Bulan Syaban: Bulan yang Sering Terlalaikan

Syaban Bulan Nabi Berpuasa

Usamah bin Zaid RA pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ:

أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ! قَالَ: ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya :“Usāmah bin Zaid berkata: “Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihat engkau berpuasa pada suatu bulan dari bulan-bulan yang ada sebagaimana engkau berpuasa di bulan Sya‘ban.’ Beliau bersabda, ‘Itulah bulan yang sering manusia lalaikan, berada antara Rajab dan Ramadan. Ia adalah bulan di mana Allah mengangkat semua amal-amal seluruh alam. Maka aku senang apabila amalku diangkat sementara aku dalam keadaan berpuasa.’”[¹ an-Nasā’ī, Sunan an-Nasā’ī hal. 201 juz. 4]

Hadis ini menunjukkan bahwa Syaban adalah bulan yang sangat istimewa, waktu penting untuk evaluasi dan peningkatan amal. Ketika manusia lengah, justru Rasulullah ﷺ hadir dengan kesungguhan ibadah.

Baca juga: Khutbah Jumat: Keutamaan Bulan Syaban

Bulan yang Nabi ﷺ Cintai

Ada yang sebuah hadis yang menceritakan seberapa besarnya Nabi ﷺ terhadap Bulan Sya’ban:

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ ﷺ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

Artinya :“Nabi ﷺ tidak pernah berpuasa dalam suatu bulan lebih banyak daripada bulan Sya‘ban. Beliau biasa berpuasa di bulan Sya‘ban seluruhnya.”[¹Abū ʿAbd Allāh Muḥammad bin Ismāʿīl al-Bukhārī al-Juʿfī, Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, (Damaskus: Dār Ibn Kathīr dan Dār al-Yamāmah) hal. 695 juz. 2]

Para ulama menjelaskan bahwa kecintaan Nabi ﷺ terhadap Sya’ban tercermin dari konsistensi puasa Nabi pada Bulan Sya’ban, bukan sekadar semangat sesaat. Ini menjadi pelajaran penting bahwa ibadah terbaik adalah ibadah yang kita lakukan dengan kesadaran dan kesiapan, bukan mendadak.

Baca juga: Istighfar dan Taubat Nasuha: Kembali kepada Allah dengan Kesungguhan Hati

Menghidupkan Sya’ban dengan Amal Nyata

Ada begitu banyak amaliyah ibadah yang bisa kita lakukan untuk persiapan menjelang Bulan Ramadan. Beberapa amalan yang bisa kita lakukan di bulan Sya’ban antara lain:

  1. Puasa sunnah, terutama di awal dan pertengahan bulan
  2. Memperbanyak dzikir dan istighfar
  3. Membaca Al-Qur’an sebagai persiapan tilawah Ramadan
  4. Memperbaiki niat dan menyucikan hati dari dengki serta permusuhan

Karena pada hakikatnya, bulan Ramadan tidak mengubah manusia yang tidak bersiap, ia hanya menampakkan siapa yang sungguh-sungguh ingin menjadi lebih baik dan siapa yang lalai.

Baca juga: Menjadikan Teman sebagai Penuntun Menuju Kebaikan dan Mendekatkan Diri kepada Tuhan

Penutup

Bulan Sya’ban adalah undangan lembut dari Allah sebelum datangnya jamuan besar bernama Bulan Ramadan. Ia adalah bulan yang Nabi ﷺ cintai, bukan karena kemegahannya, tetapi karena kesunyiannya yang penuh makna.

Maka siapa yang memuliakan Sya’ban, insya Allah ia akan termuliakan di Ramadan. Dan siapa yang menyia-nyiakannya, boleh jadi ia hanya menjadi penonton di bulan suci dan menyesalinya.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَ شَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Sya’ban dan sampaikan kami ke bulan Ramadan.”

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses