Nasihat Mualif Simtu ad-Duror

Nasihat Mualif Simtu ad-Duror

Nasihat Mualif Simtu ad-Duror | Pernah dalam sebuah ceramah beliau memberi nasehat-nasehat wasiat bagi seorang penuntut ilmu. Di antaranya dalam wasiat tersebut:

“Ketauhilah, aku senang kepada kalian karena kalian mau membawa buku. Ku do’akan kalian berumur panjang dan memperoleh futuh. Katauhilah, setiap orang yang mengajarkan ilmu yang dimilikinya, kelak (di hari qiamat) akan mendapat pertolongan Rasullullah Saw.”

Bahkan dalam kesempatan yang lain beliau pernah berkata: “Aku menempatkan para penuntut ilmu di atas kepalaku. Jika bertemu pelajar yang membawa kitabnya, ingin rasanya aku mencium kedua matanya. Bagaimana mungkin kita tidak mengagumi meraka, sedangkan Rasulullah Saw bersabda: “Agama ini pada awalnya asing dan kelak akan kembali asing. Sungguh beruntung orang-orang yang (dipandang) asing. Yakni orang-orang yang menghidupkan kembali sunnahku yang telah dimatikan oleh masyarakat.“

Betapa beliau sangat menjunjung dan memuji para penuntut ilmu. Hal ini dibuktikan oleh nasihat beliau pada hari ahad, 11 syawal 1322 H. dalam sebuah majelis di Anisah, Habib Ali mengundang dan menjamu para pelajar. Saat itu, Habib Ali berkata:

“Ketahuilah, hari ini aku mengundang kalian dengan tujuan agar kalian bangkit dengan penuh semangat untuk menuntut ilmu. Dan ketahuilah, aib bagi seorang pelajar adalah jika ia tidak membawa buku.

Giatlah belajar, semoga Allah memberkahi kalian. Bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu, dan perhatikanlah salat kalian.”

Sanjungan untuk Santri

Lalu beliau kembali menuturkan tentang kelebihan-kelebihan dari para santri. “Mereka menghafal berbagai matan (naskah). Mereka telah hafal kitab Zubad, Mulhah, Alfiyah, Jurmiyah, dan kitab lainnya di masa kecil mereka. Setelah dewasa, di antara mereka ada yang hafal kitab al Minhaj, al Irsyad, dan ada pula yang telah hafal al-Ubad. Sedangkan kalian (selain santri)? Satu kitab pun takada yang hafal, andai kata ada yang hafal, ia tidak akan faham dan tidak akan mengamalkan isinya.”

Beliau memang sangat menjunjung para santri hal itu tercermin dalam nasihat-nasihat beliau di antaranya: “Aku ingin setiap pelajar membawa alat tulisnya ketika mengikuti pelajaran, kemudian mencatat persoalan-persoalan yang telah dihafalnya. Ketahuilah, manfaat sebuah ilmu terletak pada pengalaman dan pencatatannya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.