Lirboyo Gelar Ujian Talaqi Daerah Serentak di Muktamar

Ujian Talaqi Daerah

Lirboyo, Kediri — Ribuan santri Pondok Pesantren Lirboyo memadati Aula Al-Muktamar pada Jumat (7/8/2026). Pengawasan para mudarris dan keseriusan santri tampak menyelimuti pelaksanaan Ujian Talaqi Daerah, sebuah momentum penting untuk menyelaraskan kualitas pembacaan Al-Qur’an di lingkungan pesantren Lirboyo.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, di antaranya Agus H. Adibussholeh Anwar, Bapak A. Zaenal Muttaqin Thobroni, Bapak Miftahul Umam, Bapak M. Idris Nawawi, dan Bapak Rafli Khairil Putra.

Talaqi Daerah sendiri merupakan sistem pembelajaran Al-Qur’an berbasis konsolidasi kedaerahan santri. Misal, Daerah Kediri menghimpun ratusan santri. Jakarta, Magelang dan Surabaya menghimpun 200-an santri, hingga daerah Luar Jawa dan Luar Negeri yang seluruhnya diwajibkan terlibat.

Meski telah dirintis sejak 2022, program ini baru terlaksana secara masif dan serentak di seluruh daerah yang ada di Pondok Pesantren Lirboyo pada 2024. Program ini hadir sebagai wadah santri yang belum tertampung dalam lembaga pengajian Al-Qur’an eksis seperti Madrasah Murottilil Qur’an (MMQ) Lirboyo. Kini, program ini juga menjadi wadah wajib mengaji al-Qur’an di Lirboyo.

“Motif utamanya adalah menghimpun santri-santri yang tidak kebagian jatah ngaji Qur’an di MMQ,” ujar Ketua Talaqi Daerah Pusat, Bapak Ahmad Abdurrohim, di sela-sela acara.

Baca juga: Tam-Taman Lirboyo: MHM dan Ma’had Aly Gelar Koreksian Kitab Semester Ganjil

Sambutan Gus Adib di Ujian Talaqi Daerah

Dalam pengarahannya, Agus H. Adibussholeh Anwar (Gus Adib) menegaskan bahwa ujian bersama ini menjadi fondasi penting untuk para santri dalam menghadapi sertifikasi Ujian Baca Qur’an (UBQ) di tingkat madrasah. Seluruh santri diimbau minimal menuntaskan satu kali khataman Al-Qur’an.

“Ujian ini menjadi sangat penting untuk memastikan kebenaran dan ketepatan membaca Al-Qur’an,” tegas Gus Adib.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mana ujian digelar terpisah di masing-masing pengajian daerah dengan penguji silang, pelaksanaan tahun ini dipusatkan di Aula Al-Muktamar. Format baru ini diambil demi membangun kesatuan arah dan syiar program.

“Pelaksanaan serentak ini ditujukan agar dapat mensyiarkan program sekaligus mensatuarahkan kebijakan talaqi di seluruh daerah,” pungkas Bapak Ahmad Abdurrohim.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses