HomeArtikelKhotbah Jumat: Ibadah-Ibadah Istimewa Dibulan Muharam

Khotbah Jumat: Ibadah-Ibadah Istimewa Dibulan Muharam

0 0 likes 272 views share

أَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ فَاضَلَ بَيْنَ الشُّهُوْرِ وَفَضَّلَ يَوْمَ عَاشُرَاءَ عَلَى جَمِيْعِ أَيَّامِهِ وَ جَعَلَهُ لِعَقْدِ أَيَّامِ الشَّهْرِ وَاسِطَة النِّظَامِ أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ حَمْدَ عَبْدٍ مُعْتَرِفٍ بِأَنَّ التَّوْفِيْقَ لِلْحَمْدِ مِنْ نِعَمِهِ الْعِظَامِ وَأَشْكُرُهُ عَلَى مَوَاهِبِهِ الْجِسَامِ وَأَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أما بعد فَيآأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ قَدْ إِسْتَقْبَلْتُمْ عَامًا جَدِيْدًا وَشَهْرًا مُفَضَّلاً حَمِيْدًا

Hadirin Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. dengan sekuat mungkin melaksanakan perintahnya dan meninggalkan tiap-tiap larangan-Nya. Bila waktu-waktu lalu masih ada hal-hal yang belum sempat kita perbaiki, maka hari ini dan esok akan selalu terbuka lebar-lebar untuk kita memperbaiki diri; Dan jalan terbaik untuk memperbaiki adalah tentunya dengan niatan yang kuat dan menjadikan kesalahan-kesalahan yang lalu sebagai rambu-rambu bagi kita agar tidak terjerembab kembali di dalamnya.

Hadirin Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..

Allah Swt. berfirman :

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu (lauhul mahfudz). Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.” (QS. at-Taubah: 36)

Bulan Muharam, yang menjadi awal dari tahun hijriah, merupakan satu diantara empat bulan mulia di atas. Di dalam bulan Muharam terdapat banyak keutaman-keutaman dalam beribadah kepada Allah Swt.

Puasa. Ya, diantara ibadah-ibadah yang diistimewakan dibulan ini adalah berpuasa. Rasulullah saw. bersabda:

اَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ أَلَّذِيْ تَدْعُوْنَهُ  الْمُحَرَّمُ   

Artinya: “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu yang kalian sebut dengan bulan Muharam” (HR. Ahmad)

Dibulan ini pula terdapat hari Asyuro.  Hari Asyura (عاشوراء) adalah hari kesepuluh bulan Muharram. Hari ini bisa dibilang salah satu hari yang paling khusus dan istimewa pada bulan tersebut. Dulu, sewaktu Nabi Muhammad saw. tiba di Madinah, orang-orang Yahudi Madinah selalu berpuasa pada hari tersebut. Nabi lalu menganjurkan pula kepada umatnya untuk berpuasa pada hari tersebut. Hanya saja beliau menambahkan pula kesunnahan puasa pada sehari sebelumnya, agar berbeda dengan tradisi orang-orang Yahudi. Puasa hari kesembilan itu disebut puasa tâsu’a. Pahala puasa pada hari Asyura sendiri sangat besar. Diriwayatkan dari sahabat ‘Abdullah bin ‘Abbas ra., bahwasanya Rasulullah saw. pernah bersabda:

مَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أَعْطَاهُ اللَّهُ تَعَالَى ثَوَابَ عَشْرَةِ آلافِ مَلَكٍ  وَمَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أُعْطِيَ ثَوَابَ عَشْرَةِ آلَافِ حَاجٍّ وَمُعْتَمِرٍ وَعَشْرَةِ آلافِ شَهِيدٍ ، وَمَنْ مَسَحَ يَدَهُ عَلَى رَأْسِ يَتِيمٍ يَوْمَ عَاشُورَاءَ رَفَعَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ دَرَجَةً ، وَمَنْ فَطَّرَ مُؤْمِنًا لَيْلَةَ عَاشُورَاءَ فَكَأَنَّمَا أَفْطَرَ عِنْدَهُ جَمِيعُ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ ، وَأَشْبَعَ بُطُونَهُمْ

Artinya: “Barang siapa yang berpuasa pada hari asyura di bulan Muharram, maka Allah SWT akan memberikannya pahala sepuluh ribu malaikat. Dan barang siapa yang mau berpuasa pada hari asyura di bulan Muharram, maka ia akan diberikan pahala sepuluh ribu orang yang menunaikan ibadah haji, umrah, dan sepuluh ribu pahala orang yang mati syahid. Dan siapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari asyura, maka Allah swt. akan mengangkat untuknya, setiap helai rambut satu derajat. Dan barang siapa yang memberi hidangan berbuka pada malam asyura, maka seakan-akan ia memberikan hidangan berbuka untuk seluruh umat Muhammad saw., dan mengenyangkan perut mereka semua.

 

Hadirin Jemaah Jumat yang Dimuliakan Allah..

Sebagaimana hadis diatas bahwa keutamaan dibulan Muharam ini bukan hanya puasa, melainkan mengasihi anak yatim dan memberi hidangan berbuka pada malam Asyura juga terdapat ganjaran yang begitu agung dari Allah Swt.

Selain itu, di hari Asyura kita disunahkan pula untuk memberi nafkah lebih bagi keluarga, sebagaimana sabda Nabi:

مَنْ َوسِعَ عَلَى عِيَالِهِ فِيْ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ وَسِعَ اللهُ عَلَيْهِ فِيْ سَنَتِهِ كُلِّهَا

Artinya: “Orang yang melapangkan keluarganya pada hari Asyura’, maka Allah akan melapangkan hidupnya pada tahun tersebut.” (HR At-Thabarani dan Al-Baihaqi).

Demikianlah diantara ibadah-ibadah yang Allah Swt. istimewakan dibulan Muharam ini. Semoga kita sekalian diberi keutamaan oleh Allah Swt. untuk mengamalkan keistimewaan-keistimewaan tersebut tentunya dengan niat utama kita adalah agar mendapatkan Rida dari Allah sang pemilik kehidupan.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا لَاتُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُوْنَ. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَ لَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اللآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ