HomeAngkringSelayang Pandang Tradisi Peringatan Malam Nuzulul Quran

Selayang Pandang Tradisi Peringatan Malam Nuzulul Quran

0 3 likes 55 views share

Bulan Ramadhan adalah bulan dengan nuansa dan suasana paling khas diantara bulan-bulan selainnya. Ada semacam kesepakatan bersama untuk lebih intens meningkatkan kualitas diri dibulan ini, belum lagi indahnya tarawih yang menemani malam-malamnya ditambah kenikmatan berbuka yang merupakan buah menahan diri mulai terbitnya fajar.

Salah satu yang sering kita jumpai dibulan Ramadhan ialah acara-acara bertemakan ‘Peringatan Malam Nuzulul Quran’ yang umumnya acara ini diisi dengan  sholawat, pembacaan ayat suci Alquran dan pada puncaknya diisi ceramah agama oleh mubaligh tertentu. Dalam suasana kebersamaan, masyarakat ditunutun sedikit demi sedikit untuk mengerti sekaligus memahami Islam sehingga mereka tidak akan asing terhadap amaliahnya sendiri dan tentunya suatu hal jika dilakukan dengan bersama-sama terasa lebih membekas.

Hal ini tidak lain digerakkan oleh ghirrah syiar Islam yang tinggi dengan jalan tradisi atau mentradisikan sesuatu, pada kata lain ini adalah bagian dari usaha membiasakan hal-hal baik, tentu dengan memperbaiki pula hal-hal yang sudah terbiasa.

Salah satu bukti sederhana keberhasilan tradisi ini (Peringatan Malam Nuzulul Quran), anak-anak kecil langgar pun sudah hafal betul bahwa nuzulul quran itu dibulan Ramadhan lebih-lebih pemuda ataupun orang-orang tua. Mungkin akan berbeda jika para warga Nahdliyyin tidak mentradisikan hal-hal semacam ini, dimana kita sehari-harinya sering kali kalah dengan kegiatan-kegiatan non-keagamaan lainnya.

Tradisi ini selaras sebagaimana di dalam kitab Durrotunnasihin bahwa tentang turunnya Alquran dibulan Ramadhan ini merupakan sebab menjadi istimewanya bulan Ramadhan yaitu dengan diwajibkan puasa didalamnya. Maka sangat tepat sekali apabila momentum berharga ini di semarakkan dan dihayati secara masal.

Dikatakan pula di dalam kitab Hikmatut Tasyri’ Wa Falsafatuhu hikmah kewajiban puasa di letakkan dibulan Ramadhan adalah karena ia adalah bulan paling utama sebab diturunkan Alquran di dalamnya. Allah Ta’ala berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْ أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْءَانُ

“Bulan Ramadhan adalah bulan saat diturunkannya Alquran.” (Qs. al-Baqarah: 185)

 

Akhiran, bahwa menghidupkan tradisi-tradisi positif adalah tugas setiap generasi karena jika sampai satu saja generasi putus maka akan sulit bagi generasi selanjutnya untuk mengenal tradisi-tradisinya bahkan boleh jadi ia akan buram dengan identitas historinya. (IM)