Madrasah, Asal Sejarah dan Pembentukannya

Pusat kajian umat Islam sejak zaman Rasulullah Saw hingga zaman setelahnya selalu terpusat di Masjid. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya catatan sejarah yang menjelaskan kajian-kajian intelektual muslim yang dibangun di banyak masjid-masjid peninggalan para shahabat dan generasi setelahnya. Madrasah baru diperkenalkan di paruh kedua abad ke-empat Hijriah tepatnya semenjak berdirinya sebuah pusat pendidikan yang disebut…

lanjutkan

Dawuh KH. AHS. Zamzami Mahrus: Empat Perkara Yang Menaikan Derajat Seseorang

Saya mengingatkan kembali pada kalian, agar kalian semua termotivasi. Ada empat perkara yang menjadikan derajat seseorang itu naik (menjadikannya mulya). Yang pertama adalah Ilmu, jadi orang yang mempunyai ilmu bisa menaikan derajatnya. Seperti dawuhnya Allah Swt: يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ Jadi orang yang berilmu itu bisa menjadikan derajatnya naik, baik…

lanjutkan

KH. Masdain: Kelucuan Mbah Mahrus Aly

KH. Mahrus Aly sering mengadakan istighotsah-istighotsah, sebelum banyak yang mengadakan. Pernah suatu ketika beliau hendak pergi untuk menghadiri acara istighotsah di Mojokerto dan saya diajak oleh Gus Zamzam(putra KH. Mahrus Aly). KH. Mahrus Aly kenal dengan saya dan tahu rumah saya di Mojokerto. Dalam perjalanan, jika beliau menginginkan naik mobil cepat untuk sampai ketempat tujuan,…

lanjutkan

Kisah Penghormatan Imam Malik Kepada Rasulullah Saw

Imam Abdullah bin Mubarok bercerita: “Saya berada di samping imam Malik, dan beliau sedang membacakan Hadits. Kemudian, tiba-tiba beliau disengat kalajengking sebanyak 16 kali. Wajah beliau berubah menjadi pucat kekuningan, namun beliau tidak memutus bacaan Hadits Rasulullah Saw. Setelah beliau selesai dari majlis pengajian dan orang-orang telah pergi, aku berkata kepadanya: ‘Wahai Abu Abdillah, sungguh…

lanjutkan

Dahsyatnya Doa Ibu

Nabi Musa suatu ketika menanyakan kepada Allah Swt. “Ya Rabb, siapa nanti yang menemaniku di surga?” Allah Swt. menjawab, “Yang menjadi temanmu di surga adalah orang yang pertama kali lewat.” Penasaran dengan orang yang dimaksud, beliau menunggu di depan rumah, siapakah orang yang pertama kali lewat. Nabi Harun kah? Para sahabat beliau kah? Tidak lama…

lanjutkan

Mentalitas Berpikir

Pada umumnya seni berpikir sangatlah kental dengan nilai filosofis yang ada dalam jagat raya ini. Setidaknya kita bisa lebih bijak menggunakan kemampuan otak untuk berpikir lebih peka dan praktis dari lini setiap persoalan yang ada. Hal ini sebagai manifestasi rasa syukur atas anugerah yang diberikan Allah kepada manusia sebagai pembeda dengan mahluk yang lainya. Pernahkah…

lanjutkan

Kelahiran Nabi Saw

Sayyidah Aminah mengandung Nabi Saw. selama 9 bulan. Nabi Saw. dilahirkan melalui garis yang terdapat pada bagian di bawah pusar. Ketika kelahiran Nabi Muhammad Saw. terjadi peristiwa yang sangat besar yaitu terguncangnya Arsy, padamnya api abadi Majusi dan terbelahnya gedung kebanggan Persia menjadi dua bagian. Ketika kelahiran Nabi Saw. tidak hanya Persia saja yang mengalami…

lanjutkan

Kebodohan yang Memisahkan

Kita hidup kini di dalam jaringan dunia virtual (yang sesungguhnya), dan kehidupan seperti ini membuat kita menjadi sering frustrasi. Jika kita ingin sadar, begitu banyak orang-orang menghabiskan waktunya untuk hidup di beragam situs jaringan sosial: Facebook, Instagram, Whatsapp, Path, dan lain sebagainya. Orang-orang cenderung beranggapan mereka akan bahagia dan menemukan banyak hal pengetahuan hanya dengan…

lanjutkan

Pentingnya Pengakuan dari Guru

Pada saat tiga atau empat hari sebelum wafat, KH. Abdul Karim terbaring sakit di tempat tidur ditunggui oleh putri-putrinya. Sambil menangis beliau mengeluarkan kata-kata. “Dongakno yo! Mugo-mugo aku mbesuk neng kono diakoni dadi santrine Mbah Kholil.” (Doakan ya! Semoga saya kelak di sana diakui menjadi santrinya Mbah Kholil). Permintaan doa ini sangat mengherankan. Biasanya permintaan…

lanjutkan

KH. Muhsin Ghozali: Tiga Tipologi Orang Mondok dan Kesan Mendalam Terhadap KH. Mahrus Aly

Menurut analisa saya ketika ngaji tafsir kepada Mbah Juki (KH. Marzuqi Dahlan) bahwa orang mondok itu ada tiga komponen: terdiri dari akal, pikiran, dan jasad. Jika yang mondok hanya jasadnya, sedangkang akalnya tidak, maka dia taat dengan peraturan tetapi malas belajar. Jika yang mondok akalnya, maka dia selalu belajar, tetapi suka melanggar peraturan dan malas…

lanjutkan