HomeAngkringForum Musyawarah Putri Sejatim Kembali Digelar

Forum Musyawarah Putri Sejatim Kembali Digelar

1 0 likes 659 views share

LirboyoNet, Kediri – Maraknya peredaran berbagai macam produk minuman berenergi akhir-akhir ini, patut mendapat perhatian, sebab menurut sebagian pemerhati masalah kesehatan, kandungan zat-zat  kimia dalam tiap kemasan, ternyata melewati ambang batas, sehingga berbahaya bagi kesehatan tubuh. Pun demikian bila dikonsumsi secara berlebihan akan menimbulkan kerusakan organ dalam manusia secara permanen. Sayangnya analisis dari praktisi kesehatan tersebut tidak mendapatkan perhatian oleh pemerintah.

Itulah salah satu dari beberapa materi pembahasan forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMP3) se Jawa Timur ke XIV. Musyawarah rutin yang dilaksanakan setahun sekali tersebut diikuti oleh seluruh Pesantren Putri di Jawa Timur dan beberapa Pesantren Putri dari Jawa Tengah. Dalam forum ini terbagi dalam tiga komisi (kelompok pembahasa.red) dan dilaksanakan mulai hari ini, rabu (11/05) hingga jumat pagi (13/05).

Kontributor lirboyo.net Ust. Hamim Hudlori melaporkan, sebanyak 350 orang peserta terlibat dalam kegiatan ini, terdiri dari Mushohih, Perumus dan peserta. Pelaksanaan FMP3 yang ke XIV kali ini bertempat di Pondok Pesantren Putri Zainul Hasan Gengong Kota Probolingo Jawa Timur. Khusus dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, sekitar 80 orang mengikuti kegiatan tersebut, meliputi beberapa ustadz pendamping dan puluhan santri putri yang berada di pondok Pesantren Putri Lirboyo, seperti P3TQ, P3HM. P3HMQ dan Almahrusiyyah Putri. Guna memudahkan koordinasi, panitia penyelenggara menyewa satu unit bus dan dua unit mini bus.

Hadir dalam ceremonial pembukaan FMP3 pada selasa sore (11/05), Ketua Pengurus Wilayah NU Jatim, sekaligus Tuan Rumah KH. Hasan Mutawakil Alallah, penasehat utama FMP3 sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH. M. Anwar Manshur, Ketua FMP3 Jatim Agus H. Adibussoleh Anwar dan beberapa pejabat pemerintahan Kota Probolinggo.

Dalam sambutan atas nama penasehat FMP3, KH. Anwar Manshur berpesan agar para santri putri tidak hanya menjadi konsumen hukum saja, namun harus mampu menciptakan pruduk hukum, “Dimasa mendatang wanita juga harus mampu mengaktualisasikan kitab kuning ditengah-tengah masyarakat.” Ujar beliau. Selanjutnya FMp3 dibuka oleh KH. Anwar Manshur. riff