Agus Ibrahim Ahmad Hafidz; Keistimewaan Malam Jumat

malam jumat

Dalam kesempatan Majelis Sholawat Kubro yang ke-4 pada tahun ajaran 1445 -1446 H., Agus HM. Ibrahim Ahmad Hafidz menjelaskan beberapa keistimewaan malam dan hari Jumat.

1. Tradisi Malam Jumat di Kalangan Nahdliyin

Beliau memaparkan bahwa di kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU), terdapat kebiasaan baik setiap malam Jum’at, seperti membaca Maulid Diba’, Barzanji, dan berbagai bentuk sholawat. Hal ini sangat dianjurkan karena:

2. Nabi Muhammad saw dan Malam Jumat

Agus HM. Ibrahim juga menyampaikan bahwa menurut beberapa riwayat, Nabi Muhammad saw pada malam Jumat merupakan (nafkhur-rūḥ) waktu Allah meniupkan ruh kepada Nabi Muhammad. Ini menjadi alasan utama mengapa malam Jumat begitu mulia, karena malam itu menjadi awal mula kehadiran ruh Nabi ke alam dunia.

Baca juga: KH. Abdullah Kafabihi; Bersyukur Kepada Allah

Sementara itu, kelahiran secara jasadiyah dan ruhaniyah beliau secara lengkap terjadi pada hari senin tanggal 12 Rabi’ul Awwal.

3. Keutamaan Orang yang Wafat di Malam Jumat

Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda bahwa barang siapa yang meninggal pada malam atau hari Jumat, maka dosanya akan Allah Swt ampuni. Hal ini menandakan kemuliaan waktu tersebut sebagai momentum husnul khatimah bagi orang-orang beriman.

4. Mengapa Nabi Wafat di Hari Senin?

Meski malam dan hari Jumat begitu mulia, Nabi Muhammad saw wafat pada hari Senin. Hal ini, menurut beliau, bukan berarti kurangnya yang Nabi peroleh, yakni mendapat ampunan Allah. Karena Nabi sendiri telah Allah jamin mendapat pengampunan sebagaimana firman-Nya:

Baca juga: Masyaqoh Santri; Kisah Perjuangan KH. Abdul Karim

“Ghufira lahu maa taqaddama min dzambihi wa maa ta’akhkhar.”
“Telah diampuni baginya (Nabi Muhammad) dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.”

Dengan demikian, wafatnya Rasulullah saw, pada hari Senin justru menambahkan kemuliaan pada hari lain, yakni hari jumat. Sehingga, orang yang wafat pada hari Senin dapat kita katakan sebagai orang yang meninggal di hari yang sama dengan wafatnya Nabi Muhammad saw.

Baca juga: KH. Abdulloh Kafabihi: Dewasa dalam Menghadapi Tahun Demokrasi

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses