Zakat Tanaman Karet

Apakah tanaman karet wajib di zakati? Berapa nisabnya?

Ghofur

Admin – Menurut ulama Hanafiyah dan pendapat Imam Syafi’i dalam qaul qadim, tanaman karet wajib di zakati dengan 10%. Karena, disamakan dengan tanaman zaitun yang dibuat minyak. Menurut Abu Hanifah, segala tanaman yang meningkatkan hasil bumi wajib dikeluarkan zakatnya dengan 10% jika disirami dengan air hujan dan 5% jika di sirami dengan pengairan yang diusahakan sendiri, semisal dengan cara pengeboran dan Iain-Iain. Dan menurut Imam Syafi’i, wajib dikelurkan zakatnya 2,5%, apabila penghasilan berupa uang sudah satu nisab emas (77,5 gr) dan mencapai satu tahun, atau kurang satu nisab tapi punya uang yang dapat memenuhi satu nisab, sebagai mana keterangan di bawah ini:

وَأُخِذَ مِنْهُمَا مَعًا الْعُشْرُ إِذَا سُقِيَا بِسَمَاءٍ أَوْ عَيْنٍ، وَنِصْفُ الْعُشْرِ إِذَا سُقِيَا بِغُرْبٍ. وَقَدْ أَخَذَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنَ الزَّيْتُوْنِ قِيَاسًا عَلَى النَّخْلِ وَالْعِنَبِ.

 

Artinya: “Dan diambil zakat dari keduanya (kurma dan anggur) sepersepuluh (10%) jika disirami dengan air hujan atau sumber mata air, dan setengahnya sepersepuluh (seperduapuluh atau 5%) jika disirami dengan cara menuangkan (mengusahakan) air sendiri. Para ulama mengambil persamaan hukum dari zaitun dengan kurma dan anggur.” (ar Risalah juz 1 hal. 223, 224.)

(قَالَ الشَّافِعِيُّ): أَخْبَرَنَا مَالِكٌ أَنَّهُ سَأَلَ ابْنَ شِهَابٍ عَنِ الزَّيْتُونِ فَقَالَ: فِيهِ الْعُشْرُ وَخَالَفَهُ مَالِكٌ فَقَالَ: لَا يُؤْخَذُ الْعُشْرُ إلَّا مِنْ زَيْتِهِ وَجَوَابُ ابْنِ شِهَابٍ عَلَى حَبِّهِ.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.