Seorang pria berdoa di waktu mustajab

Tiga Waktu Mustajab untuk Berdoa yang Sering Terlewatkan

Doa merupakan intisari ibadah. Dengannya, akan tampak penghambaan seorang makhluk kepada Sang Khalik. Dan menariknya, dalam berdoa ternyata ada waktu-waktu tertentu yang memiliki keistimewaan sehingga doa tersebut bisa lebih dekat untuk terkabul di sisi Allah Swt. Oleh karenanya, seorang Muslim hendaknya memanfaatkan momen-momen mustajab tersebut agar doa yang ia panjatkan bukan saja makin mendekatkan dirinya…

Lanjutkan
Adab dalam berdoa menjadi salah satu faktor penting agar bisa terkabul

Adab Berdoa Agar Terkabul

Tanpa doa kita bukanlah apa-apa. Setiap hari kita berdoa dan berdoa. Allah Swt. pun memerintahkan kita untuk senantiasa memohon kepada-Nya. Allah Swt. berfirman: اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَۚ “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” Al-A‘rāf [7]:55 Selain itu, Nabi saw….

Lanjutkan
Ilustrasi seseorang sedang membersihkan najis di lantai

Cara Menyucikan Najis yang Efektif & Benar

Belum lama ini saya menyaksikan seorang takmir masjid sedang membersihkan kotoran ayam yang ada di lantai keramik masjid. Sayangnya, cara dia menyucikan najis mutawasithoh tersebut tidak tepat. Kotoran yang teronggok tadi langsung ia siram dengan berember-ember air hingga hilang. Sekilas memang tampak bersih. Namun tanpa dia sadari, sebetulnya najis dari kotoran ayam tersebut telah makin…

Lanjutkan

Hakikat Puasa dalam Islam: Jalan Penyucian Jiwa dan Pengendali Hawa Nafsu

Puasa merupakan ibadah agung yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah proses penyucian batin yang mendalam. Puasa mendidik manusia untuk mengendalikan hawa nafsu, melembutkan hati, serta membersihkan jiwa dari penyakit-penyakit spiritual. Oleh karena itu, puasa adalah ibadah yang sarat hikmah dan berfungsi sebagai sarana tazkiyatun nafs (penyucian…

Lanjutkan
ilustrasi hijrah

Hijrah Rasulullah SAW: Perjalanan Penuh Strategi dan Pengorbanan

Persiapan hijrah Malam itu, rumah Abu Bakar penuh kesibukan. Dua unta telah mereka siapkan untuk perjalanan hijrah. Aisyah mengatur bekal, sementara Asma, kakaknya, merobek ikat pinggangnya untuk mengikat perbekalan—karena itu ia terkenal dengan sebutan dzatun nithaqain (pemilik dua ikat pinggang). Karena situasi genting usai upaya pembunuhan terhadap Rasulullah, mereka tidak langsung menuju Yatsrib (Madinah), tetapi…

Lanjutkan
Bersalaman atau berjabat tangan setelah shalat

Bersalaman Setelah Shalat

Hukum dan Tradisi Bersalaman Setelah Shalat: Antara Sunnah dan Budaya Di Nusantara, umat Islam memiliki kebiasaan bersalaman setelah melaksanakan shalat berjamaah di surau, mushola, bahkan masjid. Tradisi ini begitu mengakar sehingga terasa tidak lengkap bila kita tinggalkan. Namun, timbul pertanyaan: bagaimana sebenarnya praktik berjabat tangan setelah shalat di masa Rasulullah SAW? Apakah itu sebuah kesunahan?…

Lanjutkan
istri bekerja

Syariat Membahas Peran Istri yang Bekerja di Era Modern

Bagaimana Syariat Membahas Peran Istri yang Bekerja di Era Modern? Di tengah perubahan zaman yang mengedepankan kesetaraan dalam berbagai aspek kehidupan, peran wanita dalam dunia kerja semakin mendapatkan perhatian. Banyak istri yang memilih untuk bekerja tidak hanya untuk memperkuat kontribusi finansial keluarga, tetapi juga untuk mengembangkan potensi diri. Namun, munculnya pertanyaan mengenai bagaimana pandangan syariat…

Lanjutkan
pernikahan

Hukum Memperbarui Akad Nikah Menurut Kacamata Fiqih

Pertanyaan yang diajukan adalah mengenai hukum memperbarui nikah dan juga apakah harus membayar mahar lagi dalam proses ini. Memperbarui nikah menurut kacamata fiqih, atau tajdidun nikah, merupakan pengulangan akad nikah yang sah, umumnya dilakukan setelah beberapa tahun menikah dengan motif seperti nostalgia masa-masa pernikahan. Dari perspektif syariat, Karena tajdidun nikah diperbolehkan sebagai tindakan kehati-hatian terhadap akad nikah yang sudah ada atau untuk memperindah hubungan pernikahan yang telah terjalin baik. Dalam konteks ini, tajdidun nikah tidak berhubungan dengan pengakuan talak sehingga tidak ada kewajiban untuk membayar mahar kembali. Hal ini sesuai dengan penjelasan dari Imam Ibnu Hajar dalam Tuhfah al-Muhtaj.

Lanjutkan

Ngaji Millenial Islam Kaffah

LirboyoNet, Malang—Agama dan budaya, pada dasarnya saling mempengaruhi. Sehingga dalam beberapa keadaan memberikan dampak hukum. Poin penting ini disampaikan oleh KH. Azizi Hasbulloh dalam Ngaji Milenial Islam Kaffah, Ahad kemarin (17/11). “Dalam mengamalkan ajaran syariat Islam, tidak cukup hanya dengan berlandaskan tekstual syar’i saja, namun juga harus berlandaskan nalar,” imbuhnya. Dan akhir-akhir ini, masyarakat muslim…

Lanjutkan