KH. An’im Falahuddin Mahrus: Santri adalah Aset Berharga Bangsa

Sambutan KH. An'im Falahuddin atas nama dzuriyyah Lirboyo Haul dan haflah ponpes lirboyo ke-116

Rangkaian acara Haul dan Haflah Pondok Pesantren Lirboyo, Madrasah Hidayatul Mubtadiin, serta Ma’had Aly Lirboyo mencapai puncaknya pada Rabu malam Kamis, 28 Januari 2026. Dalam salah satu rangkaian acara, KH. An’im Falahuddin Mahrus menyampaikan sambutan atas nama dzurriyah Pondok Pesantren Lirboyo.

Baca juga: KH. Anwar Manshur: Keikhlasan Mengajar dan Warisan Ilmu

Apresiasi untuk Seluruh Pihak yang Berkhidmah

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada para masyayikh, asatidz, santri, alumni, wali santri, serta seluruh pihak yang telah membantu dan merawat keberlangsungan pesantren. Pondok pesantren Lirboyo sendiri pada mulanya didirikan oleh KH. Abdul Karim pada tahun 1910 dengan bantuan dari mertua beliau, Kiai Soleh Banjarmlati. Hingga kini usia pondok pesantren Lirboyo sudah menginjak 116 tahun.

Peran Strategis Santri dalam Pembangunan Bangsa

Kepada perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, KH. An’im menegaskan bahwa santri memiliki peran penting dalam membangun peradaban bangsa dan negara.

Baca juga: Refleksi Kejujuran Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, Pesan KH. Abdulloh Kafabihi

Beliau menjelaskan bahwa pesantren memiliki kekhasan dalam pendalaman ilmu agama (tafaqquh fiddin), sebagaimana misi Nabi Muhammad saw. di muka bumi.

إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlaq”

Pendidikan Akhlak sebagai Ruh Pesantren

Selain itu, menurut KH. An’im, pendidikan akhlakul karimah merupakan ruh utama pesantren. Sehingga tidak heran kalau banyak orang tua mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada lembaga pesantren. Tujuannya agar mereka memiliki akhlaqul karimah serta terhindar dari pergaulan dunia luar yang tidak bisa terkendali.

Baca juga: KH. An’im Falahuddin Mahrus: Ciri Orang Munafik dan Akhlak sebagai Cermin Kejujuran Iman

Dawuh Mbah Kiai Mahrus Aly untuk Santri

KH. An’im Falahuddin juga mengutip dawuh Mbah Kiai Mahrus Aly pasca tragedi G30S/PKI. Yaitu tentang tugas santri di masa damai: ifādah, istifādah, dan istiqāmah. Yakni menjadi bermanfaat, senantiasa belajar dan istiqamah menjalankannya.

Di akhir sambutannya, KH. An’im Falahuddin Mahrus tak lupa memohon doa restu agar dzurriyah Pondok Pesantren Lirboyo senantiasa mampu menjaga dan meneruskan amanah perjuangan para pendahulu.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses