Menjelang pelaksanaan Ujian Madrasah yang berlangsung mulai 02 Rabiul Awal 1448 H./14 Agustus 2026 M., panitia ujian Madrasah Hidayatul Mubtadiin bersama Ma’had Aly Lirboyo menggelar program murajaah bagi seluruh santri.
Latar Belakang Progam Murajaah
Bapak Rifa’i Bachrun, Mudir Madrasah Hidyatul Mubtadiin, menyampaikan: “Program murajaah dilatarbelakangi oleh kebutuhan santri untuk mengulang dan menguatkan kembali materi yang telah para santri pelajari selama setengah tahun pelajaran.”
Karena menjelang ujian, santri tidak hanya membutuhkan tambahan belajar, tetapi juga penguatan terhadap materi-materi yang sebelumnya telah dipelajari agar lebih melekat dan siap mengikuti ujian.
Baca juga: Peringati HUT Ke-81 RI, Ribuan Santri Lirboyo Gelar Upacara Kemerdekaan
Menurut Bapak Rifa’i Bachrun, program murajaah lahir untuk membantu santri mengingat kembali materi pelajaran, memperkuat pemahaman, serta meningkatkan kesiapan mental dan akademik sebelum menghadapi ujian. Selain itu, murajaah diharapkan dapat membentuk kebiasaan belajar yang teratur dan disiplin.
Pembagian Tempat dan Waktu Murajaah
Secara teknis, pelaksanaan murajaah dilakukan dengan memberikan waktu khusus kepada santri untuk mengulang materi sesuai tingkatannya masing-masing, dengan tetap berada di bawah ketentuan dan pengawasan Mustahiq.
Program murajaah dimulai dua minggu sebelum ujian berlangsung, sebagai masa persiapan intensif bagi santri sebelum benar-benar menghadapi Ujian Madrasah. Sedangkan ujian Madrasah akan dilaksanakan selama sembilan hari, terhitung mulai 02 Rabiul Awal 1448 H./14 Agustus 2026 M., dengan malam Jumat dan hari Jumat diliburkan dari jadwal ujian.
Waktu pelaksanaan murajaah sendiri disisipkan pada beberapa sesi kegiatan santri, yakni saat jam sekolah, musyawarah, wajib belajar, dan jam malam.
Adapun tempat pelaksanaannya tidak dibatasi pada satu lokasi saja. Santri dapat melaksanakan murajaah di kelas, serambi masjid, kamar, atau tempat belajar lain yang telah ditentukan dan diperbolehkan oleh pihak madrasah, selama tempat tersebut memungkinkan santri belajar dengan tenang.
Pengawasan Progam Murajaah
Agar program murajaah dapat berjalan tertib dan efektif, Bapak Rifa’i Bachrun menjelaskan bahwa panitia melakukan koordinasi dengan pengurus serta pihak-pihak yang bertanggung jawab di masing-masing sektor atau tingkatan.
Pengawasan ditekankan pada ketertiban, kedisiplinan, serta penggunaan waktu agar murajaah benar-benar digunakan untuk belajar.
Murajaah: Progam yang Menunjang Ujian Santri
Bapak Rifa’i Bachrun menilai program murajaah cukup membantu santri dalam mempersiapkan diri menghadapi ujian. Melalui program ini, santri memperoleh kesempatan untuk melakukan pengulangan materi secara lebih terarah, sehingga dapat mengetahui bagian mana yang sudah dikuasai dan bagian mana yang masih perlu dipelajari kembali.
Baca juga: Pondok Lirboyo Bangun Tempat Khusus Sambangan Santri
“Program ini cukup membantu karena memberikan kesempatan kepada santri untuk melakukan pengulangan secara lebih terarah. Dengan murajaah, santri dapat mengetahui materi yang sudah dikuasai dan materi yang masih perlu dipelajari kembali. Namun, keberhasilannya tentu juga bergantung pada kesungguhan dan kedisiplinan masing-masing santri.” Jelas Bapak Rifa’i Bachrun.
Dengan adanya program ini, Bapak Rifa’i berharap seluruh santri dapat menghadapi ujian dengan sungguh-sungguh, karena keberhasilan dalam ujian terletak pada kesungguhan dan kedisiplinan diri sendiri.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
