Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali terjebak dalam penyesalan atas masa lalu atau kecemasan menghadapi masa depan. Kalimat-kalimat seperti “Seandainya waktu itu saya tidak mengambil keputusan ini…” atau “Bagaimana kalau nanti rencana saya gagal?” sering kali berputar di kepala kita. Jika dibiarkan, pola pikir seperti ini akan melelahkan jiwa dan merusak kesehatan mental seorang muslim.
Dalam hadisnya yang mulia, Rasulullah pernah berpesan:
وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ، وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ
“Dan ketahuilah, bahwa apa saja yang luput darimu tidak akan pernah menimpamu, dan apa saja yang menimpamu tidak akan pernah luput darimu.”
Melalui kitab Mirqat al-Mafatih Syarh Misykat al-Mashabih, seorang ulama besar mazhab Hanafi bernama Syekh Mulla Ali al-Qari membedah makna mendalam di balik hadis ini. Dari penjelasan beliau, kita bisa belajar bagaimana memahami takdir secara logis dan mendalam.
Baca juga: Rahasia dan Adab Minum Air Zamzam yang Harus Kita Ketahui!
Keterangan Potongan Hadis Pertama
Secara bahasa, kata al-khatha’ berarti menyimpang atau bergeser dari arah yang seharusnya. Syekh Mulla Ali al-Qari menjelaskan bahwa frasa
مَا أَخْطَأَكَ
“apa yang luput darimu”
mencakup segala aspek kehidupan: baik itu nikmat dan kelapangan yang batal kita dapatkan, maupun kesempitan dan musibah yang hampir mengenai kita tetapi akhirnya meleset.
Dari sisi kaidah bahasa Arab, kalimat
لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ
menggunakan struktur penegasan yang sangat kuat (mubalaghah). Adanya lam al-juhud di sana menegaskan bahwa hal tersebut secara mutlak mustahil terjadi pada Anda.
Ketika seorang hamba menyadari bahwa apa yang luput darinya memang mustahil ia dapatkan, ego di dalam dirinya akan tunduk. Manusia sering kali memiliki ilusi bahwa mereka bisa mengontrol segala hal lewat kecerdasan atau kerja kerasnya. Penulis kitab menegaskan bahwa karena pena takdir sudah digariskan 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi, maka pergerakan maupun diamnya manusia dalam ambisi yang berlebihan sebenarnya tidak akan mengubah ketetapan yang ada.
Keterangan Potongan Hadis Kedua
Pada potongan kedua,
وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ
“dan apa saja yang menimpamu tidak akan pernah luput darimu,”
Syekh Mulla Ali al-Qari menjelaskan bahwa kalimat ini bertujuan untuk mendorong manusia agar memiliki sifat tawakal, rida, serta menepis anggapan bahwa manusia mempunyai daya dan kekuatan secara independen di hadapan Allah.
Segala jenis peristiwa, baik berupa kebahagiaan, kesengsaraan, kesulitan, kemudahan, manfaat, mudarat, bahkan urusan ajal dan rezeki, semuanya telah berjalan sesuai qadha dan qadar Allah.
Saat musibah datang menghantam, pemahaman terhadap hadis ini berfungsi sebagai penenang mental. Prinsip ini membersihkan hati dari kebiasaan menyalahkan keadaan atau mencari-cari kesalahan orang lain. Syekh Mulla mengajak kita untuk melihat realitas secara objektif: bahwa kejadian tersebut bukan sebuah kebetulan yang sial, melainkan sebuah skenario yang memang sudah dijadwalkan untuk terjadi.
Baca juga: Mengenal 3 Jenis Sabar dalam Islam dan Contohnya
Kesimpulan: Respon yang Harus Seorang Muslim Miliki
Penerimaan terhadap takdir yang Syekh Mulla Ali al-Qari uraikan bukanlah bentuk kepasrahan yang pasif atau kebolehan untuk bermalas-malasan. Sebaliknya, ini adalah bentuk manajemen mental yang sangat aktif dalam menghadapi dua kondisi kehidupan:
- Bersyukur saat berada di posisi lapang
Ketika mendapatkan nikmat, ia tidak menjadi sombong atau merasa paling hebat, karena ia tahu nikmat itu bisa diraih semata-mata karena sudah ditakdirkan untuknya.
- Bersabar saat berada di posisi sempit
Ketika diuji dengan kesulitan, jiwanya tidak terguncang secara berlebihan karena ia tahu bahwa ujian ini tidak akan pernah meleset darinya, dan ada hikmah di balik ketetapan tersebut.
Referensi
Ali bin Muhammad, Abu al-Hasan Nuruddin al-Mulla al-Harawi al-Qari (W. 1014 H), Mirqat al-Mafatih Syarh Misykat al-Mashabih, (Beirut, Lebanon: Dar al-Fikr, 2002 M), vol. 8, hal. 3325.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





