Doa untuk kedua orang tua

Doa kepada orang tua

Pendahuluan

Orang tua adalah pintu surga bagi anak-anaknya. Dalam Islam, berbakti kepada orang tua (birrul walidain) tidak hanya terbatas pada kehidupan mereka di dunia, tetapi juga harus mendoakan mereka setelah wafat. Doa anak yang saleh termasuk amalan yang terus mengalir pahalanya bagi orang tua. Karena di Al-Qur’an, Hadist Nabi, serta penjelasan para ulama dalam kitab-kitab klasik atau kitab kuning menegaskan tentang Birrul Walidain.

Baca Juga: Meninggalkan Salat Jumat Tiga Kali, Benarkah Murtad?

Dasar Al-Qur’an dan Hadis

Allah SWT berfirman:

وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Dan katakanlah: ‘Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya (ibu bapakku) sebagaimana mereka berdua telah mendidikku waktu kecil.’”

(QS. Al-Isra’: 24)

Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

“إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ”

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputus amalannya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”

(HR. Muslim, no. 1631)

Baca Juga: 500 Santri Putri Ikuti Pemeriksaan Kesehatan, Menteri dan Wakil Gubernur Tinjau Langsung

Doa untuk Orang Tua dalam Kitab Kuning

1. Kitab al-Adzkar (Imam An-Nawawi)

Imam Nawawi menyebutkan doa untuk orang tua yang masyhur, yaitu:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ، وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan rahmatilah mereka sebagaimana mereka telah mendidikku di waktu kecil.”

(al-Adzkar, hal. 186)

Baca Juga: Sumbangsih Santri Terhadap Bangsa Indonesia

2. Kitab Tanbihul Ghafilin (Abu Laits As-Samarqandi)

Kitab ini menekankan pentingnya mendoakan orang tua, bahkan setelah mereka wafat. Karena, pahala dari doa tersebut akan sampai kepada mereka dan, lebih dari itu, menjadi sebab diampuninya dosa-dosa mereka.

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، هَلْ بَقِيَ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا؟ قَالَ: نَعَمْ، الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا، وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا، وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا، وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا، وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا.

“Ada seseorang datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata: ‘Ya Rasulullah, apakah ada sesuatu yang bisa aku lakukan untuk orang tuaku setelah mereka meninggal?’ Nabi menjawab: ‘Iya, engkau bisa mendoakan mereka, memohonkan ampunan untuk mereka, melaksanakan wasiatnya, menyambung silaturahmi dengan kerabat mereka dan memuliakan teman-teman mereka.’”

(Al-Ādāb Asy-Syar‘iyyah Jilid 1, hlm. 453 (Cet. Dar Ibn al-Jawzi))

Baca Juga: Mengapa Mengawali dan Mengakhiri Doa Harus dengan Hamdalah dan Salawat? Ini Penjelasannya

3. Kitab Ihya’ Ulumiddin (Imam Al-Ghazali)

Imam Ghazali menegaskan bahwa salah satu bentuk bakti anak adalah terus mendoakan orang tua. Bahkan beliau menyebutkan bahwa amal ini termasuk sedekah untuk orang tua.

وَمِنَ الْبِرِّ بَعْدَ الْمَوْتِ: الدُّعَاءُ وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا، وَإِنْفَاذُ وَصَايَاهُمَا، وَالصَّدَقَةُ عَنْهُمَا.

“Termasuk bagian dari birrul walidain adalah mendoakan keduanya ketika hidup dan setelah wafat, serta memberikan sedekah atas nama mereka.”

(Ihya’ Ulumiddin, Juz 2, hal. 234)-

Baca Juga: Tragedi Karbala: Luka Abadi dalam Sejarah Islam

Amalan dan Doa Rutin untuk Orang Tua

Berikut adalah contoh doa yang bisa diamalkan:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ، وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيَّ، وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ

“Ya Allah, ampunilah aku, kedua orang tuaku, orang-orang yang memiliki hak atas diriku, dan kaum mukminin serta mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.”

doa tersebut adalah doa yang diajarkan Ibn Muflih al-Hanbali di kitab Al-Adab asy-Syar‘iyyah(Jilid 1, Hal. 368–369 (Cet. Dar Ibn al-Jawzi)). Tertulis sebagai salah satu doa umum yang dianjurkan untuk dibaca setelah shalat, dan termasuk bentuk birrul walidain. dan juga tertulis di kitab Ihya’ Ulumuddin ciptaan imam Ghazali sebagai doa yang dianjurkan bagi penuntut ilmu dan orang saleh, termasuk doa birrul walidain dan permohonan ampun umum.

Baca Juga: Hukum Bersuci Menggunakan Tisu

Penutup

Mendoakan orang tua adalah bentuk cinta dan bakti yang tak mengenal waktu. Ketika kita tidak bisa lagi merawat mereka secara fisik, doa adalah cara paling tulus untuk terus menghubungkan kita dengan mereka. Semoga Allah menjadikan kita anak-anak yang saleh dan senantiasa mendoakan orang tua kita, sebagai wujud bakti yang berkesinambungan hingga akhir hayat.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses