Tag Archives: sabar

Sebaik-baik Perhiasan Dunia

Perempuan itu berlian, akan tampak lebih indah jika dibalut dengan akhlak terpuji. Pahala mereka melimpah ruah meski hanya di dalam rumah. Komunikasi yang baik dalam rumah tangga merupakan ceruk yang harus dibangun sejak dini agar lekas tercipta Chemistry antara suami-istri. Semua bisa dicapai dengan saling menjaga perasaan satu sama lain. Mau menerima kondisi dan keadaan pasangannya, dan sebagainya. Bagaimanapun itu merupakan lahan pahala.
Bersabar dengan apa yang ada dalam diri pasangannya. Materi, fisik maupun hal-hal indrawi lainnya hanyalah penunjang kebahagiaan. Semua dapat diatasi dengan penyikapan yang telah dituntunkan agama.

Bagi istri, ketaatan kepada suami adalah modal besar kelak di hadapan Tuhan. Dalam kesehariannya, ada banyak poin mengenai etika terhadap suami. Diantaranya hanya bersolek untuk suami. Menjaga martabat suami di depan orang lain. Tidak menghina kondisi fisik suami jika memang kurang begitu menyenangkan untuk dipandang. Bahkan janganlah membanggakan kecantikannya kepada suami.

Sebuah kisah menarik diceritakan oleh Syekh Asmu’i. : “Suatu ketika aku masuk pada sebuah perkampungan. Di sana aku bertemu dengan seorang wanita yang kecantikannya sungguh sangat. Dia menjadi istri dari sosok lelaki yang (maaf) buruk rupa.” Beliau heran kenapa ia mau diambil istri.
“Duhai, kenapa engkau mau menjadi istri dari seorang suami yang macam dia.” Pertanyaan beliau ini sungguh menyinggung perasaan perempuan itu.

“Diam kau!. Buruk sekali perkataanmu itu.” Jelas ia tidak terima. Namun ia menjawab kenapa mau dijadikan istri dengan jawaban yang mempesona nan bijaksana.
“Bisa saja suamiku itu saleh dan taat. Memenuhi segala hak-hak Allah Sang Khaliq. Sebagai pahalanya (mungkin) Allah menjadikanku istrinya. Sedangkan aku, bisa saja aku telah berlaku buruk dan tidak taat kepada Allah. Untuk balasannya (mungkin) menjadikannya sebagai suamiku. Kenapa aku tidak rida dengan sesuatu yang Allah rida terhadapnya?. ” Jawabanya begitu menohok sanubari Syekh Asmu’i.
“Sungguh ia membuatku diam seribu bahasa.” Tandas beliau.
Sekian, semoga bisa menjadi renungan agar bisa bersikap positif terhadap kenyataan yang pahit dalam segala lini kehidupan kita.

الدُّنْيَا مَتاَعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)

[ABNA]

Baca juga:
ISTRI YANG PALING SABAR

Subscribe juga:
Pondok Pesantren Lirboyo

# Sebaik-baik Perhiasan Dunia

Belajar Sabar dari Anak Kecil

Syaikh Fudhail bin ‘Iyadz adalah salah seorang ulama besar ahli tasawuf. Suatu hari beliau melihat kejadian sederhana yang menarik dan berharga. Karena mengandung pelajaran hidup tentang kesabaran. Sabar untuk bertaubat, sabar untuk selalu berdoa dan berharap kepada Sang Pencipta.

Alkisah, suatu hari pada saat beliau hendak pergi ke masjid, beliau melihat ada seorang anak kecil yang mendapat amarah dari ibunya. Ibu itu memukul anaknya. Karena dipukul oleh ibunya, si anak berteriak dan melarikan diri keluar rumah. Dia menjerit lalu pergi. Mungkin menghindar dan takut dipukuli.

Melihat anaknya pergi keluar rumah meloloskan diri, si ibu akhirnya menutup pintu rumahnya. Dia mengunci pintu agar si anak tidak bisa masuk. Mungkin sebagai bentuk hukuman.

Dari jauh Syaikh Fudhail bin ‘Iyadz memperhatikan kejadian itu sekilas. Dan beliau kembali melanjutkan perjalan menuju ke masjid.

Sepulang dari masjid, Syaikh Fudhail bin ‘Iyadz kembali melewati rumah si ibu tadi. Rumahnya masih tertutup dan terkunci. Si anak belum boleh masuk. Namun dia menanti dengan sabar di dekat pintu rumah. Terlihat jelas bekas guratan air mata yang lewat dari pelupuk mata anak itu. Air mata yang masih membekas membasahi pipi. Anak itu menangis mengharapkan belas kasih ibunya.

Syaikh Fudhail bin ‘Iyadz mengamati kejadian itu. Beliau menyempatkan diri untuk memperhatikan. Mungkin dari jauh.

Ibu anak itu melihat anaknya tertidur di dekat pintu. Anak itu masih menunggu kebaikan ibunya. Dia menanti dengan sabar hingga pulas dibalut mimpi. Dan hati si ibu mulai tergerak dan bergetar. Tersentuh hatinya oleh kegigihan anaknya. Iba mengetahui ada bekas air mata di pipinya.

Si ibu pun akhirnya tak tega. Terharu perasaannya. Dia lepaskan juga kunci pintu rumahnya. Dan mempersilahkan anaknya masuk dengan hati terbuka.

Mengetahui itu, Syaikh Fudhail bin ‘Iyadz tergetar. Sederhana kejadian itu, namun begitu dalam bermakna bagi beliau. Ada pelajaran yang sangat penting dan berharga. Tak terasa air mata Syaikh Fudhail bin ‘Iyadz juga ikut menetes. Basah jenggot beliau oleh air mata.

Beliau berkata, mengambil hikmah luar biasa dari kejadian sederhana itu, “subhanallah. Andaikan seorang hamba bersabar selalu menunggu didepan pintu-Nya. Niscaya Allah Subhanahuwata’ala pasti akan membukakan pintu untuk hamba-Nya.”

“Aku mendapatkan pelajaran tentang sabar dari anak kecil…” Kata Syaikh Fudhail bin ‘Iyadz hari itu.

Maka demikian juga dalam berdoa dan bertaubat. Seorang hamba tak boleh hilang harapan. Jangan pernah menyerah dan putus asa. pintu-Nya akan terbuka bagi hamba yang tak pernah lelah meminta. Meminta ampunan, memohon rahmat, dan mengharapkan anugerah.

سلسلة الدار الآخرة صـ ١٦ جـ ٢

قال الفضيل بن عياض: تعلمت الصبر من صبي صغير، يقول: ذهبت مرة إلى المسجد فوجدت امرأة تنظر من داخل دار، وهي تضرب ابنها، وهو يصرخ، ففتح الباب وهرب، فأغلقت عليه الباب، قال: فلما رجعت نظرت فلقيت الولد بعدما بكى قليلاً نام على عتبة الباب يستعطف أمه؛ فرق قلب الأم ففتحت الباب، فبكى الفضيل حتى ابتلت لحيته بالدموع وقال: سبحان الله! لو صبر العبد على باب الله عز وجل لفتح الله له.

Penulis: M. Khoirul Wafa Santri asal Wonosobo.

Khutbah Jumat: Sabar Pada Ujian

أَلْحَمْدُ ِللهِ أَهْلِ الْحَمْدِ وَالثَّنَاءِ, أَلْمُنْفَرِدِ بِرِدَاءِ الْكِبْرِيَاءِ, أَلْمُتَوَحِّدِ بِصِفَاتِ الْمَجْدِ وَالْعَلَاءِ , أَلْمُؤَيَّدِ صَفْوَةَ الْأَوْلِيَاءِ بِقُوَّةِ الصَّبْرِ عَلَى السَّرَّاءِ وَ الضَّرَّاءِ وَالشُّكْرِ عَلَى الْبَلاَءِ وَالنَّعْمَاءِ, وَالصَّلَاةُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْأَنْبِيَاءِ وَعَلَى أَصْحَابِهِ سَادَةِ الْأَصْفِيَاءِ وَعَلَى أَلِهِ قَادَةِ الْبَرَارَةِ الْأَتْقِيَاءِ صَلَاةً مَحْرُوْسَةً بِالدَّوَامِ عَلَى الْفَنَاءِ وَمَصُوْنَةً بِالتَّعَاقُبِ عَنِ التَّصَرُّمِ وَ الْإِنْقِضَاءِ. وَقَالَ تَعَالَى لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا وَقَالَ أَيْضًا إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Hadirin Jamaah Jumat Yang Dirahmati Allah..

Tak henti-hentinya, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan menjauhi segala larangannya dan berusaha melaksanakan perintah-perintahnya. Ketakwaan adalah kunci. Kunci untukmenjalani kehidupan yang singkat ini. Berbagai gelombang dan suasana kehidupan yang silih berganti menghampiri kita ini, hendaknya takwa selalu menjadi panduan utama kita dalam menghadapinya. Jika kenikmatan yang sedang kita peroleh, maka bersyukur adalah sikap yang pantas bagi kita sebagai seorang hamba dan jika yang terjadi adalah hal-hal yang tidak mengenakkan kita, maka insyafilah bahwa itu adalah tangga-tangga dari Allah untuk menaikkan derajat kita.

Hadirin Jamaah Jumat Yang Dirahmati Allah..

Selain itu, saat menyikapi ujian yang tengah menimpa, hendaknya kita tidak lupa dengan firman Allah Ta’ala dalam surat al-Baqarah ayat 286,

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Artinya: “Allah tidak akan membebani seseorang diluar kemampuannya”

Dengan berpijak pada ayat ini, setidaknya agar kita tetap memiliki semangat dan tekad untuk melalui tangga ujian yang tengah Allah berikan kepada kita. Dengan mengingat ayat ini pula kita disadarakan bahwasebenarnya kita mampu untuk menghadapi berbagai ujian yang datang silihberganti, lebih-lebih Allah ta’ala telah memberikan kabar gembira bagi hamba-hambanyayang sedia untuk bersabar. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Artinya: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas” (QS.az-Zumar: 10)

Hadirin Jamaah Jumat Yang Dirahmati Allah..

Ada baiknya pula dalam menyikapi ujian yang tengah menimpa kita,kita meraba-raba pikiran dan menelusuri nikmat-nikmat yang masih Allah anugerahkan untuk tetap mensyukurinya. agar nantinya hal ini menjadi penyeimbang kesedihan ataupun kesusahan yang tengah kita alami;

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ,إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Artinya: “Maka sungguh ditiap-tiap kesulitan ada kemudahan, sungguh pada kesulitan ada kemudahan” (QS.As-Sarh :5-6)

Demikian janji Allah terhadap segala kesulitan yang menimpa kita.Dengan ini semoga saja kita diakui sebagai hamba-Nya yang tetap bisa bersyukur dalam berbagai keadaan.

Dan yang terpenting dalam mencari ketentraman hati di tengah ujian yang melanda adalah dengan selalu ingat kepada Allah. Firman Allah Ta’ala:

أَلَابِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya: “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”(QS. ar-Ra’du:28)

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khotbah Jumat: Memahami Pola Hidup

الْحَمْدُ للهِ الّذِيْ وَعَدَ لِلصَّابِرِيْنَ وَالشَّاكِرِيْنَ جَزَاءً مَوْفُوْرًا. أَشْهَدُ أَنْ لَاإلهَ إلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ إِلَى كَافَّةِ الْخَلْقِ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيْرًا. اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَنَا وَحَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ: يَا مَعْشَرَ الْمُسْلِمِيْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ. فَإِنَّهُ قَالَ فيِ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبْ.

Hadirin Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..

Dari mimbar khotbah ini, terlebih dahulu saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan hadirin sekalian, marilah kita meneguhkan hati untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt yaitu melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.

Di dalam dunia ini, tidak ada satu pun manusia yang selama hidupnya selalu menemui apa yang diingini, selalu mendapatkan semua yang diharapkan dan segala cita-citanya menjadi nyata. Dalam hidupnya, manusia pasti menjumpai berbagai hal yang tidak ia harapkan. Sedih dan bahagia datang silih berganti. Oleh karenanya, harus kita barengi pula dengan sikap yang bisa mengimbangi kepastian itu. tidak lain adalah sifat sabar dan sukur

Hadirin Jemaah Jumat Yang Dimuliakan Allah..

Allah berfirman dalam AlQuran surat al Insan ayat 2 :

هَلْ أَتَى عَلَى الإنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا (١) إِنَّا خَلَقْنَا الإنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا (٢)إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا

Artinya: 1. Bukankah pernah datang kepada manusia satu waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? 2. Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. 3. Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus ; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur.

Allah juga berfirman dalam surat al Mulk ayat 1 dan 2 :

(تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (١) الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ (٢

Artinya: 1. Mahasuci Allah yang di tangan-Nya segala kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. 2. Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.

 

Ayat-ayat Alquran ini memberi pengertian kepada kita bahwa apapun yang diberikan kepada kita adalah ujian dan cobaan. Saat hidup kita bahagia dan tercukupi, itu berarti kita sedang diuji, bisakah kita bersyukur kepada Dzat Yang Maha Memberi Nikmat. Lalu bisakah kita mempergunakan anugerah-anugerahNya dengan baik dan benar. Adapun saat kita berduka atau hidup dalam kekurangan, itu juga artinya kita sedang diuji, bisakah kita bersabar menghadapi cobaan.

Jadi pada hakikatnya, nikmat dan musibah, semua itu adalah ujian. Karena itulah, apapun dan bagaimanapun yang terjadi di hari-hari kehidupan dunia yang fana ini, jangan sampai kita lupa kepada Tuhan kita, Tuhan semesta alam, Alloh SWT. Dengan senantiasa mengingatNya, hati kita akan menjadi tenang dan tentram. Agar kita selalu mendapatkan petunjuk dan bimbinganNya untuk meraih kehidupan yang baik di dunia dan di akhirat yakni surgaNya, kehidupan yang dirahmati dan abadi.

Ayat-ayat ini juga hendaknya menyadarkan kita bahwa kenyataan apapun, cobaan apapun dalam hidup, semestinya kita jadikan pendorong untuk meningkatkan kualitas pribadi kita dan untuk menjadikan hidup kita lebih bermanfaat, bermartabat dan bermakna.

بَارَكَ اللّه لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الّذِيْنَ آمَنُوْا وَعَمِلُوْا الصَّالِحَاتِ وَتَوَا صَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفَرُوْا رَبَّكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ

Khotbah Jumat: Menyikapi Ujian

ألسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

أَلْحَمْدُ ِللهِ أَهْلِ الْحَمْدِ وَالثَّنَاءِ, أَلْمُنْفَرِدِ بِرِدَاءِ الْكِبْرِيَاءِ, أَلْمُتَوَحِّدِ بِصِفَاتِ الْمَجْدِ وَالْعَلَاءِ , أَلْمُؤَيَّدِ صَفْوَةَ الْأَوْلِيَاءِ بِقُوَّةِ الصَّبْرِ عَلَى السَّرَّاءِ وَ الضَّرَّاءِ وَالشُّكْرِ عَلَى الْبَلاَءِ وَالنَّعْمَاءِ, وَالصَّلَاةُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْأَنْبِيَاءِ وَعَلَى أَصْحَابِهِ سَادَةِ الْأَصْفِيَاءِ وَعَلَى أَلِهِ قَادَةِ الْبَرَارَةِ الْأَتْقِيَاءِ صَلَاةً مَحْرُوْسَةً بِالدَّوَامِ عَلَى الْفَنَاءِ وَمَصُوْنَةً بِالتَّعَاقُبِ عَنِ التَّصَرُّمِ وَ الْإِنْقِضَاءِ. وَقَالَ تَعَالَى لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا وَقَالَ أَيْضًا إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Hadirin Jamaah Jumat Yang Dirahmati Allah..

Tak henti-hentinya, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan menjauhi segala larangannya dan berusaha melaksanakan perintah-perintahnya. Ketakwaan adalah kunci. Kunci untuk menjalani kehidupan yang singkat ini. Berbagai gelombang dan suasana kehidupan yang silih berganti menghampiri kita ini, hendaknya takwa selalu menjadi panduan utama kita dalam menghadapinya. Jika kenikmatan yang sedang kita peroleh, maka bersyukur adalah sikap yang pantas bagi kita sebagai seorang hamba dan jika yang terjadi adalah hal-hal yang tidak mengenakkan kita, maka insyafilah bahwa itu adalah tangga-tangga dari Allah untuk menaikkan derajat kita.

Hadirin Jamaah Jumat Yang Dirahmati Allah..

Selain itu, saat menyikapi ujian yang tengah menimpa, hendaknya kita tidak lupa dengan firman Allah Ta’ala dalam surat al-Baqarah ayat 286,

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Artinya: “Allah tidak akan membebani seseorang diluar kemampuannya”

Dengan berpijak pada ayat ini, setidaknya agar kita tetap memiliki semangat dan tekad untuk melalui tangga ujian yang tengah Allah berikan kepada kita. Dengan mengingat ayat ini pula kita disadarakan bahwa sebenarnya kita mampu untuk menghadapi berbagai ujian yang datang silih berganti, lebih-lebih Allah ta’ala telah memberikan kabar gembira bagi hamba-hambanya yang sedia untuk bersabar. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Artinya: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas” (QS. az-Zumar: 10)

Hadirin Jamaah Jumat Yang Dirahmati Allah..

Ada baiknya pula dalam menyikapi ujian yang tengah menimpa kita, kita meraba-raba pikiran dan menelusuri nikmat-nikmat yang masih Allah anugerahkan untuk tetap mensyukurinya. agar nantinya hal ini menjadi penyeimbang kesedihan ataupun kesusahan yang tengah kita alami;

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ,إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Artinya: “Maka sungguh ditiap-tiap kesulitan ada kemudahan, sungguh pada kesulitan ada kemudahan” (QS. As-Sarh :5-6)

 

Demikian janji Allah terhadap segala kesulitan yang menimpa kita. Dengan ini semoga saja kita diakui sebagai hamba-Nya yang tetap bisa bersyukur dalam berbagai keadaan.

Dan yang terpenting dalam mencari ketentraman hati di tengah ujian yang melanda adalah dengan selalu ingat kepada Allah. Firman Allah Ta’ala:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya: “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”(QS. ar-Ra’du:28)

 

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا لَاتُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُوْنَ. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَ لَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اللآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

 

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته