Dzikir Ketika Demam dan Sakit Kepala

Dzikir Ketika Demam dan Sakit Kepala Dzikir Ketika Demam dan Sakit Kepala

Beberapa waktu ini cuaca rasanya sedang kurang bersahabat. Pagi hari dingin, siang hingga sorenya gerah kepanasan. Menjelang malam, gigil dingin kembali menjadi-jadi. Tak heran apabila orang di sekitar kita, atau bahkan kita sendiri yang akhirnya harus berhadapan dengan tubuh kurang sehat. Baik karena terserang flu, demam, atau sekadar pusing.

Menariknya, dalam kitab Al-Adzkar An-Nawawiyah ada sebuah dzikir yang baik sekali kita lafalkan manakala mengalami sakit. Berikut sedikit tulisan mengenai doa ketika demam dan sakit kepala.

Baca juga: Mengenal Tiga Macam Darah: Haid, Nifas, dan Istihadah

Bacaan Dzikir Ketika Demam, Sakit Kepala, dan Lainnya

Imam Nawawi menyebutkan dalam “Bab: Dzikir Orang yang Mengalami Sakit Kepala, Demam, atau Penyakit Lainnya” sebuah hadis riwayat sahabat Ibnu Abbas ra. Yang berbunyi demikian:

عن ابن عباس رضي الله عنهما، أن رسول الله – ﷺ – كان يعلِّمهم من الأوجاع كلها، ومن الحمى أن يقول: “بِسْم اللهِ الكَبِيرِ، نَعُوذُ بالله العَظِيمِ منْ شَرِّ عِرْقٍ نَعّارٍ ومِنْ شَرِّ حَرِّ النارِ».

Kami meriwayatkan dalam kitab Ibn as-Sunnī, dari Ibnu ‘Abbās ra., bahwa Rasulullah saw. mengajarkan kepada mereka doa ketika mengalami berbagai macam penyakit, termasuk demam, dengan membaca:

بِسْمِ اللهِ الكَبِيرِ، نَعُوذُ بِاللهِ العَظِيمِ مِنْ شَرِّ عِرْقٍ نَعَّارٍ، وَمِنْ شَرِّ حَرِّ النَّارِ

Bismillāhil-Kabīr, na‘ūdzu billāhil-‘Aẓīmi min syarri ‘irqin na‘ārin, wa min syarri ḥarrin-nār.

“Dengan nama Allah Yang Mahaagung. Kami berlindung kepada Allah Yang Mahaagung dari keburukan urat yang bergejolak dan dari buruknya panas api neraka.”

Baca juga: Lima Syarat Sah Melaksanakan Salat

Bacaan Lain Ketika Sakit

Selain membaca lafal dzikir di atas, bagi orang yang sakit hendaknya menambah beberapa bacaan pula. Dalam keterangan selanjutnya, Imam Nawawi menganjurkan untuk membaca:

  • Al-Fatihah untuk diri sendiri
  • Surat Al-Ikhlas
  • Surat Al-Mu’awidzatain

Kemudian, setelah selesai membaca, kita meniupkan nafas pada kedua tangan. Lalu kita lanjutkan dengan membaca doa ketika mengalami kesulitan.

Demikian redaksi dalam kitab Al-Adzkar An-Nawawiyah:

وينبغي أن يقرأ على نفسه الفاتحة، وقل هو الله أحد، والمعوِّذتين وينفث في يديه كما سبق بيانه وأن يدعو بدعاء الكرب الذي قدمناه.

Selain itu, hendaknya seseorang membaca Surah al-Fātiḥah, Surah al-Ikhlāṣ (Qul Huwallāhu Aḥad), dan al-Mu‘awwidzatain (Surah al-Falaq dan an-Nās) untuk dirinya sendiri, kemudian meniupkan (nafats) ke kedua tangannya sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Ia juga hendaknya berdoa dengan doa ketika mengalami kesusahan (doa al-karb).

Baca juga: Hukum Adegannya Aktor

Doa Ketika Mengalami Kesulitan

Berikut ini merupakan lafal doa ketika mengalami kesusahan, seperti yang ter dapat dalam kitab Al-Adzkar An-Nawawiyah:

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ

Yā Ḥayyu Yā Qayyūmu, biraḥmatika astaghītsu.

“Wahai Zat Yang Mahahidup, wahai Zat Yang Maha Berdiri Sendiri (mengurus seluruh makhluk), dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan.”

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses