Membaca Al-Qur’an adalah sebaik-baik dzikir yang bisa kita lakukan. Dan lebih bagus lagi apabila bisa membacanya sembari mengangan-angan maknanya dalam pikiran. Dalam membaca Al-Qur’an pun terdapat adab-adab dan tata cara tersendiri.
Kita, sebagai umat Muslim sudah seharusnya merutinkan membaca Al-Qur’an, sampai khatam. Apabila menilik para ulama terdahulu, kita dapat mengetahui perbedaan-perbedaan cara dalam mengkhatamkan Al-Qur’an. Ada yang sebulan dua kali, ada yang sebulan sekali, sepuluh hari sekali, ada juga yang seminggu sekali. Ini artinya, di dalam Al-Qur’an ada faidah istimewa yang kita, sebagai umat Islam, tidak boleh lewatkan. Oleh karenanya, baik sekali kita merutinkan membacanya kapan saja, terutama di waktu utama yang akan tersaji dalam tulisan berikut.
Baca juga: Tata Cara Wudu Pasien dengan Infus
Keadaan Terbaik Membaca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an kapanpun, di manapun itu boleh saja. Asal tidak mencederai kemuliaanya. Namun, ada satu keadaan yang sangat utama untuk membaca Al-Qur’an. Yakni ketika kita melakukan sholat. Tepatnya saat berdiri setelah membaca Al-Fatihah. Imam Nawawi dalam Al-Adzkar An-Nawawiyah mengungkapkan bahwa dalam beberapa Madzhab, terutama Syafi’I ada pernyataan demikian:
تطويل القيام في الصلاة بالقراءة أفضل من تطويل السجود وغيره
“Lama berdiri dalam sholat sembari membaca Al-Qur’an itu lebih utama ketimbang berlama-lama melakukan sujud dan lainnya.”
Waktu Terbaik Membaca di Luar Sholat
Sebelumnya, sudah kita ketahui bahwa di setiap keadaan, ada anjuran untuk membaca Al-Qur’an. Paling utama adalah di dalam sholat. Selanjutnya, saat di luar sholat, waktu yang utama adalah pada malam hari. Sangat bagus apabila membacanya pada separuh akhir malam. Malam menjadi utama sebab pada saat itu kita bisa membacanya dengan hati penuh khusyuk. Bahkan waktu tersebut lebih bisa menjaga kita saat beribadah. Selain waktu itu, baik juga membacanya di waktu antara maghrib dan isya’.
Baca juga: Salat Mu’adah: Pengertian, Hukum, dan Syarat Mengulangi Salat Fardu
Waktu Terbaik Selain Malam Hari
Selanjutnya, adalah waktu utama membaca selain malam hari. Yakni membacanya setelah salat subuh. Hal ini sebab pada waktu tersebut, ada para malaikat sedang berkumpul. Sehingga ibadah mendarus Al-Qur’an yang kita lakukan akan mereka saksikan. Selain itu, kita lebih leluasa membacanya pada waktu demikian ketimbang siang harinya.
Waktu Terbaik Berdasarkan Hari dan Bulan
Kemudian, ada klasifikasi pembagian waktu utama tilawah Al-Qur’an. Berdasarkan hari, waktu utama membacanya adalah:
- Hari Arafah
- Jum’at
- Senin
- Kamis
Hari Arafah menjadi paling utama sebab hari tersebut menjadi “sayid al-Ayyam” atau raja dari semua hari. Selain itu, pada hari tersebut dosa-dosa mendapat ampunan dan segala keinginan terkabulkan.
Baca juga: Wanita Haid Pergi Berziarah Kubur, Bagaimana Hukumnya? Ini Penjelasan Ulama
Waktu terbaik Lainnya
Adapun waktu yang utama bisa kita gunakan untuk membaca Al-Qur’an adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Sebab di dalamnya terdapat Hari Arafah. Kemudian sepuluh akhir bulan Ramadan. Sebab pada malam harinya, kita berkesempatan bertemu dengan malam Lailatul Qodar. Sedangkan bulan paling utama untuk membaca Al-Qur’an adalah bulan Ramadan.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





