Tag Archives: kh. ahmad idris

Do’a agar terhidar dari Su’ul Khatimah

Do’a agar terhidar dari Su’ul Khatimah | KH. Ahmad Idris Marzuqi

Sebaiknya, kita menjadi orang yang Husnudzan. Dengan berhusnudzan, baik itu benar atau salah, kita akan mendapatkan pahala. Berbeda dengan su’udzan, benar mendapat dosa, apalagi tidak benar. Maka sebaiknya jadilah orang yang berhusnudzan saja.

Jangan mudah berprasangka jelek kepada orang lain. Sebab bersangka jelek pada orang lain dapat menimbulkan rasa benci, takabur, dengki, ujub, ria, dan lain sebagainya. Padahal sifat-sifat itu tadi itu menurut Imam Ghazali adalah min asbabi su’il khotimah.

Mengetahui orang yang wafat Su’ul Khatimah

Untuk mengetahui orang yang wafat Su’ul Khotimah dan Khusnul Khatimah, bisa dilihat dari perilakunya. Kalau orang itu pekerjaannya membenci kepada orang lain, atau sering bertengkar dengan orang lain, su’udhan kepada orang lain, berarti itu tanda-tanda dari su’ul khatimah. Naudzubillah min dzalik.

Do’a agar terhidar dari Su’ul Khatimah

Imam Ghazali mengutarakan di dalam kitab Ihya Ulumuddin agar kita terhidar dari su’ul khatimah adalah dengan membaca wiridan setiap ba’da shalat sebanyak tujuh kali. Wiridan tersebut berbunyi:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)”. (QS: Ali Imran: 8)

Lalu oleh imam ghazali untuk supaya kita terhindar dari asbabi suil khatimah di dalam kitab ihya, imam ghazali berkata supaya membaca wiridan setiap ba’da shalat di baca tiga kali. Disuruh untuk membaca rabbana la tuzikh qulubana ba’da idzhadaitana wahablana min ladunka rahmah innaka antal wahhab. Setiap habis shalat dibaca tujuh kali.

Insya Allah dengan kita memohon kepada Allah, kita terhindar dari sebab-sebab su’ul khatimah, termasuk dari sifat takabur, ujub, riya, su’udzan dan lain-lainnya. Mudah-mudahan kita terhindar dari semua itu. Amin ya robbal alamin.[]

baca juga: Prasangka Buruk Salah Satu Penyebab Su’ul khatimah
tonton juga: Kekhususan Membaca Kitab Dalailul Khairat di Zaman Akhir

Kekhususan Membaca Kitab Dalailul Khairat di Zaman Akhir

Kekhususan Membaca Kitab Dalailul Khairat di Zaman Akhir | KH. Ahmad Idris Marzuqi

Rizki bathiniyyah itu rezeki ilmu atau ilmu sirri di dalam hati. Di dalamnya termasuk ilmu laduni atau ilmu apa saja yang memiliki kaitan dengan ilmu hikmah. Ilmu seperti ini kadang-kadang datang sendiri. Ha ini bisa didapatkan melalui membaca kitab Dalailul Khairat.

Keutamaan membaca kitab Dalailul Khairat

Keutamaan membaca kitab ini, bisa memunculkan ide-ide cemerlang yang timbul dari hati, dan hal ini datang dengan sendirinya. Atau kesulitan apa saja bisa ditemukan jalan keluarnya, dan ketika terjadi apa-apa kadang dalam hati lahir fatwa sendiri. “Oh ini tidak baik, ini baik.” Hal ini tidak lain karena barokah sering membaca kitab Dalailiul Khairat.

Dalam hadis ada istilah “istafti qolbaka” (mintalah fatwa pada hatimu).

اسْتَفْتِ قَلْبَكَ وَاسْتَفْتِ نَفْسَكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ الْبِرُّ مَا اطْمَأَنَّتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي النَّفْسِ وَتَرَدَّدَ فِي الصَّدْرِ وَإِنْ أَفْتَاكَ النَّاسُ وَأَفْتَوْكَ

Mintalah fatwa pada hatimu (3x), karena kebaikan adalah yang membuat tenang jiwa dan hatimu. Dan dosa adalah yang membuat bimbang hatimu dan goncang dadamu. Walaupun engkau meminta fatwa pada orang-orang dan mereka memberimu fatwa.(HR. Ahmad no.17545)

Yaitu hati yang bersih, yang murni. Jika dinalar, “masa hati ditanyai?” Hal ini ada keterkaitannya dengan penjelasan yang ada di atas. Yaitu hati yang bersih, hati yang suci, termasuk hati kita orang-orang yang suka membaca shalawat. Itulah ciri khasnya.

baca juga: Kupas Tuntas Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw

Kekhususan membaca kitab Dalailul Khairat di zaman akhir

Dalam situasi zaman akhir seperti zaman sekarang ini, dengan membaca shalawat Dalailul Khairat, kita akan terjaga oleh hati kita sendiri. Pengaruh-pengaruh yang tidak baik, pengaruh-pengaruh yang sesat, sama sekali tidak menyentuh hati kita. Ini keutamaan daripada kita membiasakan membaca Dalailul Khairat.

Jika kita istiqomah mengamalkan kitab tersebut, tidak usah diterangkan, kita akan mengetahui sendiri. “Oh iya ini fadhilah dari membaca kitab Dalailul Khairat.”

Orang yang sudah terbiasa membaca kitab Dalilul Khairat, rezeki tidak pernah lepas. Selalu saja ada rezeki. Di mana rezeki tersebut—min khaitsu la yahtasib (datang dari arah yang tidak disangka-sangka). Inilah fadhilah (keutamaan) daripada membaca kitab Dalailul Khairat.[]

Simak juga: Keutamaan Membaca Dalailul Khoirot | KH. Ahmad Idris Marzuqi
baca juga: Khutbah Jumat: Menyaring Berita, Menjernihkan Suasana