kebaikan-Nya.
  3. Pengakuan jujur bahwa seluruh keberhasilan kita adalah fasilitas Allah, bukan murni karena kepintaran atau kecerdasan kita semata.
  4. Pujian yang tak henti melalui lisan.
  5. Tidak menggunakan nikmat tersebut untuk mendurhakai-Nya.

Hati-hatilah dengan poin kelima ini. Menggunakan mata yang sehat untuk melihat yang haram, memakai harta untuk maksiat, atau menggunakan pengaruh jabatan untuk menindas adalah bentuk kufur kepada nikmat Allah.

Ingatlah firman dalam Surat Al-Anfal ayat 53:

ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَى قَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.”

بَارَكَ اللهُ ِليْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قُوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهٌ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Baca juga: Khutbah Jumat: Refleksi dari Cerita Mimbar Rasulullah

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Jangan pernah terkecoh jika hari ini Anda bergelimang harta dan kesehatan, namun hidup Anda jauh dari syariat dan bergelimang maksiat. Jangan bangga! Itu bukan tanda cinta Allah, melainkan istidraj—sebuah jebakan manis sebelum kehancuran yang sifatnya mendadak. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apabila engkau melihat Allah memberikan kepada seorang hamba kenikmatan dunia yang disukainya padahal ia terus berada dalam kemaksiatan, maka sesungguhnya itu adalah istidraj (perangkap).” (HR. Ahmad)

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Mari kita pulang dari masjid ini dengan meluruskan kesadaran. Hitunglah kembali nikmat-nikmat yang selama ini kita anggap remeh. Ceritakanlah kebaikan Allah pada keluarga dan diri kita sebagai bentuk pembuktian syukur, sebagaimana firman-Nya:

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ 

“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).” (QS. Ad-Dhuha: 11).

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اَللّٰهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْواتِ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses