Tag Archives: khotbah jumat

Khutbah Jumat: Tipe Amalan Yang Paling Dicintai Allah Swt.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ لَهُ الْحَمْدُ كُلُّهُ وَ لَهُ الْمُلْكُ كُلُّهُ وَ بِيَدِهِ الْخَيْرُ كُلُّهُ وَ إِلَيْهِ يَرْجِعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ فِيْ ذَاتِهِ وَ أَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ مَخْلُوْقَاتِهِ أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى أَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ الْمُقْتَدِيْنَ بِهِ فِيْ كُلِّ حَالَاتِهِ. أما بعد:
فَيَا عِبَادَاللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَالزَّادِ التَّقْوَى فَقَالَ اللهُ عَزَّ مِنْ قَائِلٍ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَ مَنْ يُطِعِ اللهَ وَ رَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَفَوْزًا عَظِيْمًا

Jemaah Jumat Yang dimuliakan Allah..

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt, dengan menjauhi  tiap-tiap larangannya dan menjalankan sekuat mungkin segala perintahnya. Karena tidak lain dari tujuan hidup dan penciptaan kita hanyalah semat-mata untuk beribadat. Allah swt. berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya: “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku (saja)” (QS. Adz-Dzaariyaat: 56)

Oleh karenanya, penting bagi kita untuk memiliki pendirian yang teguh dan sikap istikamah dalam beribadat. Sebagaimana kita rasakan bersama, bahwa kondisi dan tantangan hidup begitu bermacam-macam dan beragam. Mungkin Hari ini kita dalam keadaan lapang, namun esok mungkin pula keadaan sebaliknya yang terjadi.

Jemaah Jumat Yang dimuliakan Allah..

Ibadat merupakan hal yang amat pokok dalam hidup kita. Banyak sekali hal-hal kecil atau pun besar yang tampaknya biasa saja, namun sebenarnya bisa kita jadikan sarana untuk beribadat semisal; menyapu, makan, minum, tidur dsb. Lebih-lebih ibadat yang telah jelas bentuknya. Namun dari itu, ada satu hal penting yang hendaknya kita jadikan jalan dalam ibadat kita kepada Allah swt. Istikamah. Ya, hendaknya ada ibadat-ibadat tertentu yang kita jadikan kebiasaan dalam sehari-hari. Sekecil apa pun, hendaknya ada amalan-amalan yang kita lakukan secara istikamah. Baginda Nabi bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Artinya: “Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang rutin dilakukan meskipun sedikit”(HR. Bukhari Muslim)

Demikian baginda Nabi telah membocorkan pada kita bahwa termasuk kategori amal yang dicintai Allah adalah amalan-amalan yang rutin dilakukan. Meskipun hal itu terkesan kecil atau pun ringan. Maka mulai saat ini, mari kita cari dan lakukan amalan apa yang kira-kira bisa kita lakukan dengan rutin.

Jemaah Jumat Yang dimuliakan Allah..

Selain dicintai oleh Allah, amalan yang rutin juga bisa sekaligus melatih diri kita agar bisa istikamah dalam berbagai hal lainnya. Karena sebagaimana kita sadari, istikamah bukan hanya penting dalam kaitannya beribadah saja, melainkan menyeluruh dalam berbagai hal dan kegiatan lainnya.

Dan yang terpenting, semoga kita diberi keistikamahan dalam beriman dan beribadat kepada Allah swt. dan termasuk dalam golongan yang Allah swt. firmankan dalam surat fusshilat ayat 30-32:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ  نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ  نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah’ kemudian mereka tetap istikamah, maka para malaikat akan turun kepada mereka (seraya berkata), ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati, dan bergembiralah kamu dengan balasan surga yang telah dijanjikan kepadamu’. Kami lah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat. Di dalam surga itu kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan apa yang kamu minta. Sebagai penghormatan (bagimu) dari Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

بَارَكَ اللّه لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الّذِيْنَ  آمَنُوْا وَعَمِلُوْا الصَّالِحَاتِ وَتَوَا صَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. أَقُوْ لُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفَرُوْا رَبَّكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ

Khotbah Jumat: Memanfaatkan Waktu

 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ لَهُ الْحَمْدُ كُلُّهُ وَ لَهُ الْمُلْكُ كُلُّهُ وَ بِيَدِهِ الْخَيْرُ كُلُّهُ وَ إِلَيْهِ يَرْجِعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ فِيْ ذَاتِهِ وَ أَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ مَخْلُوْقَاتِهِ أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى أَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ الْمُقْتَدِيْنَ بِهِ فِيْ كُلِّ حَالَاتِهِ. أما بعد

فَيَا عِبَادَاللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَالزَّادِ التَّقْوَى فَقَالَ اللهُ عَزَّ مِنْ قَائِلٍ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَ مَنْ يُطِعِ اللهَ وَ رَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

 

Hadirin Jemaah Jumat Yang dimuliakan Allah..

Bersama-sama, marilah senantiasa kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt. dengan menjauhi segala larangannya dan melaksanakan perintahnya, karena takwa adalah proses dan tujuan hidup kita. Dengan takwa, ketenteraman hati akan kita peroleh dan tentunya, waktu kita tidak akan terlewat sia-sia begitu saja.

Karena laku ketakwaan sempurna menyentuh semua segi-segi hidup kita. Dalam keadaan susah, ada anjuran sabar untuk bertakwa; dalam keadaan senang, ada anjuran syukur untuk bertakwa; dalam keadaan berada, ada anjuran sedekah untuk bertakwa; dalam keadaan tidak mampu, ada anjuran jangan tamak untuk bertakwa, begitu pun dalam keadaan-keadaan lain yang terjadi dalam hidup kita, pasti ada anjuran sikap yang harus kita lakukan agar tetap tergolong orang-orang yang bertakwa.

Hadirin Jemaah Jumat Yang dimuliakan Allah..

Allah swt. Berfirman:

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ(3

Artinya: “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada di kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS. al-Ashr)

Dalam firmannya, Allah swt. telah menyatakan bahwa dalam keadaan apapun, kita manusia sesungguhnya hanya dalam keadaan yang merugi saja, kecuali yang berusaha mengamalkan firman Allah swt tadi. Oleh karenanya, keadaan apa pun yang tengah kita hadapi hendaknya ketakwaan, keimanan dan beramal baik senantiasa menghiasi langkah-langkah kita. Agar masa dan waktu yang kita lalui tidak terlewat sia-sia dan menjadikan kita diantara golongan orang-orang yang merugi.

Hadirin Jemaah Jumat Yang dimuliakan Allah..

Selain itu, agar waktu yang dianugerahkan Allah ini tidak tersia-sia kan dan menjadi penyesalan di kemudian hari, hendaknya kita juga senantiasa mengingat pesan lima pesan agung dari baginda Nabi ini,

اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

Artinya: “Perhatikanlah Lima perkara sebelum datang Lima perkara, masa mudamu sebelum masa tuamu, kesehatanmu sebelum sakitmu, kecukupanmu sebelum engkau miskin, waktu luangmu sebelum kesibukanmu, kehidupanmu sebelum kematianmu.”

Yang begitu kuat dari hadis ini adalah tentang bagaiman kita sebagai manusia harus selalu benar-benar memanfaatkan waktu dan kondisi yang tengah kita hadapi ini. Karena jika tidak demikian, sungguh pintu penyesalan telah menunggu kita.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا لَاتُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُوْنَ. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَ لَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اللآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Khotbah Jumat: Pentingnya Menjaga Rasa Persaudaraan

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ شَهْرَ الْمُحَرَّمِ أَوَّلَ السِّنِيْنَ وَالشُّهُوْرِ, أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى حَمْدَ عَبْدِ شَكُوْرٍ , وَأَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّاالله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَه شَهَادَةً تَكُوْنُ لَنَا ذُخْرًا عِنْدَ عَزِيْزِ الْغَفُوْرِ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَرْسَلَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَعَلَى جَمِيْعِ الْاَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَاَتْبَعَهُمْ اَجْمَعِيْنَ عَدَدَ مَا بَيْنَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ – أما بعد

Jemaah Jumat Yang dirahmati Allah..

Pertama-tama, marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menjalakan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya, karena dengan takwa lah kita sekalian akan mendapatkan kebahagiaan yang hakiki baik di dunia maupun di akhirat.

Takwa merupakan hal yang harus sepenuhnya kita usahakan tanpa henti. Dalam takwa, jiwa dan raga harus bersama-sama layaknya dua sisi uang yang saling melengkapi satu dan lainnya. Demikian juga, takwa merupakan suatu proses yang harus terus diusahakan sampai datang ajal menjemput. Oleh karenanya, Allah swt. Berfirman:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Artinya: “Dan sembahlah tuhanmu sampai datang kepadamu suatu kepastian (ajal)” (QS. al-Hijr: 99)

Jemaah Jumat Yang dirahmati Allah..

Diantara ibadah yang utama adalah menjaga rasa persaudaraan, mengapa demikian? Karena, sungguh, rasa permusuhan akan berdampak pada ketenangan jiwa dan raga kita. Jiwa kita akan menjadi tidak tenang jika kita memelihara rasa permusuhan, pikiran kita akan tersibukkan oleh hal-hal yang sebenarnya biasa-biasa saja andai tidak ada rasa permusuhan tadi. Begitu pula dengan raga kita, sifat tenteram kita akan selalu merasa dihantui oleh pihak-pihak yang kita sangka akan berniat buruk pada kita.

Dari itu saja, sejatinya kita sudah bisa memahami tentang pentingnya rasa persaudaraan yang menjadi penunjang penting dalam ketenteraman dan keamanan hidup serta ibadah kita. Sampai saat ini, perbedaan masih menjadi momok yang sering kali menimbulkan hal-hal yang bersifat perpecahan. Padahal Allah swt, telah berfirman dalam surat al-Hujurat ayat 13:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Jemaah Jumat Yang dirahmati Allah..

Demikianlah perbedaan yang ada, dalam segala hal, hendaknya dijadikan bahan dan tambahan wawasan bagi kita untuk saling mengenal dan mengerti satu sama lain. Allah swt. berfirman:

وَلَوْ شَاء اللّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَـكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُم فَاسْتَبِقُوا الخَيْرَاتِ

Artinya: “Kalau Allah Menghendaki, niscaya kamu Dijadikan- Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak Menguji kamu terhadap karunia yang telah Diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lomba lah berbuat kebajikan.” (QS. al-Maidah: 48)

Dalam firmannya, Allah swt. Menyatakan bahwa perbedaan ada, untuk menguji sejauh mana kita mampu menginsafinya dan menjadikannya jalan untuk berlomba-lomba dalam hal kebaikan.

Semoga saja, berbagai macam perbedaan yang tengah mengemuka ini, tidak memudarkan rasa persaudaraan yang sudah sekian lama mengakar itu.

جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ الْفَائِزِيْنَ الْاَمِنِيْنَ, وَأَدْخَلَنَاوَاِيَّاكُمْ فِى عِبَادِهِ الصَّالِحِيْن

بَارَكَ اللّه لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الّذِيْنَ  آمَنُوْا وَعَمِلُوْا الصَّالِحَاتِ وَتَوَا صَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفَرُوْا رَبَّكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ

Khotbah Jumat: Pemuda Dan Masa Muda

أَلْحَمْدُ للهِ قَاصِمِ الْجَبَابِرَةِ قَهْرَا وَ كَاسِرِ الْأَكَاسِرَةِ كَسْرًا فَسُبْحَانَهُ مِنْ إِلهٍ عَلِيٍّ بِذَاتِهِ فَوْقَ جَمِيْعِ مَخْلُوْقَاتِهِ مَعَ عُلُوِّهِ قَدْرًا وَ قَهْرًا وَتَقَدَّسَ مِنْ مُتَفَضِّلٍ بَسَطَ إِنْعَامُهُ بَرًّا وَ بَحْرًا أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى نِعَمٍ لَمْ تَزَلْ تَتْرًا وَأَشْكُرُهُ عَلَى مِنَنٍ تَرْجِعُ الْأَلْسُنُ عَنْ عَدِّهَا حَسْرَى أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين،أما بعد: فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

Hadirin Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt. dengan menjalankan segala perintahnya serta menjauhi segala larangannya dalam keadaan dan kondisi seperti apapun. Karena Allah telah menurunkan sariatnya untuk kondisi apapun; Dari mulai kita bangun tidur sampai beranjak tidur kembali, semua terdapat tuntunannya. Mari kita bersyukur kepada Allah swt. atas segala anugerah yang telah diberikan kepada kita dan senantiasa berpegang teguh pada nilai-nilai yang dapat menjadikan kita semakin takwa kepada Allah swt.

Jangan sampai, kita merasa aman dari azab Allah swt. yang bisa datang tanpa terduga-duga. Sebab, sesungguhnya tidak ada yang merasa aman dari azab Allah swt. kecuali orang-orang yang merugi. Allah swt. berfirman:

أَفَأَمِنُواْ مَكْرَ اللّهِ فَلاَ يَأْمَنُ مَكْرَ اللّهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

Artinya: “Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. al-A’raf: 99)

Hadirin Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..

Bergulirnya waktu merupakan tanda yang nyata bahwa jatah usia kita semakin menipis. Sementara itu, kita tidak tahu kapan hembusan nafas kita berakhir. Masa muda tidak memiliki apapun untuk menjamin diri kita sampai ke masa tua, oleh karenanya penting kita insafi untuk menjadikan masa muda sebagai langkah persiapan untuk masa-masa selanjutnya. Lebih-lebih masa keabadian nanti.

Masa muda dengan keadaan yang bugar, kuat dan semangat tinggi itu hendaknya diarahkan terhadap hal-hal yang terdapat manfaat di dalamnya; Baik manfaat kepada dirinya atau pun kepada orang lain, bahkan alam sekitarnya. Baginda Nabi bersabda:

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ
Artinya: “Di antara tanda kebaikan keislaman seseorang; Jika dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Ahmad)

Demikian hadis di atas jika benar-benar kita pegang, niscaya hidup akan terasa begitu memiliki arti dan, insyaallah, kita tidak termasuk diantara golongan orang-orang yang menyesal di kemudian hari dan hari kemudian.

Hadirin Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..

Sebagian dari kita ada yang sudah melalui masa mudanya, ada pula yang tengah menjalani masa mudanya. Namun yang perlu ditekankan, dari semuanya itu adalah bukan tentang berapa umur kita, melainkan bagaimana kita mengisinya. Jangan sampai kita membiarkan masa muda kita, atau masa muda orang-orang disekitar kita terlewat begitu saja tanpa mengukir hal-hal yang bermanfaat dan baik lainnya.

Sebagaimana lazimnya semangat muda, keinginan menjadi unggul, terdepan dan terbaik adalah hal yang sulit untuk dihindari. Bahkan dalam banyak hal cenderung baik untuk dipelihara. Oleh karenanya penting kita tengok hadis Nabi tentang seperti apakah sejatinya orang-orang yang terbaik itu. Rasulullah saw. bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ

Artinya: “Sebaik-sebaik kalian adalah orang yang (paling bisa) diharapkan kebaikannya  dan (paling sedikit) keburukannya hingga orang lain merasa aman.” (HR. at-Tirmidzi)

Diantara yang bisa dijadikan pedoman dari hadis ini adalah bagaimana seorang pemuda, dengan dayanya, membawa ketenteraman pada lingkungannya. Nabi saw. juga bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (lainnya).”(HR. at-Thabrani)

Dari hadis ini, selain membawa ketenteraman, pemuda yang ingin jadi terbaik haruslah pula paling memberikan manfaat kepada manusia lainnya.

Hadirin Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..

Demikian mungkin sedikit uraian tentang perlunya menjaga masa muda. Baik masa muda kita atau orang-orang di sekitar kita. Karena kita tahu, bahwa pemuda lah yang akan menjadi nakhoda-nakhoda kehidupan selanjutnya. Pemimpin, tokoh, orang-orang terkemuka;  pada saatnya akan digantikan oleh mereka-mereka yang sekarang tengah menjalani masa muda. Sebagaimana ada kalam bijak mengatakan:

شُبَّانُ الْيَوْمِ رِجَالُ الْغَدِ

Artinya: pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan

Semoga saja kita dan generasi muda kita bisa senantiasa memberikan kebaikan, manfaat dan ketenteraman kepada sekitar kita.

بَارَكَ اللّه لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الّذِيْنَ  آمَنُوْا وَعَمِلُوْا الصَّالِحَاتِ وَتَوَا صَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفَرُوْا رَبَّكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ

Khotbah Jumat: Ibadah-Ibadah Istimewa Dibulan Muharam

أَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ فَاضَلَ بَيْنَ الشُّهُوْرِ وَفَضَّلَ يَوْمَ عَاشُرَاءَ عَلَى جَمِيْعِ أَيَّامِهِ وَ جَعَلَهُ لِعَقْدِ أَيَّامِ الشَّهْرِ وَاسِطَة النِّظَامِ أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ حَمْدَ عَبْدٍ مُعْتَرِفٍ بِأَنَّ التَّوْفِيْقَ لِلْحَمْدِ مِنْ نِعَمِهِ الْعِظَامِ وَأَشْكُرُهُ عَلَى مَوَاهِبِهِ الْجِسَامِ وَأَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أما بعد فَيآأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ قَدْ إِسْتَقْبَلْتُمْ عَامًا جَدِيْدًا وَشَهْرًا مُفَضَّلاً حَمِيْدًا

Hadirin Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. dengan sekuat mungkin melaksanakan perintahnya dan meninggalkan tiap-tiap larangan-Nya. Bila waktu-waktu lalu masih ada hal-hal yang belum sempat kita perbaiki, maka hari ini dan esok akan selalu terbuka lebar-lebar untuk kita memperbaiki diri; Dan jalan terbaik untuk memperbaiki adalah tentunya dengan niatan yang kuat dan menjadikan kesalahan-kesalahan yang lalu sebagai rambu-rambu bagi kita agar tidak terjerembab kembali di dalamnya.

Hadirin Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..

Allah Swt. berfirman :

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu (lauhul mahfudz). Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.” (QS. at-Taubah: 36)

Bulan Muharam, yang menjadi awal dari tahun hijriah, merupakan satu diantara empat bulan mulia di atas. Di dalam bulan Muharam terdapat banyak keutaman-keutaman dalam beribadah kepada Allah Swt.

Puasa. Ya, diantara ibadah-ibadah yang diistimewakan dibulan ini adalah berpuasa. Rasulullah saw. bersabda:

اَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ أَلَّذِيْ تَدْعُوْنَهُ  الْمُحَرَّمُ   

Artinya: “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu yang kalian sebut dengan bulan Muharam” (HR. Ahmad)

Dibulan ini pula terdapat hari Asyuro.  Hari Asyura (عاشوراء) adalah hari kesepuluh bulan Muharram. Hari ini bisa dibilang salah satu hari yang paling khusus dan istimewa pada bulan tersebut. Dulu, sewaktu Nabi Muhammad saw. tiba di Madinah, orang-orang Yahudi Madinah selalu berpuasa pada hari tersebut. Nabi lalu menganjurkan pula kepada umatnya untuk berpuasa pada hari tersebut. Hanya saja beliau menambahkan pula kesunnahan puasa pada sehari sebelumnya, agar berbeda dengan tradisi orang-orang Yahudi. Puasa hari kesembilan itu disebut puasa tâsu’a. Pahala puasa pada hari Asyura sendiri sangat besar. Diriwayatkan dari sahabat ‘Abdullah bin ‘Abbas ra., bahwasanya Rasulullah saw. pernah bersabda:

مَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أَعْطَاهُ اللَّهُ تَعَالَى ثَوَابَ عَشْرَةِ آلافِ مَلَكٍ  وَمَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أُعْطِيَ ثَوَابَ عَشْرَةِ آلَافِ حَاجٍّ وَمُعْتَمِرٍ وَعَشْرَةِ آلافِ شَهِيدٍ ، وَمَنْ مَسَحَ يَدَهُ عَلَى رَأْسِ يَتِيمٍ يَوْمَ عَاشُورَاءَ رَفَعَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ دَرَجَةً ، وَمَنْ فَطَّرَ مُؤْمِنًا لَيْلَةَ عَاشُورَاءَ فَكَأَنَّمَا أَفْطَرَ عِنْدَهُ جَمِيعُ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ ، وَأَشْبَعَ بُطُونَهُمْ

Artinya: “Barang siapa yang berpuasa pada hari asyura di bulan Muharram, maka Allah SWT akan memberikannya pahala sepuluh ribu malaikat. Dan barang siapa yang mau berpuasa pada hari asyura di bulan Muharram, maka ia akan diberikan pahala sepuluh ribu orang yang menunaikan ibadah haji, umrah, dan sepuluh ribu pahala orang yang mati syahid. Dan siapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari asyura, maka Allah swt. akan mengangkat untuknya, setiap helai rambut satu derajat. Dan barang siapa yang memberi hidangan berbuka pada malam asyura, maka seakan-akan ia memberikan hidangan berbuka untuk seluruh umat Muhammad saw., dan mengenyangkan perut mereka semua.

 

Hadirin Jemaah Jumat yang Dimuliakan Allah..

Sebagaimana hadis diatas bahwa keutamaan dibulan Muharam ini bukan hanya puasa, melainkan mengasihi anak yatim dan memberi hidangan berbuka pada malam Asyura juga terdapat ganjaran yang begitu agung dari Allah Swt.

Selain itu, di hari Asyura kita disunahkan pula untuk memberi nafkah lebih bagi keluarga, sebagaimana sabda Nabi:

مَنْ َوسِعَ عَلَى عِيَالِهِ فِيْ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ وَسِعَ اللهُ عَلَيْهِ فِيْ سَنَتِهِ كُلِّهَا

Artinya: “Orang yang melapangkan keluarganya pada hari Asyura’, maka Allah akan melapangkan hidupnya pada tahun tersebut.” (HR At-Thabarani dan Al-Baihaqi).

Demikianlah diantara ibadah-ibadah yang Allah Swt. istimewakan dibulan Muharam ini. Semoga kita sekalian diberi keutamaan oleh Allah Swt. untuk mengamalkan keistimewaan-keistimewaan tersebut tentunya dengan niat utama kita adalah agar mendapatkan Rida dari Allah sang pemilik kehidupan.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا لَاتُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُوْنَ. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَ لَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اللآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ