Santri Sebagai Cermin Pemimpin Negeri

Euforia pengakuan pemerintah pada elektabilitas pelajar-pelajar pesantren menjadi kebahagiaan tersendiri bagi dunia kaum tradisional. Meski pengakuan bukanlah tujuan akhir dari seluruh kinerja lulusan pesantren, setidaknya hal ini dapat menjadi cambuk penyemangat untuk terus berkarya dan mengabdi kepada bangsa. Pesantren, dengan kurikulum-kurikulum yang secara garis besar dapat menggambarkan kualitas lulusannya, sekarang ini menjadi barometer pendidikan di…

Lanjutkan

Mentalitas Berpikir

Pada umumnya seni berpikir sangatlah kental dengan nilai filosofis yang ada dalam jagat raya ini. Setidaknya kita bisa lebih bijak menggunakan kemampuan otak untuk berpikir lebih peka dan praktis dari lini setiap persoalan yang ada. Hal ini sebagai manifestasi rasa syukur atas anugerah yang diberikan Allah kepada manusia sebagai pembeda dengan mahluk yang lainya. Pernahkah…

Lanjutkan

Ketika Syair Cinta Ditukar Jubah Kekasih

Beberapa waktu lalu, KH. Said Aqil Siraj, ketua Umum PBNU yang juga mutakharij Pondok Pesantren Lirboyo, melakukan hal istimewa di tayangan live di salah satu stasiun televisi swasta. Beliau membeberkan bagaimana perjuangan Nahdlatul Ulama untuk kukuh dalam merawat persatuan dan perdamaian bangsa. Nahdlatul Ulama ingin rasa kebencian yang mulai merasuki masyarakat Indonesia, hilang dan berganti…

Lanjutkan

Kebodohan yang Memisahkan

Kita hidup kini di dalam jaringan dunia virtual (yang sesungguhnya), dan kehidupan seperti ini membuat kita menjadi sering frustrasi. Jika kita ingin sadar, begitu banyak orang-orang menghabiskan waktunya untuk hidup di beragam situs jaringan sosial: Facebook, Instagram, Whatsapp, Path, dan lain sebagainya. Orang-orang cenderung beranggapan mereka akan bahagia dan menemukan banyak hal pengetahuan hanya dengan…

Lanjutkan

Pentingnya Pengakuan dari Guru

Pada saat tiga atau empat hari sebelum wafat, KH. Abdul Karim terbaring sakit di tempat tidur ditunggui oleh putri-putrinya. Sambil menangis beliau mengeluarkan kata-kata. “Dongakno yo! Mugo-mugo aku mbesuk neng kono diakoni dadi santrine Mbah Kholil.” (Doakan ya! Semoga saya kelak di sana diakui menjadi santrinya Mbah Kholil). Permintaan doa ini sangat mengherankan. Biasanya permintaan…

Lanjutkan

KH. Muhsin Ghozali: Tiga Tipologi Orang Mondok dan Kesan Mendalam Terhadap KH. Mahrus Aly

Menurut analisa saya ketika ngaji tafsir kepada Mbah Juki (KH. Marzuqi Dahlan) bahwa orang mondok itu ada tiga komponen: terdiri dari akal, pikiran, dan jasad. Jika yang mondok hanya jasadnya, sedangkang akalnya tidak, maka dia taat dengan peraturan tetapi malas belajar. Jika yang mondok akalnya, maka dia selalu belajar, tetapi suka melanggar peraturan dan malas…

Lanjutkan

Kunjungan Crew Hidayatuna.com ke Kantor Redaksi Lirboyo.net

LirboyoNet, Kediri-Rabu 30 Oktober 2019 M. Redaksi lirboyoNet kedatangan tamu dari Crew Hidayatuna.com dalam rangka Silaturahim. LirboyoNet merupakan situs website resmi Pondok Pesantren Lirboyo dan pengelola akun media sosial pondok lirboyo. “Da’wah digital hari ini semakin menempati posisi vital dalam penyebarluasan ajaran islam. Menurut data We Are Social (2019), pengguna internet di indonesia sudah mencapai…

Lanjutkan

Hasil Keputusan Bahtsul Masail FBM P3TQ

LirboyoNet, Kediri- Agenda Forum Bahtsul Masail (FBM) Pondok Pesantren Putri Tahfizil Qur-an (P3TQ) Lirboyo  telah usai. Ajang diskusi para santri putri yang dilaksanakan selama satu hari, Kamis, 17 Oktober 2019 dihadiri hampir puluhan para santri putri dari berbagai pesantren. Bertempat di Pondok Pesantren Putri Tahfizil Qur-an Lirboyo Kediri, para diskusi yang menjadi ciri khas keilmuan…

Lanjutkan

Dari Kami, dari Santri untuk Negeri

Panggil mereka, Kang Santri. Namanya selalu harum di penjuru negeri, sebutkan namanya di antara masyarakat luas, maka kesan positif yang muncul. Orang-orang baik, beriman, santun, sederhana, calon menantu yang sholeh. Setidaknya begitu menurut khalayak. Hmm… baiklah. Semoga setiap apa yang mereka nilai tentang Kang Santri senantiasa berbanding lurus dengan realita. Dalam perjalanan Nusantara, dari masa…

Lanjutkan