Tag Archives: Jombang

Haul Ke-3 KH Abdul Aziz Mansur. “Ngalap Barokah Nang Ngarep Madrasah”

LirboyoNet, Jombang—peringatan haul KH. Abdul Aziz Manshur ke-3 tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Untuk peringatan haul kali ini bersamaan dengan reuni akbar ke-5 ISTANA (Ikatan Santri Tarbiyatunnasyiin) Paculgowang Diwek Jombang.

Acara reuni akbar berlangsung senin siang (5/11/2018), KH. Yahya Sholahuddin selaku ketua ISTANA pusat dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal, diantaranya awal mula terbentuknya ISTANA. “kurang lebih 4 tahun silam, kami bersama teman-teman dipanggil oleh romo yai (KH. Abdul Aziz Manshur) untuk membentuk sebuah organisasi santri-santri Tarbiyatunnasyiin baik yang sudah pulang ataupun yang masih di pondok. Dan beliau pun mengusulkan nama, yang pada hari ini kita pakai yakni ISTANA (Ikatan Santri Tarbiyatunnasyiin)”. tutur beliau.

Berikutnya sambutan atas nama dzuriyah KH. Abdul Mu’id Shohib dalam sambutannya menyampaikan terkait perkembangan Pondok Pesantren dan Madrasah Tarbiyatunnasyiin. Kemudian sambutan dilanjutkan oleh KH. M Shobich Al Muayyad Abdul Aziz pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatunnasyiin, tidak banyak yang beliau sampaikan dan hanya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh alumni yang berkenan hadir dalam acara reuni akbar ISTANA.

Acar reuni akbar ISTANA diakhiri mauidzoh hasanah dan ijazahan oleh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus, beliau pun berpesan kepada para hadirin untuk meneladani sosok KH. Abdul Aziz Manshur yang selama hidupnya selalu mengamalkan ilmu dan mengajarkan ilmu.

Acara haul KH. Abdul Aziz Manshur ke-3 dimulai dengan pembacaan surat yasin dan tahlil yang diimami oleh KH. Masduki Abdurohman pengasuh pondok pesantren Roudlotul Qur’an, Perak. dan do’a oleh KH M Anwar Manshur. Kemudian acara haul dilanjutkan dengan sambutan atas nama keluarga yang diwakili KH. Abdul Hakim Tebuireng. Dalam acara haul kali ini turut hadir pula Menpora RI Dr. H. Imam Nahrawi S.Ag, ketua DPP PKB Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf. Dan acara haul pun diakhiri dengan mauidzotul hasanah KH. Mustofa Bisri.

Gerimis Iringi Haul Kiai Aziz

LirboyoNet, Jombang — Meski diiringi hujan gerimis, haul pertama KH. M. Abdul Aziz Manshur tetap berjalan khidmat. Hujan seolah menjadi pengiring setia, di mana setelah setahun kepergian beliau, warna  sedih akan kehilangan sosok ulama karismatik masih terasa (Baca: Selamat Jalan Kiai). Malam Jumat kemarin (24/11) menjadi pengingat setahun wafatnya KH. M. Abdul Aziz Manshur. Beliau wafat pada tanggal 8 Desember 2015 M, atau bertepatan dengan 26 Shafar 1437 H silam. Haul digelar secara sederhana di Ponpes Tarbiatun Nâsyi-îen, Diwek, Jombang. Ratusan tamu undangan nampak khusyuk melantunkan bacaan Surat Yâsîn dan tahlil. Nampak hadir diantara tamu undangan, Eko Putro Sanjoyo, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, KH. Abd. Halim Iskandar, Ketua DPRD Jawa Timur, serta beberapa habaib dan tokoh kiai.

Dalam sambutan atas nama keluarga, KH. An’im Falahuddin Mahrus mengatakan, “kita semuanya tahu, bahwa KH. Abdul Aziz Manshur juga sebagai orang tua kita, guru kita, beliau yang (berasal) dari pondok pesantren salaf, karena bisa mempraktikkan ilmunya, sehingga kemanfaatan beliau lebih luas. Santrinya tidak hanya menjadi kiai, tapi juga menjadi menteri”. Kiai Aziz memang dikenal sebagai pribadi yang tekun mendidik santri-santrinya. Tak kenal lelah, beliau memperhatikan santri dan mengarahkan mereka agar kelak bisa menjadi tokoh yang berguna. Tentang keberhasilan Kiai Aziz dalam mendidik santri-santrinya, KH. An’im Falahuddin Mahrus  juga menyinggung, “Ini karena keluasan ilmu beliau. (Juga) dalam mempraktikkan ilmu-ilmu beliau. Yang mana (beliau) banyak mengambil manfaat dan berkah dari maqalah-maqalah ulama yang dipraktikkan oleh para pejuang-pejuang ahlu sunnah wal jama’ah”.

Haul juga dihadiri oleh Habib ‘Umar Muthahhar, Semarang. Beliau menyampaikan mau’idhotul hasanah, petuah-petuah dan pesan-pesan. “Ayo, semangat para kiai, utamanya Kiai Aziz yang malam ini kita peringati haulnya yang pertama (dapat kita tiru). Semoga kita semua khususnya para santri dan alumni, saget mewarisi semangat untuk menyebarkan ilmu, menanamkan ilmu, dan mencetak orang-orang yang kelak akan melanjutkan perjuangan. Insya Allah pahalanya  tidak terputus. Terus ilâ yaumil qiyâmah.” Beliau mewanti-wanti, bahwa dalam perjuangan di tengah-tengah masyarakat adalah hal wajar bila timbul banyak cobaan dan ujian. Banyak pihak-pihak yang tidak suka dengan dakwah yang kita perjuangkan. Hal tersebut adalah hal yang lumrah, jangan dijadikan hambatan. “Manakala kau berjuang di masyarakat melanjutkan cita-cita dan tugas almarhum, ilingen bahwa koyo ngono-koyo ngono mesti ada. Tapi sing penting kita berjalan nggenah. Insyaallah nek mlakune nggenah, Gusti Allah akan memberikan perlindungan”.

Beliau juga menambahkan, para penerus perjuangan Kiai Aziz jangan sampai menyerah, sebab Allah akan selalu membantu, “ada masalah apapun insyaallah Allah yang akan menyelesaikan. Asal kita mengikuti wasiat-wasiat, pelajaran almarhum. Dateng putra-putra almarhum, keluarga almarhum, insyaallah kulo yakin dateng prinsipnya. Apa yang selalu diingatkan oleh para sesepuh. Ojo kuatir, al madad biqodri al-masyhad. Pertolongan Allah akan turun sesuai dengan persoalan yang kau hadapi”.

Teruntuk KH. M. Abdul Aziz Manshur, al-fâtihah….

HIMASAL Yaman Gelar Khataman Qur’an

LirboyoNet, Yaman – Tarim, Hadhromaut, Yaman (09/12/2015). Mahasiswa Indonesia, Yaman, Tanzani, Somalia, China, Thailand, Malaysia, menggelar Khatamann Qur’an dan Tahlil bersama atas wafatnya KH. M. Abdul Aziz Manshur, Pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatunnasyi’in, Paculgowang, Jombang, adik KH. Anwar Manshur, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo. Acara yang dipelopori oleh HIMASAL (Himpunan Alumni dan Santri Lirboyo) Cabang Yaman ini bertempat di Aula gedung Fakultas Syari’ah Wal Qonun Universitas Al-Ahgaff Tarim, Hadhromaut, Yaman.

Acara yang dipimpin oleh salah satu dzurriyah Pondok Pesantren MIS, Sarang, Rembang, sekaligus alumni Pondok Lirboyo, Imam Rahmatullah ini turut dihadiri Habib Umar Asseggaf, sebagai ketua Asosiasi Mahasiswa Indonesia (AMI), dan juga ketua Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Yaman, M. Tohirin Shodiq.

Gus Imam Rahmatullah menyampaikan, bahwa dunia pesantren merasa sangat kehilangan dengan meningggalnya kiai yang tawaduk, penuh keteduhan, dan tekun memperjuangkan dunia pesantren.

“Kami para santri khususnya dan seluruh dunia pesantren merasa sangat kehilangan atas wafatnya kiai yang karismatik, tawaduk dan getol memperjuangkan dunia pesantren dengan segenap kemampuan beliau,” tutur Gus Imam Rahmatullah.

Mantan ketua Asosiasi Mahasiswa Indonesia (AMI) periode 2014/2015 ini juga menyatakan bahwasannya kiprah KH. Abdul Aziz Manshur dalam dunia politik bukan karena hasrat untuk menjadi politikus, melainkan atas sebab ingin memperjuangkan cita-cita pesantren.

“Beliau terjun ke ranah politik itu merupakan bentuk pengorbanan beliau untuk memperjuangkan dunia pesantren, bukan karena hasrat duniawi ingin menjadi politikus,” ujar Gus Imam Rahmatullah.

Ketua HIMASAL Yaman, Gus Zadit Taqwa menyampaikan, akan di laksanakan salat ghaib pada tiga titik di Kota Tarim, Hadhromaut, Yaman, pada hari Jum’at (11/12/2015) yaitu pada masjid Jami’ Tarim (tempat salat Jum’at Habib Salim Asyathiry), masjid Raudhoh (tempat salat Jum’at Habib Umar bin Khafidz bin Syekh Abu Bakar) dan masjid Jami’ Aidid.

“Insyaallah kami akan mengkonfirmasi masalah salat ghoib pada takmir di masjid Jami’, masjid Raudhoh, serta masjid Aidid,” terang Gus Zadit Taqwa selaku ketua HIMASAL Yaman.

Agenda Khataman Qur’an di tutup dengan shalat ghoib berjama’ah yang dipimpin langsung oleh ketua HIMASAL Yaman dan dilanjutkan dengan beramah tamah.

(H. R. Badrul/Mohammad Ziq)