Tag Archives: wirid

Tentang Ijazahan Kitab dan Wirid

Menurut para ahli hadits dari pakar ilmu, Ijazah adalah salah satu cara untuk menerima dan meriwayatkan suatu Hadits. Maka menjadi beraneka juga dalam memaknai dan menerapkannya, namun tidak keluar dari makna umumnya, yaitu menerima ilmu dari para guru.

Adapun sebagian dasar dari Ijazah tersebut antara lain:

قُلْ أَرَأَيْتُم مَّا تَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا مِنَ الْأَرْضِ أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِ ائْتُونِي بِكِتَابٍ مِّن قَبْلِ هَذَا أَوْ أَثَارَةٍ مِّنْ عِلْمٍ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ (الاحقاف:4

Artinya: Katanlah: “Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah. Perlihatkan kepada-Ku apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan) langit? Bawalah kepada-Ku Kitab yang sebelum (Al-Quran) ini atau peninggalan dari pengetahuan (orang-0rang dahulu), jika kamu adalah orang-orang yang benar” (QS. Al-Ahqof:4)

Dalam tafsir Al-Qurthubi, Imam Al- Qorodhi menafsiri kata peninggalan dari pengetahuan (orang-orang terdahulu) dengan makna: suatu pengetahuan yang dikutip dari kitab orang-orang terdahulu dengan sanad yang shahih sampai kepada mereka.

(عن محمّد بن سيرين قال إنّ هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذون دينكم.(رواه مسلم

Artinya: dari Muhammad bin Sirrin, ia berkata; “sesungguhnya penngetahuan ini adalah agama, maka perhatikanlah dari siapa kalian mempelajari dan mengamalkannya.(HR. Muslim)

Hadits ini menunjukan betapa pentingnya dari siap kita mengambil ilmu. Dengan ijazah akan melegalkan pengambilan ilmu seorang murid dari guru. Jika guru mengambil ijazah dari gurunya dan gurunya dari gurunya, begitu terus seterusnya hingga Nabi Saw, maka sanad ilmu yang didapat murid benar-benar bersambung sampai Nabi Muhammad Saw.()