Bersama Syaikh Said Ramadhan Buthi; Tidak Sekedar Bercerita tentang Kanjeng Nabi

Mungkin ini adalah hal baru. Mungkin juga tidak.Tapi yang jelas, hal ini akan menjadi sesuatu yang menarik. Sesuatu yang akan menjadi mengalaman mengesankan bagi siapa saja yang mencobanya setelah kita cenderung mempelajari fiqih atau tasawuf saja (misalnya) untuk menjadi seorang Muslim yang saleh. Mengetahui ajaran dan hakikat Islam melalui pendekatan sejarah.

Shirah Nabawi merupakan salah satu fan keilmuan yang sangat penting  guna memahami Islam. Sudah barang tentu, tujuan dari dirasah Shirah Nabawi ini tidaklah sesuatu yang statis, bukan semata-mata mengetahui rentetan peristiwa sejarah, juga bukan tentang pengumpulan kisah-kisah dan kejadian yang dianggap mu’tabar yang berhenti hanya sebagai sebuah “pengetahuan”.

Tujuan dari Shirah Nabawiyyah

Pada hakikatnya, tujuan dari Shirah Nabawiah adalah agar umat Muslim, santri khususnya, dapat men-tashawur-kan hakikat Islam yang termanifestasi dalam diri kanjeng Nabi Muhammad SAW. Dengan kata lain, Shirah Nabawi  merupakan kajian yang bertujuan menjelmakan hakikat Islam secara utuh melalui sosok Kanjeng Nabi Muhammad saw sebagai sumber utama teladan yang sempurna.

Ada banyak kitab Shirah Nabawi yang bisa dibeli di toko-toko kitab dan dipelajari. Salah satu dari kitab tentang Shirah Nabawi yang rekomended untuk pembaca yang budiman adalah Fiqhu Shirah karya seorang Ulama’ kenamaan asal Syiria, Dr. Muhammad Said Ramadhan al-Buthi.

Sebagaimana kitab Shirah pada umumnya, fokus kajian dalam kitab ini adalah hayatu Rasulillah SAW. Namun buku ini lahir —sebagaimana ungkapkan beliau dalam pengantar cetakan kedua— sebagai upaya membendung arus pemikiran yang mereduksi pribadi luhur kanjeng Nabi Muhammad SAW oleh kaum orientalis dan penulis pengagum Barat.

Memang pada saat penulisan kitab ini, bangsa Arab-Muslim sedang mengalami suatu pergolakan pemikiran keIslaman dengan ditandai lahirnya reformis Islam yang cenderung berkiblat dengan hal yang berbau Barat. Hal ini juga dilatarbelakangi oleh kolonialisme yang menjajah hingga cara berpikir.

Melalui kitab ini, beliau memberi tahu pembaca atas beberapa kekeliruan penulisan shirah Nabawi yang dilakukan oleh penulis-penulis kontemporer dan faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Dalam usaha meluruskan apa yang dipahami oleh kaum orientalis dan penulis kontemporer itu, beliau juga memberikan beberapa perbandingan metodologi penulisan shirah Nabawi di awal-awal bab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.