Istighotsah Dalam Rangka Menyambut HUT KE-81 Republik Indonesia

istighotsah dalam rangka menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia istighotsah dalam rangka menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia

Kegiatan istighotsah dalam rangka menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia terlaksana pada hari Kamis malam Jum’at, 01 R. Awal 1448 Hijriyah/13 Agustus 2026 Masehi di Aula Al-Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri.

Sejak pukul 08.00 WIs. malam, para santri Lirboyo tampak berbondong-bondong menuju lokasi acara dalam balutan pakaian putih. Tak lupa, atribut dan pernak-pernik khas untuk menyambut kemerdekaan juga panitia sediakan. Seperti bendera kecil dan ikat kepala merah putih untuk menyemarakkan acara tersebut.

Hadir dalam acara tersebut KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, KH. Athoillah S. Anwar, Agus HM. Ali Ya’lu Wala Yu’la Alaih Anwar, Agus HM. Adibussholeh Anwar, Agus HA. Najmiddin Maya’ba Thoha Zaini. Hadir pula Agus H. Nururrohman Ya’lu dan Agus H. Syathori Ya’lu menyertai. Selain itu, hadir juga segenap jajaran kepemimpinan dan kepengurusan Pondok Pesantren Lirboyo dan Mudir Madrasah Hidayatul Mubtadiin & Ma’had Aly Lirboyo.

Baca juga: Renovasi Lantai Asrama Pondok Lama Ponpes. Lirboyo

Rangkaian Acara Berjalan Tertib dan Lancar

Rangkaian acara istighotsah malam ini berjalan lancar tanpa kendala suatu apapun. Mulai dari pembukaan oleh pembawa acara, kemudian lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh saudara Isa Muhammad. Selanjutnya, adalah sesi pembacaan Istighotsah yang dipimpin oleh Agus H. Ali Ya’lu Wala Yu’la Alaih Anwar.  Kemudian, mauidzoh hasanah oleh KH. Abdullah Kafabihi Mahrus.

Mauidzoh Oleh KH. Abdullah Kafabihi Mahrus

Dalam mauidzoh tersebut, beliau menghimbau kepada para santri agar memperingati kemerdekaan dengan hal-hal yang positif.

“Kita memperingati 17 Agustus hendaknya dengan hal-hal yang tidak melanggar syara’. Seperti istighotsah misalnya, ini wujud mensyukuri. Jangan dengan melakukan hura-hura dan hal yang mengganggu lingkungan sekitar. Ini malah tanda mengufuri (nikmat kemerdekaan).

Para santri tampak antusias dan penuh khidmat mendengarkan petuah demi petuah yang beliau sampaikan. Suasana hangat benar-benar meliputi Aula Al-Muktamar malam itu.

Sesi berakhir dengan bacaan doa oleh KH. Abdullah Kafabihi Mahrus serta salawat tibbil qulub bersama para santri yang hadir memenuhi Aula Al-Muktamar.

Baca juga: Haul Ke-11 Almarhum Almaghfurlah KH. M. Abdul Aziz Manshur

Orasi Kebangsaan oleh KH. Athoillah S. Anwar

Berikutnya adalah sesi orasi kebangsaan. Dalam hal ini, KH. Athoillah S. Anwar yang memimpin para santri. Dalam orasinya, beliau mengajak para santri untuk senantiasa menumbuhkan jiwa nasionalisme. Terutama sebagai santri agar mengisi kemerdekaan dengan peran apapun yang bisa seorang santri lakukan. Di antaranya adalah dengan tekun atau mempeng belajar.

Sedikit dari orasi beliau adalah:

“Kita sebagai seorang santri jangan hanya berpangku tangan. Bergeraklah! Mempenglah! Kalau bukan kita yang mencintai negeri ini, siapa lagi?

Mulailah dari diri sendiri!

Mulailah dari hal yang kecil!

Pada akhirnya, sambutan tepuk tangan dari segenap hadirin tak terhindarkan di penghujung orasi.

Pembacaan Ikrar Santri

Sesi selanjutnya adalah Ikrar Santri oleh segenap hadirin. Ribuan Santri Lirboyo berdiri untuk mengikuti pembacaan ikrar yang dipimpin oleh Agus H. Nururrohman Ya’lu. Isi ikrar tersebut adalah sebagaimana berikut:

  • Pertama, senantiasa bersyukur kepada Allah atas anugerah kemerdekaan Indonesia
  • Kedua, senantiasa berterima kasih kepada para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia
  • Ketiga, senantiasa berdoa agar semua pengorbanan para pahlawan untuk Indonesia diterima Allah
  • Keempat, senantiasa siap untuk meneruskan perjuangan para pahlawan dalam mengisi kemerdekaan Indonesia
  • Kelima, senantiasa membumikan cinta tanah air dalam hati dan jiwa kami
  • Keenam, senantiasa siap menjaga keutuhan kedaulatan kewibawaan persatuan dan kesatuan negara Republik Indonesia
  • Ketujuh, senantiasa memohon kepada Allah agar negara Indonesia dijadikan sebagai negara baldatun thoyyibatun warobbun ghofur.

Baca juga: Dauroh Ilmiah & Sanadan Kitab Al-Arbain an-Nawawy bersama As-Syaikh Dr. Yasir Al-Adny

Menyanyikan Bersama Lagu Kebangsaan

Sebagai salah satu wujud menyemarakkan suasana kemerdekaan serta bentuk syukur atasnya, para santri dan hadirin sekalian bersama-sama menyanyikan beberapa lagu kebangsaan. Yakni Indonesia Raya, Ya Lal Wathon, 17 Agustus, dan lagu Syukur. Suasana syahdu seketika memenuhi seisi Aula Al-Muktamar sebelum akhirnya acara malam itu berakhir dengan penutup dan doa oleh KH. Athoillah S. Anwar.

Acara Doorprize Turut Memeriahkan

Tak hanya sampai di penutup dan doa. Setelah rangkaian acara tuntas, para santri yang hafir berkesempatan mendapatkan banyak doorprize menarik. Tentu saja hal ini mendapat tanggapan antusias dari para santri. Secara acak, satu oersatu para santri yang terpilih berkesempatan maju untuk menjawab tantangan dan membawa pulang hadiah tersebut.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses