Mampukah Waktu Mengamandemen Hukum Syariat

Mampukah Waktu Mengamandemen Hukum Syariat Di antara sekian banyaknya makhluk Allah yang selalu menemani kita adalah waktu. Waktu selalu mengiringi segala hal secara misterius dikarenakan ketidaktampakan dan karakternya yang abstrak. Sudah menjadi sunnatullah bahwa segala sesuatu memiliki masa yang membatasinya, sehingga terbatasi oleh ruang dan waktu pada akhirnya akan sirna. Sebaliknya, yang tak terbelenggu oleh…

lanjutkan
Tradisi haji dalam budaya terdahulu

Berbakti Adalah Jihad

Di zaman Rasulullah Saw, pernah suatu ketika ada seorang lelaki berkebangsaan Yaman berhijrah menemui Rasulullah. Tujuan lelaki tersebut tak lain ialah untuk bergabung untuk berjihad bersama pasukan Islam. Melihat semangat yang sangat menggebu dari lelaki tersebut, Rasulullah Saw bertanya “Apakah di Yaman masih ada kedua orang tuamu”. “Ya, wahai Rasulullah” jawab lelaki itu. “Apakah mereka…

lanjutkan

Bedah Buku “Fatwa & Resolusi Jihad”

LirboyoNet, Kediri- Peranan pesantren dalam membangun dan mempertahankan kemerdekaan bangsa adalah salah satu catatan sejarah yang tidak memiliki celah untuk membantahnya. Keberadaan fatwa dan resolusi jihad yang dikeluarkan oleh KH. Hasyim Asy’ari menjadi bukti konkret untuk mematahkan klaim sebagian pihak yang berusaha mengkaburkan sejarah tersebut. Namun dalam realitanya, sampai detik ini belum ada satu pun…

lanjutkan

Ramadan Tiba, Santri Lirboyo Turun Gunung ke SMA

LirboyoNet, Kediri—Untuk menyukseskan agenda Pesantren Ramadlan (PESRA), Lembaga Ittihadul Muballighin (LIM) Pondok Pesantren Lirboyo mengadakan pembekalan bagi para tenaga ajar Jumat malam (26/05) kemarin. Untuk diketahui, PESRA adalah program dakwah LIM yang berorientasi pendidikan formal. Dengan PESRA, para santri diberi amanat untuk menularkan ilmu-ilmu agama mereka kepada para siswa sekolah formal, baik di tingkat dasar…

lanjutkan

Haflah Mubtadiaat, Menelusuri Makna Jihad

LirboyoNet, Kediri – “Wahai Nabi, siapa yang memerintahkanmu. Allah, atau keinginanmu sendiri?” Siti Hajar bertanya kepada suaminya, Nabiyullah Ibrahim. Pertanyaan itu mengemuka setelah Nabi Ibrahim berpamitan, “aku akan meninggalkanmu, Hajar. Aku akan kembali ke Palestina.” Beberapa waktu sebelumnya, beliau membawa Siti Hajar serta putranya, Ismail yang masih merah, berjalan jauh. Dari Palestina hingga tanah yang sekarang…

lanjutkan