Dalam sebuah kesempatan pada agenda Majelis Sholawat Kubro, Agus Abdul Mu’id Shohib menjelaskan tahapan-tahapan yang harus seorang pencari ilmu (tholabul ilmi) tempuh. Salah satu tahapan yang paling penting adalah mengamalkan ilmu, yang menempati posisi tahapan kelima setelah seseorang benar-benar memahami ilmu yang dia pelajari.
Baca juga: Agus Abdul Mu’id Shohib: Kisah Anak Kecil dan Dua Bata Merah
Agus Muid menegaskan: “Nek wes paham kemudian ilmunya itu harus kita upayakan untuk diamalkan.”
Beliau menekankan bahwa ilmu yang tidak kita amalkan adalah ilmu yang mandul—tampak hidup, tetapi tidak memberi manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Dalam bahasa hikmah, beliau mengutip ungkapan:
حالُ العِلْمِ بِلا عَمَلٍ كحالِ الشَّجَرِ بِلا ثَمَرٍ
“Ilmu tanpa diamalkan itu ibarat pohon nggak ada buahnya. Sia-sia.”
Mengamalkan Ilmu sebagai Cara Menjaga Ilmu
Agus Muid juga menambahkan bahwa mengamalkan ilmu bukan hanya bukti keseriusan penuntut ilmu, tetapi merupakan strategi paling ampuh untuk menjaga ilmu agar tidak hilang.
Baca juga: KH. Anwar Manshur: Keikhlasan Mengajar dan Warisan Ilmu
Beliau menjelaskan: “Mengamalkan itu juga merupakan salah satu bentuk upaya menjaga ilmu.”
Mengapa demikian? Karena ilmu yang kita praktikkan akan terus berputar, terus kita gunakan, dan karena itu, ia tidak mudah menguap dari akal. Bahkan, ilmu yang kita amalkan secara rutin akan tertanam kuat di alam bawah sadar kita.
“Ilmu yang sampean amalkan itu pasti akan lebih sampean ingat dibanding ilmu itu tidak sampean amalkan.”
Baca juga: KH. Nurul Huda Ahmad: Ikhtiar Santri dan Kedalaman Tikror
Contoh Sederhana: Mengapa Kita Hafal Al-Fatihah Tanpa Menghafal? Agus Muid memberikan ilustrasi yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kita bisa hafal Al-Fatihah, tahiyat, atau doa qunut—bahkan tanpa duduk khusus untuk menghafalkannya. Alasannya sederhana: karena kita mengamalkannya setiap hari.
Baca juga: Agus Abdul Mu’id Shohib: Sholawat kepada Nabi Muhammad
“Sampean kenapa fateha (al-fatihah), moco tahiyat, moco qunut gak perlu dilalar tapi selalu hafal? Karena setiap hari kita mengamalkan.”
Ilmu yang kita amalkan akan tertancap kuat. Sebaliknya, ilmu yang hanya kita hafal tanpa kita amalkan akan cepat menghilang dari ingatan kita.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
