Agus Ibrahim A. Hafidz; Sholawat sebagai Nutrisi Ilmu

Membaca Sholawat

Kota Kediri — Pada Kamis malam, 18 Safar 1446 H / 22 Agustus 2024 M, Aula Al-Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo dipenuhi lantunan sholawat dalam acara Majelis Sholawat Kubro (MASBRO). Dalam Acara ini Agus Ibrahim A. Hafidz berkesempatan untuk memberikan mauidzoh hasanah. Beliau juga menyampaikan tentang peran penting sholawat dalam kehidupan santri dan penuntut ilmu.

Sholawat: Pendamping Tholabul Ilmi

Dalam dawuhnya, Agus Bram (nama panggilan beliau yang lebih masyhur) menjelaskan bahwa sholawat bukan sekadar bacaan rutin biasa, melainkan bagian yang tidak boleh terpisahkan dari seorang penuntut ilmu.

Baca juga: KH. An’im Falahuddin: Makna Waktu dan Keberkahan Umur

Beliau menekankan pentingnya ngulinakno moco sholawat bagi siapa pun yang menuntut ilmu. Terutama, yang sering diijazahkan oleh, KH. Mahrus Aly dan KH. Anwar Manshur (Mbah Mahrus dan Mbah War), yaitu Sholawat Jibril:

“Shallallahu ‘ala Muhammad” yang kita baca 100 kali setiap harinya atau 10.000 kali setiap malam Jumat.

Menurut beliau, membiasakan membacanya, itu seperti memberikan nutrisi pada ilmu. “Tujuannya seperti nutrisi. Biar ilmu kita itu bergizi,” ujar Agus Bram.

Sholawat, Seperti Air Putih

Agus Bram menyampaikan analogi yang menarik: sholawat itu seperti air putih—bisa kita konsumsi kapan saja, menyegarkan, tanpa efek samping. Hal ini membedakannya dengan wiridan atau hizib lain yang fungsinya lebih seperti obat, yang walaupun bermanfaat, seringkali punya efek samping dan membutuhkan syarat-syarat tertentu dalam pengamalannya.

Baca juga: KH. Abdullah Kafabihi: Tahun Hijriah atau Tahun Hijrah

Warisan KH. Abdul Karim

Lebih jauh, beliau mengulas tentang wiridan para kiai, khususnya KH. Abdul Karim, pendiri Pondok Lirboyo. KH. Abdul Karim dikenal hanya memiliki dua wirid pokok sepanjang hidupnya: Al-Qur’an dan Sholawat, dalam bentuk Dalailul Khairat.

Setiap bulan Ramadan, KH. Abdul Karim rutin mengaji dan mengijazahkan kitab Dalailul Khairat. Beliau tidak pernah memberikan ijazah wirid-wirid yang aneh-aneh. Hanya Dalailul Khairat. Ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan wirid jenis ini dalam laku spiritual beliau.

Baca juga: KH. Abdullah Kafabihi; Ilmu dan Amal

Agus Ibrahim menyebut bahwa Al-Qur’an dan Sholawat adalah pasangan yang tidak terpisahkan, sebagaimana lafadz syahadat:

Laa ilaaha illallah melambangkan Al-Qur’an yang datang dari Allah sedangkan Muhammadur Rasulullah melambangkan sholawat kepada Nabi Muhammad ﷺ

Tirakat dan Futuh KH. Abdul Karim

Agus Bram juga menyampaikan kisah tentang riyadhoh KH. Abdul Karim. Beliau dikenal sebagai sosok yang mengamalkan Dalailul Khairat secara konsisten, bahkan saat masih nyantri di Madura.

Santri-santri Madura terkenal untuk melakukan tirakat di daerah Batu Ampar, di sana merepa berpuasa dan membaca Al-Qur’an serta membaca sholawat dengan kitab Dalailul Khairat setiap hari.

Baca juga: KH. An’im Falahuddin; Waktu Adalah Kunci Sukses

Buah dari tirakat ini luar biasa. Saat masih belajar di Bangkalan, KH. Abdul Karim mendapat futuh dari Allah, yakni terbukanya ilmu lahir dan batin. Bahkan Kiai Kholil Bangkalan, guru beliau yang masyhur sebagai wali besar, suatu hari berkata kepadanya:

Nab, kono muliho. Ngilmuku wis mbok enteke.
(“Manab, pulanglah. Ilmuku sudah kau habiskan.”)

Ungkapan itu menandakan bahwa KH. Abdul Karim telah mewarisi seluruh ilmu dzohir dan bathin dari sang guru.

Baca juga: KH. Abdullah Kafabihi; Tundukkan Nafsu, Gapai Akhirat

Penutup

Melalui tausiyah yang disampaikan dalam MASBRO ini, Agus Ibrahim A. Hafidz mengingatkan kembali kepada santri dan umat Islam secara umum bahwa sholawat bukan hanya ibadah lisan, tapi kunci keberkahan ilmu. Seperti air yang membersihkan dan menyegarkan tubuh, hal ini dapat membersihkan hati dan menyuburkan ilmu, tanpa batasan usia, profesi, atau maqam.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses