Tag Archives: khotbah jumat

Khotbah Jumat: Hal-Hal Yang Memicu Gibah


اَلْحَمْدُ لِلَّهِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ لَهُ الْحَمْدُ كُلُّهُ وَ لَهُ الْمُلْكُ كُلُّهُ وَ بِيَدِهِ الْخَيْرُ كُلُّهُ وَ إِلَيْهِ يَرْجِعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ فِيْ ذَاتِهِ وَ أَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ مَخْلُوْقَاتِهِ أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى أَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ الْمُقْتَدِيْنَ بِهِ فِيْ كُلِّ حَالَاتِهِ. أما بعد

فَيَا عِبَادَاللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَالزَّادِ التَّقْوَى فَقَالَ اللهُ عَزَّ مِنْ قَائِلٍ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱجۡتَنِبُواْ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعۡضَ ٱلظَّنِّ إِثۡمٞۖ وَ لَا تَجَسَّسُواْ وَلَا يَغۡتَب بَّعۡضُكُم بَعۡضًاۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمۡ أَن يَأۡكُلَ يَأۡكُلَ لَحۡمَ أَخِيهِ مَيۡتٗا فَكَرِهۡتُمُوهُۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٞ رَّحِيمٞ

Jemaah Jumat Yang diuliakan Allah..

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. dengan sekuat mungkin menjalankan segala perintahnya serta menjauhi tiap-tiap larangannya. Agar hidup kita benar-benar menjadi bekal untuk akhirat nanti. Ketakwaan juga akan menuntun kita untuk menjadi pribadi yang luhur serta bermanfaat bagi sesama. Sifat-sifat terpuji yang keluar dari ketakwaan akan membawa ketenteraman dan keindahan bagi hidup kita dan sekitar kita. Karena dengan sendirinya kita akan terjauhkan dari sifat-sifat buruk yang akan menjadi benalu bagi kehidupan kita dan sekitar.

Jemaah Jumat Yang dimuliakan Allah..

Diantara sifat-sifat atau perilaku tidak terpuji yang harus kita jauhi ialah gibah. Gibah adalah sebagaimana yang disabdakan Nabi yaitu:

ذِكْرُكَ أخاكَ بِمَا يَكْرَهُهُ

“Saat kamu menuturkan tentang saudaramu perihal yang tidak disukainya (apabila tampak)”

Larangan tentang gibah ini sebagaimana firman Allah swt. dalam surat al-Hujurat ayat 12,

وَلَا يَغۡتَب بَّعۡضُكُم بَعۡضًاۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمۡ أَن يَأۡكُلَ يَأۡكُلَ لَحۡمَ أَخِيهِ مَيۡتٗا فَكَرِهۡتُمُوهُۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٞ رَّحِيمٞ

Artinya: “Dan janganlah sebagian kalian menggibahi sebagian yang lain. Sukakah salah seorang dari kalian memakan daging saudaranya yang telah mati, pasti kalian membencinya. Maka bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Menerima taubat dan Maha Pengasih”

Jemaah Jumat Yang dimuliakan Allah..

Tentunya, agar kita bisa menjauhinya kita mesti memahami dulu hal-hal apa saja yang dapat memicu atau membawa kita pada menggunjing orang lain.

Hal-hal yang memicu gibah diantaranya adalah:

Pertama, Pelampiasan.

Hal ini biasanya terjadi tatkala kita marah pada seseorang namun sulit atau belum ada kesempatan untuk melampiaskan kemarahan tadi pada orang tersebut. Disinilah pelampiasan dengan cara gibah itu muncul.

Kedua, tidak ingin ketinggalan dalam obrolan.

Hal ini biasanya terjadi saat diawali oleh teman bicara, lalu agar tidak terkesan ketinggalan obrolan akhirnya seseorang ikut andil dalam gibah tersebut dengan turut menyumbangkan aib-aib orang lain yang ia tahu.

Ketiga, agar terlihat unggul.

Dengan menyebut kekurangan-kekurangan orang lain, ia ingin agar orang tadi terlihat tidak lebih baik darinya.

Keempat, dengki.

Hal ini biasanya muncul saat melihat orang lain begitu banyak menuai pujian, dukungan atau pun semacamnya, sementara dirinya yang mengharapkan justeru tidak begitu mendapatkannya.

Kelima, melucu. Hal ini biasanya muncul saat dalam perkumpulan yang penuh canda tawa lalu kehabisan bahan untuk membuat teman bicaranya tertawa lagi. Disitulah ia menyebutkan kekurangan-kekurangan orang lain sebagai bahannya.

Jemaah Jumat Yang dimuliakan Allah..

Demikian diantara umumnya sebab gibah keluar dari lisan seseorang. Maka hendaknya sebisa mungkin kita menjauhi hal-hal demikian agar dapat terhindar dari kemunkaran gibah. Semoga Allah swt. Memberikan kemudahan-kemudahan bagi kita dalam menapaki jalan yang telah ditentukan-Nya.

بَارَكَ اللّه لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الّذِيْنَ  آمَنُوْا وَعَمِلُوْا الصَّالِحَاتِ وَتَوَا صَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. أَقُوْ لُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفَرُوْا رَبَّكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ

Klik di (sini) untuk men-download versi pdf.

Khotbah Jumat: Mendidik Anak

أَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ جَعَلَ الْأَمْرَ بِالْمَعْرُوْفِ وَ النَّهْيَ عَنِ الْمُنْكَرِ مِنْ أُصُوْلِ الدِّيْنِ وَ أَكَّدَهُمَا بِقَوْلِهِ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ أَعُوْذُ بِالله مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلّاَ الله أَلْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ صَادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْن وَ الصَّلَاةُ وَ السَّلَامُ عَلَى سَيَّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ  أما بعد أَيُّهَا الْحَاضِرِيْنَ اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ قال الله تعالى في القران الكريم : يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ ما بعد: فيايها الإخوان، أوصيكم و نفسي بتقوى الله وطاعته لعلكم تفلحون

Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt. juga senantiasa menjaga dan mengarahkan agar keluarga kita sekalian menjadi keluarga yang bertakwa kepada Allah swt. Sebagai kepala keluarga, seorang suami memiliki tanggungjawab moral untuk menjadikan suatu keluarga, sebagai keluarga yang tidak keluar dari perintah-perintah Allah Ta’ala. Allah swt. berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

Artinya: “Jagalah dirimu beserta keluargamu dari siksa Neraka” (QS. at-Tahrim: 6)

Dengan apa kita menjaga keluarga kita dari api neraka? Maka tidak lain adalah dengan membimbingnya, dengan mengarahkannya pada apa-apa yang telah diperintahkan Allah swt. hal ini tidak bisa lepas dari pada kita mengajarinya ilmu syariat yang kelak akan menjadi pedoman dalam hidupnya.

Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..

Diantara yang terpenting dalam menjadikan keluarga yang baik, adalah bagaimana kita mendidik anak-anak kita. Hal apa saja  yang mula-mula harus kita ajarkan kepada mereka, lalu perasaan seperti apakah yang harus kita tanamkan kepada mereka. Diantara hal-hal yang harus kita tanamkan dan ajarkan sejak dini ialah sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw.  :

أَدِّبُـوْا أَوْلاَدَكُمْ عَـلَى ثَلاَثِ حِصَـالٍ: حُبِّ نَبِـيِّكُمْ وَحُبِّ أهلِ بَيْـتِهِ, وَتِـلاَوَتِ اْلقُـرْآنِ. فَإِنَّ حَمَـالَةَ الْقُـرْآنِ فِى ظِـلِّ عَـرْشِ اللهِ يَـوْمَ لاَ ظِـلَّ إِلاَّ ظِلُّـهُ مَعَ أَنْبِـيَآئِـهِ وَأَصْفِـيَآئِـهِ

Artinya: “Didiklah anakmu tiga hal ini: mencintai nabimu, mencintai keluarganya, dan membaca Alquran. Sebab orang-orang yang ahli Alquran itu akan berada dalam naungan singgasana Allah, saat hari dimana tidak ada naungan selain naungannya semata, dikumpulkan beserta para nabi-Nya dan kekasih-kekasih-Nya.” (HR. at-Thabrani)

Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..

Demikianlah Rasulullah memberikan petunjuk pada kita tentang hal-hal apa yang perlu ditanamakan sejak dini kepada anak-anak kita, diantara hikmah yang bisa kita  ambil adalah bagaimana kita diperintah untuk menanamkan rasa cinta pada baginda nabi, agar kelak sampai dewasa nanti yang selalu menjadi teladan adalah nabinya sendiri, karena bagaimanapun juga seseorang akan lebih cenderung mengikuti apa yang dicintainya. Demikian pula dengan mengajarkannya membaca Alquran, agar ia tidak asing dengan kitab pedomannya sendiri.

Semoga kita senantiasa dijadikan orang-orang yang menjadi lantaran kemanfaatan kepada orang lain, khusunya keluarga dan orang-orang terdekat kita.

ِبَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

klik di (sini) untuk mengunduh versi pdf

Khotbah Jumat: Penenang Hati

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ لَهُ الْحَمْدُ كُلُّهُ وَ لَهُ الْمُلْكُ كُلُّهُ وَ بِيَدِهِ الْخَيْرُ كُلُّهُ وَ إِلَيْهِ يَرْجِعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ فِيْ ذَاتِهِ وَ أَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ مَخْلُوْقَاتِهِ أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى أَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ الْمُقْتَدِيْنَ بِهِ فِيْ كُلِّ حَالَاتِهِ. أما بعد

فَيَا عِبَادَاللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَالزَّادِ التَّقْوَى فَقَالَ اللهُ عَزَّ مِنْ قَائِلٍ : ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَئِنُّ ٱلۡقُلُوبُ

Jemaah Jumat Yang Dirahmati Allah..

Tidak henti-hentinya, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt. Dengan sekuat mungkin menjalankan perintah-perintahnya dan menjauhi tiap-tiap larangannya, karena dengan takwalah yang akan membuat hidup kita benar-benar bermanfaat yang sejati. Takwa yang akan membawa kita menempuh kehidupan dunia ini dengan sikap-sikap hidup yang bermanfaat kelak di akhirat nanti. Takwa yang akan menuntun kita menjalani hidup yang penuh ketidakpastian ini. Dengan takwa pula kita akan bisa memilih mana amal yang sifatnya hanya sementara dan mana yang sifatnya abadi. Allah swt. Berfirman:

مَا عِندَكُمۡ يَنفَدُ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ بَاقٖۗ وَلَنَجۡزِيَنَّ ٱلَّذِينَ صَبَرُوٓاْ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ 

Artinya: “Apa yang dari sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”(QS. An-Nahl: 96)

Jemaah Jumat Yang Dirahmati Allah..

Dikehidupan ini, kita tentu tidak henti-hentinya beraktifitas baik itu untuk bertahan hidup, membantu orang lain, atau sekadar menyenangkan diri. Sudah pasti berbagai aktifitas yang kita jalani itu, tidak semuanya membuat perasaan kita bahagia karena sering kali yang terjadi justeru tidak sesuai yang kita inginkan. Sehingga dari itu akan muncul perasaan-perasaan yang tidak membahagiakan bagi kita yang pada akhirnya akan membuat kita resah, tidak tenang, menyesal, marah atau pun semacamnya. Jika mengacu pada akal pikiran yang jujur tentu saja hal yang paling bermanfaat kita lakukan disaat perasaan-perasaan tadi menimpa kita adalah bersabar dan merenung penyebabnya. Dan sungguh Allah swt. Telah menyiapkan pahala setimpal bagi hamba-hambanya yang mau bersabar sebagaimana ayat di atas.

Juga kita dianjurkan berzikir agar hati menjadi tenang. Allah swt. Berfirman:

أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَئِنُّ ٱلۡقُلُوبُ

Artinya: “Ingatlah, dengan berzikir kepada Allah dapat meneteramkan hati” (QS. Ar-Ra’du: 28)

Jemaah Jumat Yang Dirahmati Allah..

Berzikir merupakan diantara ibadah yang ringan untuk dilakukan, bukan saja karena hanya dengan lisan atau hati belaka, melainkan karena dengan mudah pula zikir bisa dirangkap bersama berbagai kegiatan lainnya semisal: menyapu, memasak, saat berkendara, terjebak macet, coffebreak, mengantri potong rambut, mengantri di kasir, menunggu ban motor yang sedang ditambal, menanti bus angkutan, menunggu istri yang sedang belanja atau pun hal-hal lainnya yang sehari-hari dilakukan.

Namun dari itu, berzikir memiliki nilai keistimewaan yang tinggi dihadapan Allah swt. sebagaimana disabdakan Rasulullah saw. :

أَكْثِرُوْا ذِكْرَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى كُلِّ حَالٍ فَإِنَّهُ لَيْسَ عَمَلٌ أَحَبُّ إِلَى اللهِ وَ لَا أَنْجَى لِعَبْدٍ مِنْ ُكلِّ سَيِّئَةٍ فِي الدُّنْيَا وَ الْأَخِرَةِ مِنْ ذِكْرِ اللهِ

Artinya: “Perbanyaklah berzikir kepada Allah yang maha luhur lagi agung dalam berbagai keadaan. Karena tidak ada perbuatan yang lebih dicintai Allah dan lebih menyelamatkan seorang hamba dari keburukan dunia dan akhirat melebihi berzikir kepada Allah” (HR. Ibnu Sorsori).

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا لَاتُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُوْنَ. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَ لَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اللآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

download pdf klik di (sini)

Khotbah Jumat: Menyayangi Alam

أَلْحَمْدُ للهِ مُبْدِعِ الْكَوْنِ وَ مُنْشِيْهِ وَ مُوْجِدِهِ مِنْ عَدَمٍ وَ مُبْدِيْهِ أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى إِحْسَانِهِ الَّذِيْ لَا أُحْصِيْهِ وَ أَسْتَغْفِرُهُ وَ أَتُوْبُ إِلَيْهِ وَ أَسْتَهْدِيْهِ وَ أَشْكُرُهُ عَلَى مُتَرَاكِمِ فَضْلِهِ وَ مُتَرَادِفِ أَيَادِيْهِ وَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإله إِلَّاالله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ مُعَلِّمُ الْإِيْمَانِ وَ هَادِيْهِ أللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَ عَلَى أَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ ذَوِيْهِ  فَيَا عِبَادَاللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَالزَّادِ التَّقْوَى فَقَالَ اللهُ عَزَّ مِنْ قَائِلٍ: وَلا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلاحِها وَادْعُوهُ خَوْفاً وَطَمَعاً إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

 Jemaah Jumat Yang DiMuliakan Allah..

Di Jumat awal bulan Jumadal Ula ini, marilah kita awali pula, kita segarkan ulang usaha ketakwaan kita kepada Allah swt, dengan kembali memompa kekuatan-kekuatan dan motivasi-motivasi kita dalam beribadah kepada Allah swt. hal ini penting dilakukan dikarenakan Allah swt. sudah mengabarkan bahwa iman seseorang bisa pasang atau pun surut, begitu pula hati seseorang yang bisa berubah-ubah. Maka sangat baik kiranya bila diwaktu-waktu tertentu kita punya agenda menyegarkan dan memompa semangat ketakwaan kita kepada Allah swt. hal ini bisa dilakukan dengan merenung sembari iktikaf di masjid, berkunjung ke orang-orang soleh, para ulama, kiai, mengasihi anak yatim atu pun semacamnya.

Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..

Sebagaimana kita jalani bersama, bahwasannya kita hidup tidak hanya bersentuhan dengan manusia saja, melainkan tidak bisa lepas pula dari hubungan kita dengan alam sekitar yang tidak mungkin kita bisa lepas dari mengambil kemanfaatan alam sekitar tersebut entah yang sifatnya hanya sekedar penunjang atau pun yang pokok. Dan dari alam pula, kita belajar bagaimana meningkatkan kualitas diri.

Oleh karenanya marilah bersama-sama kita menjaga dan benar-benar menyayangi alam sekitar kita. Karena jika alam terrawat bukan hanya kita saja yang menikmati anugerah itu, melainkan anak-turun kita pun akan ikut merasakannya. Menjaga alam juga selaras sebagaimana yang Allah swt firmankan dalam surat al-A’raf ayat 56:

وَلا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلاحِها وَادْعُوهُ خَوْفاً وَطَمَعاً إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..

Rasulullah saw. bersabda:

أَلرَّاحِمُوْنَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ تَبَارَكَ وَ تَعَالى اِرْحَمُوا مَنْ فىِ الاَرْضِ يَرْحَمُكُمْ مَنْ فىِ السَّمَآءِ

Artinya: “Orang-orang yang gemar mengasihi itu akan di kasihi oleh yang maha pengasih. Kasihilah apa-apa yang di bumi maka penghuni langit akan mengasihimu.”*

Ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud ‘apa-apa yang dibumi’ itu tidak hanya terkhusus pada manuisa saja, melainkan meliputi hewan dan bahkan yang tak bernyawa sekalipun. Telah jelas di sini bahwa dalam Islam kasih sayang diperintahkan bukan hanya kepada manusia belaka, tapi juga terhadap mahluk-mahluk Allah yang lain.

Semoga kita diberi kemudahan oleh Allah untuk menyayangi sesama dan alam sekitar kita

بَارَكَ اللّه لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الّذِيْنَ  آمَنُوْا وَعَمِلُوْا الصَّالِحَاتِ وَتَوَا صَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. أَقُوْ لُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفَرُوْا رَبَّكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ

*Dikutip dari kitab Nasaihul Ibad Imam Ibnu Hajar al-Asqalani.(IM)

Download pdf klik di (sini)

Khutbah Jumat: Introspeksi Diri

أَلْحَمْدُ للهِ خَالِقِ الْخَلَائِقِ وَ بَاسِطِ الرِّزْقِ كَمَا وَصَفَ نَفْسَهُ بِأَنَّهُ الرَّزَّاقُ أَبْدَعَ الْمَصْنُوْعَاتِ بِلَاشَرِيْكٍ وِلَامُشَاقِق فَسُبْحَانَ مَنْ نَوَّرَ قُلُوْبَ أَوْلِيَائِهِ بِأَنْوَارِ الْحَقَائِقِ  أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ حَمْدَ مُؤْمِنٍ صَادِقٍ وَ أَشْكُرُهُ وَالشُّكْرُ لِحِفْظِ نِعَامِهِ أَوْثَقَ الْوَثَائِقِ وَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإله إِلَّاالله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ أللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَ عَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُولِى الْفَضْلِ وَ السَّوَابِقِ فَيَا عِبَادَاللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَالزَّادِ التَّقْوَى فَقَالَ اللهُ عَزَّ مِنْ قَائِلٍ: وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..

Tidak henti-hentinya, marilah kita tingkatkan takwa kita kepada Allah swt. dengan sekuat mungkin menjalankan perintah-perintahNya serta menjauhi tiap-tiap laranganNya. Sebagaimana kita semua tahu dan saksikan sendiri, bahwa kita hidup di dunia ini tidaklah akan selamanya.  Cepat atau lambat kita pasti akan bertemu dengan pemutus kenikmatan dunia yang di dalamnya, sungguh, tidak ada lagi kesempatan bagi kita untuk bertaubat. Oleh karenanya, di kehidupan yang sementara ini hendaknya kita benar-benar memanfaatkannya dengan berusaha sekuat mungkin untuk taat ibadah kepadaNya.

Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..

Allah swt. berfirman:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Artinya: “Tidaklah kehidupan dunia ini melainkan hanya senda gurau dan main-main belaka. Sungguh, akhirat lebih baik bagi  orang-orang yang bertakwa. Tidaklah kalian memahaminya” (QS al-An’am: 32)

Akhirat adalah kehidupan yang abadi, yang di dalamnya akan kita temui hasil dari apa yang kita tanam di dunia ini. Jika kita hanya simpang-siur, tarik-ulur dan berkecimpung dalam hal duniawi belaka, tanpa menanam amal ibadah apa pun, sungguh kita laksana orang bepergian tanpa membawa bekal; kita akan kebingungan di perjalanan, kesusahan dan serta penyesalan yang akan menemani.

Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..

Sangat penting kiranya, di setiap momen, bahkan disetiap waktu kita senantiasa mnegintrospeksi diri, menghitung-hitung diri dan menimbang-nimbang diri apakah sudah benar langkah hidup kita, atau kah langkah kita hanya kering dalam lingkup duniawi belaka, agar kelak hisab kita diakhirat terasa ringan. Sebagaimana di tuturkan Sayyidina Umar bin Khottob ra. :

حَاسِبُوْا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا وَ تَزَيَّنُوا لِلْعِرْضِ الْأَكْبَرِ وَإِنَّمَا يَخِفُّ الْحِسَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى مَنْ حَاسَبَ نَفْسَهُ فِي الدُّنْيَا

Artinya: “Koreksilah dirimu sebelum amalmu dihisab dan persiapkanlah dirimu untuk menghadapi hari dimana semua mahluk dihadapkan kepada Allah, sungguh hisab terasa ringan dihari kiamat bagi orang-orang yang gemar mengoreksi dirinya di dunia.”

Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..

Perlu kiranya disampaikan pula, bahwa kecerdasan yang sesungguhnya adalah ketika kita sudah benar-benar menemukan kesimpulan bahwa yang harus benar-benar kita siapkan adalah untuk hari keabadian nanti. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. :

أَلْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا ثُمَّ تَمَنَّى عَلَى اللَّهِ

Artinya: “Orang cerdas ialah orang yang tahu perhitungan dirinya dan beramal untuk keabadian, sementara yang lemah ialah yang mengikuti hawa nafsunya lantas ia berharap-harap kepada Allah”

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا لَاتُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُوْنَ. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَ لَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اللآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.