Cerita Islami : Gagal Membunuh Rasulullah, Ekonomi Umat Islam Diboikot

Ilustrasi Boikot(Shutterstock.com)

Setelah rencana orang kafir Quraisy untuk membunuh Rasulullah Saw gagal, kaum kafir Quraisy bersepakat agar ekonomi umat islam diboikot. Mereka membuat kesepakatan tertulis bahwa mereka tidak akan menjalin hubungan pernikahan, tidak akan melakukan transaksi jual-beli, tidak membiarkan keluarga Muhammad mencari nafkah dengan bebas.

Kaum Quraisy juga tidak akan berdamai dengan umat islam, dan tidak akan berbelas kasihan kepada mereka sampai Bani Abdul Muthalib mau menyerahkan Rasulullah Saw untuk dibunuh.

Naskah perjanjian ini pun mereka gantungkan di dinding Ka’bah. Kaum kafir Quraisy berpegang teguh pada perjanjian ini selama tiga tahun, sejak bulan Muharram tahun ke-7 kenabian hingga tahun ke-10. Ada pendapat lain bahwa ekonomi umat islam yang diboikot itu hanya berlangsung selama dua tahun.

Di Kota Makkah ada beberapa wilayah yang terpisah-pisah antara yang satu dan yang lainnya. Di salah satu wilayah itulah Bani Hasyim dan Bani Al-Muthalib, baik yang Muslim maupun musyrik, berkumpul. Kaum Muslim berkumpul di sana lantaran kesamaan akidah.

Sementara yang masih musyrik berada di sana lantaran fanatisme kekeluargaan, kecuali Abu Lahab (Abdul Uzza bin Abdul Muthalib) yang telah bergabung dengan kaum Quraisy dan memusuhi Nabi Saw. beserta para pengikutnya.

Rasulullah Saw dan kaum Muslim hidup menderita selama tiga tahun. Musibah yang mereka alami semakin lama semakin berat. Dalam Shahih Al Bukhari disebutkan bahwa mereka teramat menderita sampai-sampai mereka terpaksa makan kulit pohon dan dedaunan.

As-Suhaili menceritakan bahwa jika ada rombongan pedagang dari luar datang ke Makkah, para sahabat Nabi Saw. pergi ke pasar untuk membeli bahan makanan kebutuhan keluarga mereka. Melihat keadaan itu, Abu Lahab berteriak,

“Hai pedagang, naikkan harga bagi para pengikut Muhammad agar tidak mampu membeli apa-apa.”

Maka, mereka menaikkan harga berkali-kali lipat sehingga kaum Muslim terpaksa pulang dengan tangan hampa, menemui anak anak mereka yang kelaparan. Di penghujung tahun ketiga pemboikotan, sekelompok orang Bani Qushaiy mengecam perjanjian itu, lalu mereka bersepakat membatalkannya.

Lembar Perjanjian termakan rayap

Allah Swt mengirim rayap untuk memakan lembar perjanjian itu kecuali beberapa kata yang menyebutkan nama Allah Swt. Rasulullah Saw telah memberi tahu kejadian itu kepada pamannya, Abu Thalib. Lantas sang paman bertanya,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.