HomeAngkringMakan Siang Rasulullah

Makan Siang Rasulullah

0 1 likes 214 views share

Dalam suatu perjalanan, Rasulullah saw. beserta para sahabatnya berhenti di suatu tempat untuk beristirahat dan makan siang. Beliau memerintahkan para sahabat untuk menyembelih seekor kambing dan mempersiapkannya.

Mendengar itu, seorang sahabat berkata, “Biar aku yang menyembelihnya”

Yang lain menimpali, “Aku yang mengulitinya.”

Seorang sahabat lagi berkata, “Aku yang memasaknya”

Melihat hal tersebut, Rasulullah pun berkata, “Aku yang akan mencarikan kayu bakar dan menyalakan apinya untuk kalian”

Mendengar perkataan Rasulullah demikian, tentu saja para sahabat tidak rela sang junjungannya sampai ikut repot mempersiapkan makanan.

“Tidak usahlah baginda merepotkan diri seperti itu, biar kami saja yang mencari kayu dan mempersiapkan apinya.

Demi mendengar permintaan para sahabatnya itu, Rasulullah menjawab,

“Tidak apa-apa, aku hanya tidak ingin melebih-lebihkan diriku diantara kalian dan terlalu bergantung kepada orang lain. Karena, sungguh, Allah tidak mencintai kepada hambanya yang gemar melebih-lebihkan diri dan suka bergantung kepada orang lain.”*

Padahal beliau sudah mulia sejak sebelum dunia diciptakan, namun itulah diantara atom percikan Khuluqin ‘Adzim yang Allah swt firmankan dalam kitab-Nya,

وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ

 “Sungguh engkau benar-benar berbudi pekerti luhur.”

*Diterjemahkan dari kitab Muhammad al-Insan al-Kamil, Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki al-Hasani hal. 171.