Mandi Besar; Penyebab, Fardhu dan Tata Caranya

Mandi Wajib: Penyebab, Fardhu, dan Tata Caranya

Mandi Besar; Penyebab, Fardhu dan Tata Caranya – Tahukah kamu, rutinitas-rutinitas yang setiap hari kita lakukan itu bisa bernilai ibadah apabila terdapat sisipan niat yang benar sesuai tuntunan syariat Islam. salah satunya ialah mandi.

Mandi bisa bernilai pahala apabila besertaan dengan niat, misalnya supaya menjadi lebih giat dan lebih khusyu’ dalam menjalankan ibadah lainnya seperti salat, membaca al-Quran, dan lain sebagainya.

Secara asal hukum mandi adalah mubah (boleh). Namun akan menjadi wajib ketika ada beberapa hal yang mengharuskan seorang muslim/muslimah untuk mandi. dan mandi ini dikenal dengan istilah “Mandi Besar”, atau “Mandi Junub atau Jinabat”.

Lalu, bagaimanakah tata cara mandi besar yang benar. Apakah mandi besar yang kita lakukan sudah sesuai dengan tuntunan Syariat. Berikut kami uraikan secara singkat tentang “Mandi Besar; Penyebab, Fardhu, dan Tata Caranya”.

Pengertian Mandi Besar

Wudhu dengan Air Tidak Mengalir dari Bak Mandi atau Ember
ayosemarang.com

Pengertian mandi secara bahasa (etimologi) ialah mengalirkan air pada sesuatu. Sementara pengertian mandi secara Istilah (terminologi) syar’i ialah mengalirkan air ke seluruh badan dengan niat tertentu. (Fath al-Qarib Hal. 7).

Penyebab-penyebab Mandi Besar

Tata Cara Mandi Junub Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW
cnbcindonesia.com

Dalam beberapa literatur kitab klasik, para Ulama pakar fikih menyampaikan bahwa penyebab-penyebab Mandi Besar itu ada 6. Adapun 3 penyebab itu bisa terjadi pada laki-laki maupun perempuan, yakni :

  1. Bertemunya 2 alat kelamin yang berlainan jenis. Atau bersetubuh. Entah bersetubuh dengan manusia (hidup atau meninggal) atau dengan hewan. Atau lewat jalur depan maupun belakang.
  2. Keluarnya Mani. Baik laki-laki atau perempuan. Entah dalam kondisi sadar ataupun tidak sadar. Entah dalam kondisi sedang syahwat ataupun tidak.
  3. Meninggal Dunia. Kecuali bagi orang yang mati syahid.

Sedangkan 3 penyebab lainnya itu hanya khusus terjadi pada seorang perempuan. Yaitu :

  1. Keluarnya Darah Haid
  2. Keluarnya Darah Nifas
  3. Melahirkan

Fardhu (Kewajiban) Mandi Besar

Mandi wajib

Dalam kitab Fath al-Qarib Halaman 7 terdapat sebuah penjelasan bahwa beberapa kefardhuan mandi besar itu ada 3 :

  1. Niat menghilangkan hadats besar dalam hati. Yakni ketika pertama kali mengalirkan air pada anggota tubuh.
  2. Menghilangkan najis-najis yang menempel pada tubuh.
  3. Mengalirkan air ke sela-sela rambut dan kulit bagian luar.

Kesunahan-kesunahan Mandi Besar

Adapun Kesunahan-kesunahan mandi besar yang ada dalam beberapa literatur kitab fikih klasik itu ada banyak, seperti :

  1. Membaca Basmalah
  2. Berwudhu sebelum mandi dengan niat melakukan kesunahan mandi
  3. Menggosokan tangan ke seluruh badan
  4. Berkesinambungan
  5. Mendahulukan bagian kanan daripada kiri
  6. Mengulangi 3 kali
  7. Merenggangkan rambut

Beberapa kesunahan ini hanyalah sebagian saja. Oleh karena itu, jika hendak mengetahui kesunahan-kesunahan yang lebih banyak, silahkan cek dalam referensi-referensi yang lebih luas pemaparannya. seperti kitab I’anah ath-Thalibin, kitab Hasyiyah al-Qalyubi wa Umairah, dan lain-lain.

Tata Cara Mandi Besar

Tata Cara Mandi Besar dengan Air Bersih

Secara garis besar apabila kefardhuan-kefardhuan mandi besar telah dilakukan semua, maka sudah dianggap cukup. Dan mandi besarnya sah serta dia telah suci dari hadats besar. Namun, untuk lebih sempurna dan lebih utama maka hendaknya sesuai dengan tata cara berikut ini :

  1. Membaca Basmalah
  2. Berwudhu secara sempurna dengan niat melakukan kesunahan mandi besar
  3. Niat dalam hati besertaan mengguyurkan air ke anggota tubuhnya. Adapun niatnya adalah :

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا للهِ تَعَالَى

  1. Menghilangkan najis-najis yang ada pada tubuh.
  2. Membasuh lubang anus, sela-sela telinga, hidung, dan kulit-kulit yang terlipat.
  3. Mengguyurkan air ke seluruh tubuh dengan mendahulukan bagian kanan
  4. Menggosok-gosokan tangan ke badannya menggunakan sabun atau sejenisnya
  5. Melakukan hal-hal tersebut sebanyak 3 kali 3 kali
  6. Merenggangkan rambut yang tebal agar air dapat sampai pada kulit bagian luar secara keseluruhan

Dengan menerapkan tata cara ini maka tidak hanya sekedar menggugurkan kewajiban belaka, akan tetapi juga akan menambah pahala sebab kesunahan yang lain.

Penutup

Demikianlah uraian singkat terkait dengan Mandi Besar; Penyebab, Fardhu dan Tata Caranya. Jika hendak mencari tambahan ilmu terkait tentang tema ini, silahkan buka beberapa artikel kami tentang tema terkait. Jangan lupa untuk mampir ke media sosial  Pondok Lirboyo

Baca Juga : Ciri-ciri Baligh dalam Perspektif Empat Mazhab

Referensi :

Fath al-Qarib al-Mujib, Imam Ibnu Qasim al-Ghazi, Hal. 7, Maktabah Haromain.
Kifayah al-Akhyar, Syaikh Taqiy ad-Din al-Hishni, Maktabah Haromain
Nihayah az-Zain, Imam Nawawi al-Bantani, Maktabah Haromain

One thought on “Mandi Besar; Penyebab, Fardhu dan Tata Caranya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.