Doa Memohon Negeri yang Aman dan Pemimpin yang Adil

Pentingnya Memohon Negeri yang Aman

Keamanan merupakan salah satu nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada suatu negeri. Tanpa rasa aman, kehidupan masyarakat tidak akan tenang; ibadah terganggu, ekonomi lumpuh, pendidikan terhambat, dan kesejahteraan sulit tercapai. Allah ﷻ berfirman tentang nikmat keamanan yang diberikan kepada penduduk Makkah:

فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِۙ ۝٣

الَّذِيْٓ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ ەۙ وَّاٰمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍࣖ ۝٤

Artinya: maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka‘bah), yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut.[QS. Quraisy ayat 3-4]

Baca Juga: Tentang Kota Dengan Seribu Satu Wali

Teladan Doa Nabi Ibrahim ‘Alaihissalām

Nabi Ibrahim ‘alaihis-salām adalah teladan dalam berdoa untuk negeri agar aman. Allah abadikan doa beliau dalam Al-Qur’an:

وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهِيْمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ اٰمِنًا وَّاجْنُبْنِيْ وَبَنِيَّ اَنْ نَّعْبُدَ الْاَصْنَامَۗ ۝٣٥

Artinya: (Ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Makkah) negeri yang aman dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari penyembahan terhadap berhala-berhala.[QS. Ibrahim ayat 35]

وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا بَلَدًا اٰمِنًا وَّارْزُقْ اَهْلَهٗ مِنَ الثَّمَرٰتِ مَنْ اٰمَنَ مِنْهُمْ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ

Artinya: (Ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Makkah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan (hasil tanaman, tumbuhan yang bisa dimakan) kepada penduduknya, yaitu orang yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari Akhir.[QS Al-baqarah ayat 126]

Dari doa ini, kita belajar bahwa Nabi Ibrahim tidak hanya meminta keamanan, tetapi juga keberkahan rezeki dan keteguhan iman bagi penduduk negerinya.

Baca juga: Keutamaan ibadah di malam hari

Pentingnya Memohon Pemimpin yang Adil

Keadilan seorang pemimpin adalah kunci kesejahteraan rakyat. Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

«إِنَّ الْمُقْسِطِينَ عِنْدَ اللهِ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ عَنْ يَمِينِ الرَّحْمَنِ ﷿، وَكِلْتَا يَدَيْهِ يَمِينٌ، الَّذِينَ يَعْدِلُونَ فِي حُكْمِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ وَمَا وَلُوا .»

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil, di sisi Allah kelak berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya, di sebelah kanan Ar-Rahman ﷿. Dan kedua tangan-Nya adalah kanan. Mereka itu adalah orang-orang yang berlaku adil dalam hukum mereka, terhadap keluarga mereka, dan terhadap apa yang mereka pimpin.”[Abu al-Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim al-Qusyairi al-Naisaburi, al-Jāmi‘ al-Ṣaḥīḥ (Ṣaḥīḥ Muslim), ed. Ahmad bin Rif‘at bin ‘Utsman Hilmi al-Qarah Hisari, Muhammad ‘Izzat bin ‘Utsman al-Za‘faran Buliwi, dan Abu Ni‘matillah Muhammad Syukri bin Hasan al-Anqurawi (Turki: Dār al-Ṭibā‘ah al-‘Āmirah, t.t.). hadist no. 1827]

Selain itu, Rasulullah ﷺ juga menganjurkan umatnya untuk mendoakan pemimpin, karena baik buruknya pemimpin akan berpengaruh langsung kepada rakyatnya.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Sejenak Merenungi Akhirat

Doa Memohon Negeri yang Aman dan Pemimpin yang Adil

Berikut doa yang bisa kita amalkan, terinspirasi dari doa Nabi Ibrahim dan doa-doa Rasulullah ﷺ:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، سَخَاءً رَخَاءً، وَاحْفَظْهُ مِنْ كُلِّ فِتْنَةٍ وَبَلاَءٍ، وَوَفِّقْ وُلَاةَ أُمُورِنَا لِلْعَدْلِ وَالْحُكْمِ بِمَا أَنْزَلْتَ، وَارْزُقْهُمُ الْبِطَانَةَ الصَّالِحَةَ الَّتِي تَدُلُّهُمْ عَلَى الْخَيْرِ وَتُعِينُهُمْ عَلَيْهِ.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah negeri ini negeri yang aman, tenteram, penuh kelapangan rezeki, serta jauh dari fitnah dan bala. Berilah taufik kepada para pemimpin kami agar mereka berlaku adil, memutuskan perkara dengan hukum-Mu, serta karuniakan kepada mereka para penasihat yang shalih yang menunjukkan kepada kebaikan dan menolong mereka dalam menegakkannya.”

Dasar mengenai doa tersebut

Doa tersebut memiliki dasar dari dalil-dalil Al-Qur’an maupun hadist Nabi Muhammad ﷺ:

Doa agar negeri aman, tentram, kelapangan rezeki, kesuburan dan kemakmuran

وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا بَلَدًا اٰمِنًا وَّارْزُقْ اَهْلَهٗ مِنَ الثَّمَرٰتِ مَنْ اٰمَنَ مِنْهُمْ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ

Artinya: (Ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Makkah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan (hasil tanaman, tumbuhan yang bisa dimakan) kepada penduduknya, yaitu orang yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari Akhir.”(QS Al-Baqarah ayat 126)

Baca juga: Khutbah Jumat: Kehidupan yang Ideal

Doa agar Allah menjauhkan kita dari fitnah dan bala

«إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنْ أَرْبَعٍ يَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ .»

Artinya: “Apabila salah seorang di antara kalian selesai membaca tasyahud, maka hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara. Ia mengucapkan: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari buruknya fitnah al-Masih ad-Dajjal.”[Muslim bin al-Hajjaj al-Naisaburi, Ṣaḥīḥ Muslim, ed. Ahmad bin Rif‘at al-Qarah Hisari dkk. hal. 93 hadist No. 588]

doa ini juga kita baca ketika Tahiyat Akhir ketika Shalat wajib maupun sunnah.

Doa agar pemimpin adil dan menegakkan hukum Allah

وَوَفِّقْ وُلَاةَ أُمُورِنَا لِلْعَدْلِ وَالْحُكْمِ بِمَا أَنْزَلْتَ

Artinya: “Dan berilah taufik kepada para pemimpin kami untuk (menegakkan) keadilan dan menetapkan hukum dengan apa yang Engkau turunkan.”

  • perintah Allah untuk berhukum(negara) dengan hukum/aturan Allah:

وَاَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ اَنْ يَّفْتِنُوْكَ عَنْۢ بَعْضِ مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ اِلَيْكَۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ اَنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّصِيْبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوْبِهِمْۗ وَاِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ النَّاسِ لَفٰسِقُوْنَ ۝٤٩

Artinya :“Hendaklah engkau memutuskan (urusan) di antara mereka menurut aturan yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka. Waspadailah mereka agar mereka tidak dapat memperdayakan engkau untuk meninggalkan sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Sesungguhnya banyak dari manusia adalah orang-orang yang fasik.”(QS Al-Maidah ayat 49)

Baca juga: Khutbah Jumat: Menyalakan Harapan dalam Taubat

Doa untuk agar pemimpin mendapatkan penasihat / menteri yang baik

وَارْزُقْهُمُ الْبِطَانَةَ الصَّالِحَةَ الَّتِي تَدُلُّهُمْ عَلَى الْخَيْرِ وَتُعِينُهُمْ عَلَيْهِ

Artinya: “Dan anugerahkanlah kepada mereka (para pemimpin) orang-orang dekat yang saleh, yang menunjukkan mereka kepada kebaikan dan membantu mereka di atasnya.”

  • dalil Hadist dari doa tersebut

مَنْ وَلَّاهُ اللهُ مِنْ أَمْرِ الْمُسْلِمِينَ شَيْئًا، فَأَرَادَ بِهِ خَيْرًا، جَعَلَ لَهُ وَزِيرَ صِدْقٍ، فَإِنْ نَسِيَ ذَكَّرَهُ، وَإِنْ ذَكَرَ أَعَانَهُ

Artinya: “Barang siapa yang Allah jadikan memegang suatu urusan kaum Muslimin, lalu ia menghendaki kebaikan, maka Allah akan menjadikan baginya seorang menteri (penasihat) yang jujur. Jika ia lupa, maka penasihat itu mengingatkannya; dan jika ia ingat, maka penasihat itu membantunya.”[Aḥmad bin Ḥanbal, Musnad al-Imām Aḥmad bin Ḥanbal, tahqīq Syu‘aib al-Arna’ūṭ dan ‘Ādil Mursyid dkk., di bawah supervisi ‘Abdullāh bin ‘Abd al-Muḥsin al-Turkī (Beirut: Mu’assasah al-Risālah, cet. I, 1421 H/2001 M) hal. 476 hadist no. 24414]

Penutup

Doa memohon negeri yang aman dan pemimpin yang adil adalah bentuk kepedulian seorang hamba terhadap tanah airnya. Nabi Ibrahim ‘alaihis-salām telah memberi teladan dengan doanya untuk Makkah, dan Rasulullah ﷺ menegaskan pentingnya keadilan pemimpin.

Keamanan dan keadilan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga hasil dari doa dan usaha seluruh rakyatnya. Dengan doa yang tulus, ikhtiar yang sungguh-sungguh, dan ketaatan kepada Allah, insyaAllah negeri akan diberkahi dengan keamanan, keadilan, dan keberkahan hidup.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses