Hari Pers Nasional yang kita peringati setiap tahun. Akan menjadi momentum yang penting, karena merefleksikan peran dan tanggung jawab pers dalam kehidupan masyarakat.
Dalam Islam, pers memiliki posisi strategis sebagai sarana menyampaikan informasi, mendidik umat, dan menegakkan nilai-nilai kebenaran serta keadilan.
Peringatan Hari Pers Nasional bukan sekadar seremoni ataupun perayaan. Tetapi juga pengingat bagi seluruh pelaku media untuk terus menjaga amanahnya sebagai penyampai informasi yang benar dan bermanfaat.
Baca Juga: Hati-hati Ketika Diri Merasa Ikhlas
Islam telah menekankan pentingnya verifikasi berita, adab dalam menyampaikan informasi, serta tujuan positif dalam penggunaan media. Oleh karena itu, nilai-nilai yang Islam ajarkan dapat menjadi landasan penting dalam membangun pers yang beretika dan bertanggung jawab dan juga sejalan dengan semangat Hari Pers Nasional.
Islam memiliki prinsip-prinsip utama yang dapat menjadi pedoman dalam aktivitas pers, yaitu:
Kebenaran dan Kejujuran
Dalam Islam, menyampaikan berita harus bedasarkan pada kebenaran. Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ ٦
“Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6).
Ayat ini menunjukkan pentingnya verifikasi berita untuk menghindari fitnah dan kesalahan informasi.
Baca Juga: Hikmah Dibalik Kesulitan
Etika dalam Menyampaikan Berita
Islam menekankan adab dalam berbicara dan menulis, termasuk dalam konteks pers. Pers tidak boleh menyebarkan fitnah, hoaks, atau berita yang merusak kehormatan orang lain. Hal ini selaras dengan hadis Nabi Muhammad SAW:
منْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرَاً أَو لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ وَاليَومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، ومَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ واليَومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diamlah! Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tetangganya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tamunya.” Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Baca Juga: Hukum Khataman Al-Qur’an Online
Tujuan Positif
Pers dalam Islam berfungsi untuk mendidik, menasihati, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Media seharusnya tidak kita gunakan untuk memecah belah atau menyebarkan kebencian, melainkan untuk menyatukan umat dan menegakkan keadilan.
Tanggung Jawab Sosial
Islam memandang pers sebagai bagian dari tanggung jawab sosial yang besar. Karena media bertanggung jawab kepada Allah dan masyarakat atas dampak dari informasi yang dia sampaikan.
Baca Juga: Trik Pengawasan Orang Tua Pada Anak Di Era Digital Ala Ulama
Kesimpulan: Hari Pers Nasional Momentum untuk Merefleksikan Tujuan Pers
Hari Pers Nasional menjadi pengingat bagi kita mengenai peran pers dalam membangun masyarakat yang beradab, berkeadilan, dan berinformasi.
Dan juga perspektif Islam, pers memiliki tanggung jawab besar untuk menyampaikan informasi yang benar, menjaga kejujuran, dan mematuhi etika dalam setiap pemberitaan.
Melalui semangat Hari Pers Nasional, pers diharapkan juga dapat merenungkan kembali fungsi sosialnya sebagai penjaga kebenaran dan pelayan masyarakat.
Baca Juga: Kapankah Hari Kiamat Datang?
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





