HomeKonsultasiHukum Menyembelih dengan Mesin

Hukum Menyembelih dengan Mesin

0 4 likes 5.6K views share

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bagaimana hukum penyembelihan binatang dengan menggunakan mesin sebagaimana yang dilakukan di beberapa Rumah Potong Hewan (RPH)? Apakah sudah dianggap cukup menurut pandangan syariat Islam? mohon penjelasannya, terimakasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

(Imam Taufiq, -Riau)

Admin- Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Dengan kemajuan teknologi yang serba canggih seperti saat ini, semua pekerjaan manusia seakan mampu dijalankan dengan mesin, tak terkecuali dalam pemotongan hewan sekalipun. Meski tidak dilakukan oleh seseorang secara langsung—hanya sebatas operator mesin—hukum penyembelihan menggunakan mesin diperbolehkan. Sebagai konsekuensinya, dan dagingnya pun halal. Sebagaimana penjelasan Sayyid Abi Bakar Syato Ad-Dimyati dalam kitabnya yang berjudul I’anah at-Thalibin:

وَشَرْطُ الذَّابِحِ أَنْ يَكُوْنَ مُسْلِمًا (قَوْلُهُ: أَنْ يَكُوْنَ مُسْلِمًا) أَيْ أَوْ مُسْلِمَةً. وَشُرِطَ أَيْضًا أَنْ يَكُوْنَ غَيْرَ أَعْمَى فِيْ غَيْرِ مَقْدُوْرٍ عَلَيْهِ مِنْ صَيْدٍ وَغَيْرِهِ، فَلَا يَحِلُّ مَذْبُوْحُ الْأَعْمَى بِإِرْسَالِ آلَةِ الذَّبْحِ، إِذْ لَيْسَ لَهُ فِيْ ذَلِكَ قَصْدٌ صَحِيْحٌ.

Syarat pemotong ialah muslim. (Keterangan: Muslim) juga memasukkan muslimah. Disyaratkan juga pemotongnya bukanlah orang yang buta pada binatang yang tidak mampu dikuasai dalam hal membunuhnya, baik dari perburuan ataupun selainnya. Maka tidaklah halal hasil sembelihan orang buta dengan melepaskan alat pemotong, karena ia tidak memiliki sasaran yang benar.”[1]

Selain syarat penyembelih, yang menjadi pertimbangan adalah cara penyembelihan dan mesin pemotong sebagai alatnya. Syekh Zakaria Al-Anshori menjelaskan dalam kitab Fath Al-Wahhab:

فَالذَّبْحُ قَطْعٌُ حُلْقُوْمٍ وَمَرِيْءٍ…وَ شُرِطَ فِي الْآلَةِ كَوْنُهَا مُحَدَّدَةً بِفَتْحِ الدَّالِ الْمُشَدَّدَةِ أَيْ ذَاتَ حَدٍّ تَجْرَحُ كَحَدِيدٍ أَيْ كَمُحَدَّدِ حَدِيدٍ وَقَصَبٍ وَحَجَرٍ وَرَصَاصٍ وَذَهَبٍ وَفِضَّةٍ إلَّا عَظْمًا كَسِنٍّ وَظُفُرٍ لِخَبَرِ الشَّيْخَيْنِ: ” مَا أَنْهَرَ الدَّمَ وَذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ فَكُلُوهُ لَيْسَ السِّنَّ وَالظُّفُرَ”

Menyembelih adalah memotong saluran nafas (tenggorokan) dan saluran makanan (kerongkongan)…Dan disyaratkan alat pemotongannya harus dalam keadaan tajam yang dapat melukai, seperti pisau dari besi, bambu, batu, peluru tajam, emas, dan perak. Kecuali yang terbuat dari gigi dan kuku, sesuai dengan hadis riwayat Bukhari Muslim: Apapun yang dapat mengalirkan darah (binatang sembelihan) yang bukan terbuat dari gigi dan kuku serta disebutkan ketika disembelih nama Allah Ta’ala, maka makanlah.”[2]

[]wwaAllahu a’lam


[1] Hasyiyah I’anah At-Thalibin, vol. II hal. 392

[2] Fathul Wahhab, vol. II hal. 226-228