Tag Archives: kitab salaf

Mencetak Kitab Amtsilah, Lirboyo Mendapat Restu dari sang Cucu

LirboyoNet, Surabaya—Kitab Al-Amtsilah At-Tashrifiyah adalah salah satu kitab ilmu sharaf yang paling digemari oleh masyarakat pesantren Nusantara. Hampir seluruh pesantren menggunakan kitab ini sebagai kitab wajib untuk mempelajari ilmu sharaf (gramatika Arab). Mayoritas mengakui, ilmu sharaf adalah ilmu yang tidak mudah untuk dipelajari. Ini tak lepas dari kekayaan kosakata bahasa Arab yang sangat luas.

Namun, oleh KH. M. Maksum bin Ali, seorang alim dari Jombang, mampu menyederhanakan rumus ilmu sharaf dalam sejilid kitab mungil itu. Beliau susun secara sistematis, dan disesuaikan dengan kemampuan santri dalam menghafal dan menelaahnya.

Senin (07/05) beberapa santri Pondok Pesantren Lirboyo sowan kepada salah satu cucu beliau, KH. Kikin Abdul Hakim Mahfudz di Surabaya. Santri-santri itu adalah tim Lajnah Ta’lif wan Nasyr Darul Mubtadi-ien (LTN-DM) Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien (MHM). Mereka bermaksud mengetahui secara detail bagaimana kitab ini ditulis dan diajarkan. Karena, akhir-akhir ini banyak ditemukan teks kitab al-amtsilah kurang sesuai dengan teks aslinya.

Dalam momen sowan itu, tim LTN-DM juga mendapatkan izin untuk mencetak dan memperbanyak kitab al-Amtsilah at-Tashrifiyah. Tentu ini sangat disambut gembira oleh Pondok Pesantren Lirboyo. Selain kitab ini adalah kitab wajib dalam kurikulum madrasah, restu yang diberikan ini adalah satu hal yang terpenting dalam keberkahan ilmu yang dipelajari para santri nantinya.][

Tahun Depan, Liburan Jadi Pertengahan Sya’ban

LirboyoNet, Kediri —Selepas Haul & Haflah di malam harinya, Resepsi Pagi Pondok Pesantren Lirboyo & Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien (MHM) dilaksanakan keesokan harinya, Rabu, (25/04) 09.00 Aula Al Muktamar.

Resepsi Pagi adalah momen pertemuan antara pengurus pondok dan madrasah, dengan seluruh santri setelah melaksanakan seluruh agenda pondok dan madrasah. Pagi itu, selain memberitahukan susunan pengurus baru untuk tahun depan, ada beberapa pengumuman penting yang harus diketahui seluruh santri. “Kami harap, para santri teliti dalam memperhatikan pengumuman ini,” tegas Imam Rosikhin, Mudier Dua MHM.

Setelah Pondok Pesantren Lirboyo secara resmi menerapkan pendidikan Ma’had Aly, praktis ada beberapa perubahan administratif menyertainya. Diantaranya adalah perubahan dalam daftar pelajaran tambahan yang diberikan. Yang tak kalah penting adalah informasi terkait masa liburan santri. “Mulai tahun depan, seluruh santri baru diperkenankan pulang tanggal 19 Sya’ban,” imbuhnya.

Acara yang dilaksanakan di Aula Al Muktamar ini juga dirawuhi oleh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus. Beliau menekankan kepada santri untuk terus bertahan dalam menghadapi cobaan-cobaan di pesantren. Beliau juga mengharapkan, cobaan-cobaan itu tidak menjadikan para santri yang telah pulang ke rumah tidak kapok. “Jangan sampai ada alumni yang trauma, tidak mau memondokkan anaknya ke pesantren salaf. Memang alumni kalau sudah di rumah itu jadi apa? Jadi penjahat? Jadi preman? Tidak kan? Mereka jadi tokoh masyarakat, jadi manusia yang bermanfaat. Saya heran kalau sampai tidak memondokkan anaknya ke pesantren salaf.”

Beliau menegaskan, Pesantren Lirboyo itu, walaupun kitab yang diajarkan kuno, tetapi tidak mengurangi samasekali kualitas ilmunya. “Bahkan lebih berkah. (Karena) yang dipelajari masih murni. Kebaikan adalah ketika kita mengikuti apa yang telah digariskan oleh ulama-ulama terdahulu,” terang beliau.

Setelah acara, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, para siswa diperkenankan mengambil rapor nilainya selama setahun mereka belajar di Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien.][