Jangan Memberikan Doa Celaka, Doakanlah Hidayah

doa kebaikan

Setiap kita pernah melihat kemaksiatan—di jalan, di media sosial, atau bahkan di lingkungan terdekat. Reaksi pertama yang muncul sering kali adalah amarah atau penolakan. Tapi pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya: apa yang seharusnya kita lakukan saat melihat saudara kita jauh dari jalan Allah? Apakah mencela mereka dan memberikan doa keburukan? Atau justru berdoa agar hati mereka dibuka oleh-Nya?

Berikut kisah penuh hikmah dari seorang wali Allah, Syaikh Ma’ruf Al-Karkhi, yang menunjukkan betapa lembut dan dalamnya pandangan seorang kekasih Allah terhadap mereka yang tengah tergelincir.

Baca juga: Haji Mabrur: Definisi, Keistimewaan dan Tanda-Tandanya

Doa Syaikh Ma’ruf Al-Karkhi

Berikut kisah penuh hikmah dari seorang wali Allah, Syaikh Ma’ruf Al-Karkhi, yang menunjukkan betapa lembut dan dalamnya pandangan seorang kekasih Allah terhadap mereka yang tengah tergelincir.

Di suatu hari, sekelompok pemuda berjalan sempoyongan di depan Syaikh Ma’ruf Al-Karkhi dan murid-muridnya. Mereka membawa alat musik dan minuman keras. Melihat itu, para murid berkata:

“Wahai Guru, doakan agar mereka celaka karena terang-terangan bermaksiat.”

Syaikh menjawab, “Baik, angkat tangan kalian.”
Para murid pun bersiap mengamini.

Baca juga: Bolehkah Kurban untuk Orang yang Sudah Meninggal Dunia?

Tapi yang keluar dari lisan sang guru justru:

“Ya Allah, sebagaimana Engkau buat mereka bahagia di dunia, bahagiakan pula mereka di akhirat.”

Murid-muridnya terkejut. Itu bukan doa kutukan, tetapi kebaikan.

Syaikh lalu menjelaskan:

“Jika Allah membahagiakan mereka di akhirat, berarti mereka telah bertaubat, dan taubat mereka diterima. Itulah yang seharusnya kita harapkan.”

Baca juga: Tafsir “Nikah Dulu Baru Mapan”

Apa yang Bisa Kita Ambil?

Melihat kemaksiatan di sekitar kita memang menyakitkan. Tapi sikap kita seharusnya bukan benci yang membakar, melainkan kasih yang mendoakan.

Mengutuk tidak mengubah. Tetapi doa bisa membuka jalan hidayah.

Maka, saat melihat saudara kita tersesat, jangan doakan kehancuran. Doakan perubahan. Karena bisa jadi, doa tulus kita adalah titik balik mereka menuju cahaya.

Baca juga: Haji Dulu atau Nikah Dulu?

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses