Cara Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

Pendahuluan

Kemerdekaan adalah salah satu nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada suatu bangsa. Dengan kemerdekaan, manusia dapat menjalankan ibadah dengan bebas, mengatur kehidupan bermasyarakat tanpa penindasan, serta membangun peradaban dengan nilai-nilai keadilan. Mensyukuri nikmat kemerdekaan adalah kewajiban, sebab Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”(QS. Ibrahim: 7)

Baca juga: Santri Lirboyo Gelar Upacara HUT RI ke-80

1. Menjaga Iman dan Ketaatan kepada Allah

Kemerdekaan sejati adalah kebebasan dalam beribadah. kita mensyukurinya dengan memperkuat iman dan melaksanakan perintah(syariat) Allah. Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menjelaskan bahwa hakikat syukur adalah menggunakan nikmat sesuai tujuan penciptaannya, yakni untuk taat kepada Allah.

ثُمَّ إِنَّهُمْ إِنْ عَرَفُوا نِعْمَةً ظَنُّوا أَنَّ الشُّكْرَ عَلَيْهَا أَنْ يَقُولَ بِلسَانِهِ: ٱلْـحَمْدُ لِلَّهِ، ٱلشُّكْرُ لِلَّهِ،
وَلَمْ يَعْرِفُوا أَنَّ مَعْنَى الشُّكْرِ أَنْ يُسْتَعْمَلَ النِّعْمَةُ فِي إِتْمَامِ ٱلْـحِكْمَةِ ٱلَّتِي أُرِيدَتْ بِهَا، وَهِيَ طَاعَةُ ٱللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Artinya :“Kalau mereka menyadari bahwa itu nikmat dan mereka mengira cara mensyukurinya cukup mengucapkan, ‘al-hamdu lillah’ atau ‘as-syukru lillah. tetapi mereka tidak mengetahui bahwa makna syukur adalah menggunakan nikmat tersebut dalam menyempurnakan hikmah untuk apa nikmat itu (diciptakan), yaitu ketaatan (dalam arti luas) kepada Allah,” (Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, [Beirut, Darul Fikr: 2015 M], juz IV).

Dengan kemerdekaan, umat Islam bebas menjalankan syariat, maka bentuk syukurnya adalah menjaga shalat, puasa, zakat, dan ibadah lain tanpa lalai.

Baca Juga: Kang Said Aqil Hadiri Haul KH. Imam Yahya Mahrus ke-14

2. Menghindari Perpecahan dan Menjaga Persatuan

Kemerdekaan akan sia-sia jika diisi dengan permusuhan dan perpecahan. Al-Qur’an menegaskan:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

Artinya :“Berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.”(QS. Ali ‘Imran: 103)

Imam Ibn Katsir menafsirkan ayat ini dengan menekankan pentingnya persatuan dalam menjaga keberlangsungan nikmat Allah, termasuk nikmat kemerdekaan. Maka, menjaga ukhuwah, menghindari fitnah, serta menjauhi pertikaian adalah wujud nyata syukur atas kemerdekaan.

Baca juga: Sejenak Mari Kita Bersyukur di 80 Tahun Kemerdekaan

3. Memakmurkan Negeri dengan Amal Shalih

Kemerdekaan memberi peluang untuk membangun negeri sesuai dengan ajaran Islam. Allah berfirman:

هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا

Artinya :“Dialah yang menjadikan kamu dari bumi (tanah) dan memakmurkan kamu di dalamnya.”(QS. Hud: 61)

Para ulama seperti al-Mawardi dalam al-Ahkam al-Sulthaniyyah menjelaskan bahwa salah satu kewajiban umat adalah mengelola urusan dunia dengan adil dan maslahat. Maka, membangun pendidikan, ekonomi, dan keadilan sosial merupakan bentuk syukur atas nikmat kemerdekaan.

Baca juga: KH. An’im Falahuddin Mahrus: Pentingnya Wawasan Kebangsaan

4. Menghormati Jasa Para Pahlawan

Syukur juga ditunjukkan dengan menghargai jasa para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raganya. Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يَشْكُرُ اللهَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ

Artinya :“orang-orang yang Tidak bersyukur kepada Allah adalah orang-orang yang tidak berterima kasih kepada manusia.”[Abu Dawud, Sunan Abi Dawud dengan syarah ‘Aun al-Ma‘būd, syarah oleh Syaraf al-Haqq al-‘Azhim Abadi, cet. Al-Maṭba‘ah al-Anṣariyyah, Delhi, hal no. 403 no. 4811]

Menghormati pahlawan berarti mendoakan mereka, melanjutkan perjuangan mereka dengan amal shalih, dan menjaga hasil kemerdekaan yang telah mereka raih.

Baca juga: KH. Abdulloh Kafabihi: Peran Ibu untuk Keluarga dan Negara

5. Mengisi Kemerdekaan dengan Akhlak Mulia

Kemerdekaan bukan berarti bebas sebebas-bebasnya, tetapi bebas dari penjajahan menuju perbudakan Allah. Imam Ibn ‘Athaillah dalam al-Hikam menegaskan tentang “Orang merdeka adalah yang tidak diperbudak hawa nafsunya.”

أَنْتَ حُرٌّ مِمّاَ أَنْتَ عَنْهُ آيِسٌ وَعَبْدٌ لِـــــــماَ أَنْتَ لـــَهُ طَامِــــــعٌ

Artinya: “Engkau adalah orang yang merdeka dari apa yang tak kauinginkan. Dan engkau adalah budak dari apa yang kauserakahi.” [Syekh Ahmad ibn Athaillah, dalam al-Hikam]

Maka, syukur kemerdekaan diwujudkan dengan akhlak mulia: jujur, adil, amanah, serta menjauhi korupsi dan kezhaliman yang dapat merusak bangsa.

Baca juga: Santri Kelas II Tsanawiyah MHM Antusias Ikuti Istighotsah Peringatan HUT RI ke-80

Penutup

Nikmat kemerdekaan adalah amanah besar dari Allah yang harus dijaga. Kita bisa mewujudkan syukur itu dengan:

1. Taat kepada Allah

2. Menjaga persatuan

3. Memakmurkan negeri

4. Menghormati jasa pahlawan

5. Mengisi kemerdekaan dengan akhlak mulia.

Dengan demikian, kemerdekaan tidak hanya sekadar bebas dari penjajah, tetapi juga menjadi jalan untuk membangun peradaban yang Allah ridhai.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses