216 views

Sifat Tawakkal Malik bin Dinar

Diceritakan bahwa Malik bin Dinar berkata : “Saat aku akan berangkat untuk beribadah haji, aku melewati padang pasir. Lalu aku melihat seekor gagak yang pada paruhnya terdapat potongan roti. Aku bergumam, ‘Bagaimana bisa seekor gagak yang terbang, membawa sepotong roti di paruhnya?’. Karena penasaran, aku pun mengikuti gagak tersebut.

Gagak tersebut terbang, dan mengakhiri perjalanannya dalam sebuah goa yang gelap. Di dalam goa tersebut terdapat lelaki yang ditali kedua tangan dan kakinya. Nampaknya, gagak itu memang sengaja membawakan roti itu untuk laki-laki tersebut. Terlihat dari cara gagak itu menyuapi sepotong demi sepotong roti, untuk lelaki itu.

Setelah gagak itu terbang dan belum kembali, aku memutuskan menghampiri lelaki itu, dan menanyainya. “Darimanakah dirimu?” laki-laki itu pun menjawab, “Aku adalah bagian dari jamaah haji yang ingin beribadah. Namun, ada sekawanan perampok yang mengambil seluruh hartaku. Lalu mereka membuangku di tempat ini.”

Tawakkal & Sabar

Laki-laki itu hanya mampu bersabar akan rasa laparnya kurang lebih lima hari. Aku pun hanya bisa mengucapkan sebuah ayat yang berbunyi;

اَمَّنْ يُّجِيْبُ الْمُضْطَرَّ اِذَا دَعَاهُ

“Bukankah Dia (Allah) yang mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya”

Lantas Allah menjadikan gagak itu sebagai bentuk belas kasihan-Nya. Untuk memberikan hidup padanya, menyuapinya makanan dan minuman. Aku pun lalu melepaskan ikatan pada kedua tangan dan kakinya itu. Kami berdua pun melanjutkan perjalanan.

Di tengah padang pasir itu, kami yang sudah kehausan dan tidak memiliki air melihat sekawanan kijang betina yang berkumpul. Kami pun bahagia melihatnya. Karena jika ada hewan di tengah padang pasir berkumpul, disitulah sumber air bisa ditemukan.

Saat kami dekati, sekumpulan kijang itu berlarian. Kami pun segera minum. Aku lagi-lagi hanya bisa bergumam, ‘Ya Allah, kijang-kijang ini tidak beribadah kepada-Mu, dan tetap engkau berikan mereka minum agar bertahan hidup.’

Setelah meminum air tersebut, aku mendengar sebuah suara yang mengatakan, “Kawanan kijang betina itu memang tidak beribadah kepada-Ku, tetapi mereka bertawakkal kepada-Ku. Sehingga aku memberikannya rizki.”

Khutbah Jumat Dzulqo’dah : Pendidikan Nabi Ibrahim Cerminan Pondok Pesantren

TAHLIL & DO’A MEMPERINGATI 40 WAFATNYA Alm KH. M. MA’ROEF ZAINUDDIN

2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.