800 views

Bersama Syaikh Said Ramadhan Buthi; Tidak Sekedar Bercerita tentang Kanjeng Nabi

Mungkin ini adalah hal baru. Mungkin juga tidak.Tapi yang jelas, hal ini akan menjadi sesuatu yang menarik. Sesuatu yang akan menjadi mengalaman mengesankan bagi siapa saja yang mencobanya setelah kita cenderung mempelajari fiqih atau tasawuf saja (misalnya) untuk menjadi seorang Muslim yang saleh. Mengetahui ajaran dan hakikat Islam melalui pendekatan sejarah.

Shirah Nabawi merupakan salah satu fan keilmuan yang sangat penting  guna memahami Islam. Sudah barang tentu, tujuan dari dirasah Shirah Nabawi ini tidaklah sesuatu yang statis, bukan semata-mata mengetahui rentetan peristiwa sejarah, juga bukan tentang pengumpulan kisah-kisah dan kejadian yang dianggap mu’tabar yang berhenti hanya sebagai sebuah “pengetahuan”.

Tujuan dari Shirah Nabawiyyah

Pada hakikatnya, tujuan dari Shirah Nabawiah adalah agar umat Muslim, santri khususnya, dapat men-tashawur-kan hakikat Islam yang termanifestasi dalam diri kanjeng Nabi Muhammad SAW. Dengan kata lain, Shirah Nabawi  merupakan kajian yang bertujuan menjelmakan hakikat Islam secara utuh melalui sosok Kanjeng Nabi Muhammad saw sebagai sumber utama teladan yang sempurna.

Ada banyak kitab Shirah Nabawi yang bisa dibeli di toko-toko kitab dan dipelajari. Salah satu dari kitab tentang Shirah Nabawi yang rekomended untuk pembaca yang budiman adalah Fiqhu Shirah karya seorang Ulama’ kenamaan asal Syiria, Dr. Muhammad Said Ramadhan al-Buthi.

Sebagaimana kitab Shirah pada umumnya, fokus kajian dalam kitab ini adalah hayatu Rasulillah SAW. Namun buku ini lahir —sebagaimana ungkapkan beliau dalam pengantar cetakan kedua— sebagai upaya membendung arus pemikiran yang mereduksi pribadi luhur kanjeng Nabi Muhammad SAW oleh kaum orientalis dan penulis pengagum Barat.

Memang pada saat penulisan kitab ini, bangsa Arab-Muslim sedang mengalami suatu pergolakan pemikiran keIslaman dengan ditandai lahirnya reformis Islam yang cenderung berkiblat dengan hal yang berbau Barat. Hal ini juga dilatarbelakangi oleh kolonialisme yang menjajah hingga cara berpikir.

Melalui kitab ini, beliau memberi tahu pembaca atas beberapa kekeliruan penulisan shirah Nabawi yang dilakukan oleh penulis-penulis kontemporer dan faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Dalam usaha meluruskan apa yang dipahami oleh kaum orientalis dan penulis kontemporer itu, beliau juga memberikan beberapa perbandingan metodologi penulisan shirah Nabawi di awal-awal bab.

Dalam penulisan kitab ini, beliau mamakai metodologi penulisan ulama salihin dengan menukil ayat al-Qur’an, hadist, dan riwayat yang mutawatir. Beliau juga menjelaskan hikmah yang sangat bermanfaat untuk pembaca dalam setiap peristiwa dalam kehidupan mulia kanjeng Nabi Muhammad SAW. Namun begitu, karena kitab ini (Fiqhu Shirahpenj) bisa dikatagorikan dalam kitab kontemporer, akan ditemui banyak kosa kata asing dan struktur kalimat yang lumayan membuat kesulitan untuk memahaminya. Tapi sebenarnya hal ini bukan masalah yang berarti. Bisa diselesaikan dengan membuka kamus dan bertanya kepada kawan senior.

Sebagai pelengkap atas kisah luhur kanjeng Nabi Muhammad SAW, beliau juga menyertakan sejarah khulafa al-rasyidin; Sahabat Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali rodhiaya Allahu anhum secara ringkas namun kaya makna serta informasi seputar manaqib khalifah penerus perjuangan kanjeng Nabi Muhammad SAW yang penting untuk diketahui.

Oleh karena itu, kitab ini (Fiqhu Shirah—penj) seharusnya menjadi bacaan dan kajian wajib bagi umat Islam, khususnya kaum terpelajarnya; santri-santri dipondok pesantren. Sebab selain berguna untuk mengisi ceruk kekosongan kajian shirah Nabawi di pesantren-pesantren yang dilakukan secara serius dan mendalam, kitab ini tidak hanya menyuguhkan bagaimana potret agung kehidupan kanjeng Nabi Muhammad SAW dalam dimensi personal maupun dimensi sosial secara apik, perkembangan penulisan sejarah dan shirah Nabawi dari masa ke masa, namun dengan membaca dan mempelajari kitab ini, sangat memungkinkan kita untuk beberapa langkah lebih dekat dalam memahami Islam secara sempurna melalui Islam yang termanifestasi dalam pribadi luhur Shahibu Syari’, kanjeng Nabi Muhammad SAW. Wallahu A’lam[]

Kitab: فقه السيرة النبويه مع موجز لتاريخ الخلافة الراشدة
Penulis: Dr. Muhammad Said Ramadhan Buthi
Penerbit: دار السلام للطباعة والنشر و التوزيع و الترجمة
Total halaman: 366 Halaman

Penulis: Muhammad Fahda Abdillah Bag. B 04

baca juga: Penghargaan Al-Ghazali yang “Dicuri”
tonton juga: Majlis Sholawat Kubro Desember 2021

Bersama Syaikh Said Ramadhan Buthi; Tidak “Sekedar” Bercerita tentang Kanjeng Nabi

4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.