Lirboyo – Pondok Pesantren Lirboyo memiliki bangunan bersejarah yang masih dilestarikan hingga kini, yakni Langgar Angkring. Bangunan ini terletak di dalam Pondok Induk Lirboyo, sekitar 150 meter di sebelah barat Masjid Kasepuhan Lawang Songo.
Baca juga: Tam-Taman Lirboyo: MHM dan Ma’had Aly Gelar Koreksian Kitab Semester Ganjil
Mengenal kembali Langgar Angkring
Langgar Angkring Pondok Pesantren Lirboyo sangat erat dengan awal mula KH. Abdul Karim yang berdomisili di Desa Lirboyo. Tepatnya, selang satu tahun kelahiran putri sulung Beliau dengan Nyai Khadijah (Dlamrah) yang bernama Hannah.
Dalam buku 3 Tokoh Lirboyo, disebutkan bahwa bangunan ini didirikan pada tahun 1910 M.
Dengan ruangan yang besarnya sekitar 2,5 x 5 sampai 6 meter, Langgar Angkring bisa digunakan setidaknya 20 orang ketika duduk bersamaan dan memiliki teras sekitar 1,5 x 5 – 6 meter.
Nampak gagah dengan gaya arsitektur klasik, bangunan inilah yang menjadi cikal bakal Pondok Pesantren Lirboyo.

Renovasi Langgar Angkring
Pada tahun 2025, bangunan tersebut mengalami revitalisasi karena adanya beberapa unsur bangunan yang mulai rapuh karena termakan usia, seperti tiang dan juga rusuk-rusuk yang menopang genting.
Anyaman bambu yang dijadikan sebagai temboknya kini pun tampak dilapisi oleh cairan plitur. Penambahan beberapa lampu yang berjejer rapi di setiap tiang teras justru semakin menguatkan karakter bangunan yang kini berusia sekitar 116 tahun.
Semula bawah Langgar Angkring adalah warung, sekarang Langgar Angkring kini berada di atas Kantor Talaqi.
Baca juga: Lirboyo Gelar Ujian Talaqi Daerah Serentak di Muktamar
Pemanfaatan Langgar Angkring
Sebagaimana yang dilakukan oleh santri-santri terdahulu, kebiasaan belajar, membaca Al-Quran, salat berjemaah hingga berdiskusi, kegiatan tersebut masih menjadi tradisi yang dilakukan di Langgar Angkring.
“Harapanya kita semua bisa merawat dan mensyiarkan Langgar Angkring. Meliputi mengawasi santri yang belajar dan mengadakan salat berjemaah.”, ungkap Ahmad Abdurrohim, Ketua Talaqi asal Kediri.
Ini menjadi bukti bahwa Ponpes Lirboyo tak hanya menjaga bangunan peninggalan para leluhur melainkan juga melestarikan tradisinya.
6 Agustus 2026 menjadi bagian akhir dari proses revitalisasi dan kini telah siap untuk digunakan beraktivitas kembali.


Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
