Doa Ketika Sulit Mencari Nafkah, Arab, Latin, dan Terjemahnya

Doa Ketika Sulit Mencari Nafkah Doa Ketika Sulit Mencari Nafkah

Dalam himpitan ekonomi yang makin hari makin mendesak seperti sekarang, mau tidak mau membuat kita harus bersiap akan banyak hal. Mulai dari ikhtiar lahir; putar otak mencari ide usaha, banting tulang lebih keras untuk hidup yang lebih layak. Tentu tanpa melupakan usaha batin; menumpahcurahkan semua keluh dan memasrahkan segalanya di hadapan Sang Mahapemberi. Sebagai seorang Muslim, tentu sikap semacam ini menjadi cerminan penting dalam mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan kalau sewaktu-waktu usaha yang sudah begitu maksimal masih saja belum melahirkan hasil. Himpitan ekonomi menjadi sesuatu yang tak bisa terhindarkan. Boleh jadi, sebab doa yang mengiringinya belum maksimal. Oleh karenanya, pada tulisan kali ini kita akan membahas doa yang hendaknya seorang Muslim amalkan ketika sulit mencari nafkah.

Baca juga: Hukum Adegannya Aktor

Cara Membaca Doa Ketika Sulit Mencari Nafkah

Sebelum itu, ada baiknya kita mengetahui kapan membaca doa ketika sulit mencari nafkah. Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkaar An-Nawawi mencantumkan sebuah hadis yang berasal dari kitab Ibnu Suni. Hadis tersebut merupakan riwayat dari Sahabat Ibnu Umar.

عن ابن عمر رضي الله عنهما، عن النبي – ﷺ – قال “ما يَمْنَع أحَدَكمْ إذا عَسُرَ عَلَيهِ أمْرُ مَعِيشَتِهِ أنْ يَقُولَ إذا خَرَجَ مِنْ بَيتِهِ: بِسْم اللهِ على نفسي ومالي ودِيني، اللهُم رضني بِقَضائِك، وبارِكْ لي فيما قُدّرَ لي حتَّى لا أُحِب تَعْجِيلَ ما أَخرْتَ ولا تأخِير ما عَجلْتَ

“Dari Ibnu Umar raḍiyallāhu ‘anhumā, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: ‘Apa yang menghalangi salah seorang di antara kalian, ketika urusan penghidupannya terasa sulit, untuk mengucapkan saat keluar dari rumahnya:

‘Dengan nama Allah, aku memohon perlindungan atas diriku, hartaku, dan agamaku. Ya Allah, jadikanlah aku rida terhadap ketetapan-Mu, dan berkahilah apa yang telah Engkau takdirkan untukku. Sehingga aku tidak menginginkan dipercepatnya apa yang Engkau tunda. Dan tidak pula menginginkan tertundanya apa yang Engkau segerakan.'”

Dari keterangan dalam hadits tersebut, secara jelas Nabi menganjurkan kita untuk membaca doa ketika sulit mencari nafkah saat keluar dari rumah untuk mencari nafkah.

Baca juga: Lima Syarat Sah Melaksanakan Salat

Lafal Doa Ketika Sulit Mencari Nafkah

Berikut ini adalah lafal doa ketika sulit mencari nafkah, baik Arab, latin, dan terjemahnya.

بِسْمِ اللهِ عَلَى نَفْسِي وَمَالِي وَدِينِي، اللَّهُمَّ رَضِّنِي بِقَضَائِكَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا قُدِّرَ لِي، حَتَّى لَا أُحِبَّ تَعْجِيلَ مَا أَخَّرْتَ، وَلَا تَأْخِيرَ مَا عَجَّلْتَ.

Bismillāhi ‘alā nafsī wa mālī wa dīnī. Allāhumma raḍḍinī biqaḍā’ika, wa bārik lī fīmā quddira lī, ḥattā lā uḥibba ta’jīla mā akhkharta wa lā ta’khīra mā ‘ajjalta.

“Dengan nama Allah, aku memohon perlindungan atas diriku, hartaku, dan agamaku. Ya Allah, jadikanlah aku rida terhadap ketetapan-Mu, dan berkahilah apa yang telah Engkau takdirkan untukku, sehingga aku tidak menginginkan dipercepatnya apa yang Engkau tunda, dan tidak pula menginginkan ditundanya apa yang Engkau segerakan.”

Baca juga: Mengenal Tiga Macam Darah: Haid, Nifas, dan Istihadah

Taqwa Sebagai Modal Utama

Selanjutnya, sebagai tambahan perlu kita sadari bahwa pada dasarnya hal-hal yang berkaitan dengan rizki adalah termasuk hal gaib. Sesuatu yang di luar jangkauan kita. Allah Swt. telah menetapkannya sejak seorang manusia masih dalam kandungan ibunya.  Firman Allah:

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” [Talaq: 3]

Maka dari itu, seorang Muslim hendaknya senantiasa memperbaiki sikap tawakalnya dalam memburu rizki. Apabila Allah memberi, ya memperbanyak syukur. Dan yang terpenting, rizki yang ia kejar hendaknya lewat jalan halal. Demikian yang Imam Suyuthi ungkapkan dalam pembuka kitab Husul ar-Rifqi bi Ushul ar-Rizqi.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses