Oleh: Muhammad Talhah
Hewan merupakan salah satu ciptaan Allah Swt. yang lahir dari sifat qudrah-Nya. Dengan kekuasaan-Nya, Allah mampu menciptakan berbagai jenis hewan dengan bentuk, fungsi, dan manfaat yang beragam. Dalam hal ini, Islam memberikan batasan yang jelas mengenai hewan yang boleh dimakan dan yang tidak. Akan tetapi, pembatasan itu bukan berarti Islam melarang untuk memakan hewan, melainkan menuntun umat manusia agar tetap menjaga adab dan kasih sayang terhadap makhluk hidup lainnya.
Tidak sewenang-wenang kepada hewan
Sayangnya, masih banyak di antara manusia yang memperlakukan hewan dengan semena-mena. Ada yang mempermainkannya, bahkan menjadikannya sarana taruhan demi keuntungan duniawi yang kecil. Di berbagai daerah, praktik adu jago atau adu kambing masih dilakukan untuk mendapatkan hadiah atau uang, seolah-olah nyawa dan penderitaan hewan tidak berarti apa-apa. Padahal, tindakan seperti ini bertentangan dengan ajaran Islam.
Baca juga: Dimensi Ta’abbudi: Seni Tuhan Menguji Hamba-Nya
Dawuh Nabi terkait memuliakan hewan
Rasulullah saw. telah mengingatkan dalam sabdanya:
إِنَّ اللهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ.
“Sesungguhnya Allah telah menetapkan ihsan (berbuat baik) atas segala sesuatu. Maka apabila kalian membunuh, berbuatlah dengan cara yang baik; dan apabila kalian menyembelih, sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah salah seorang di antara kalian menajamkan pisaunya dan menenangkan hewan sembelihannya.” (HR. Muslim)
Hadis ini menjadi dalil yang sangat jelas bahwa Allah memerintahkan manusia untuk berbuat baik bahkan terhadap hewan. Islam bukan hanya agama yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, tetapi juga dengan seluruh ciptaan-Nya. Nilai ihsan menuntun kita agar memperlakukan hewan dengan kasih sayang dan penuh tanggung jawab.
Baca juga: Latar Belakang Berdirinya Sumpah Pemuda
Pelajaran memuliakan hewan tatkala peristiwa hijrah
Dalam kisah hijrahnya Nabi Muhammad saw. ke Madinah pun, terdapat teladan tentang kasih sayang beliau terhadap hewan. Ketika para sahabat, termasuk Umar bin Khattab, telah lebih dahulu berhijrah, Nabi belum berangkat hingga mendapatkan izin dari Allah melalui Malaikat Jibril. Setelah perintah turun, beliau pun berangkat bersama Abu Bakar ash-Shiddiq. Sebelum meninggalkan Makkah, Rasulullah berpesan kepada Amir bin Fuhairah agar tetap menggembala kambing di siang hari dan memberi mereka waktu istirahat di malam hari.
Kisah tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah tidak hanya peduli terhadap manusia, tetapi juga terhadap hewan. Beliau mengajarkan bahwa memberi makan, menjaga, dan memperlakukan hewan dengan lembut adalah bagian dari ibadah dan wujud ihsan yang diperintahkan Allah Swt.
Maka, seorang Muslim sejati bukan hanya dikenal dari ibadahnya kepada Allah, tetapi juga dari bagaimana ia memperlakukan makhluk Allah yang lain dengan penuh kasih dan tanggung jawab.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





