Perhatikan Hal ini Saat Datang dan Berhentinya Haid

Hal-Hal Yang Perlu Kita Perhatikan Saat Datang dan Berhentinya Haid Hal-Hal Yang Perlu Kita Perhatikan Saat Datang dan Berhentinya Haid

Ketika seorang wanita mengalami haid, maka ada kewajiban untuk menghindari hal-hal yang haram ia lakukan saat darah keluar. Selain itu, ada pula ketentuan-ketentuan lain yang hendaknya mendapat perhatian khusus. Di antaranya adalah ketika darah sudah atau belum mencapai minimal haid (24 jam). Kemudian juga kapan darah bisa dihukumi berhenti? Berikut adalah sedikit tulisan mengenai hal-hal yang hendaknya kita perhatikan saat wanita mengalami haid.

Ketika Darah Keluar dan Berhenti

Ketika darah berhenti setelah keluar sampai batas minimal haid (24 jam), maka wanita wajib mandi serta melaksanakan kewajiban ibadahnya. Namun, kalau setelah itu darah keluar lagi, maka ia harus kembali menghindari Hal-Hal yang Haram Wanita Lakukan Saat Haid dan Nifas (1). Hal ini berlaku selama masih dalam masa maksimal haid, yakni 15 hari

Baca juga: Hal-Hal yang Haram Wanita Lakukan Saat Haid dan Nifas (1)

Kemudian, apabila darah yang keluar berhenti sebelum mencapai batas minimal haid (24 jam) maka cukup bagi wanita tersebut untuk membersihkan darah yang keluar. Selanjutnya, ia bisa berwudu apabila hendak melaksanakan aktivitas ibadah. Tidak ada kewajiban mandi.

Selanjutnya, jika ternyata darah masih keluar lagi, dan apabila masa darah pertama dan kedua saat digabung mencapai 24 jam, maka ada kewajiban untuk mandi.

Kapan Darah Berhenti?

Darah hukumnya berhenti ketika seandainya diusap dengan cara memasukkan semacam kapas sudah tidak ada cairan yang memiliki sifat dan warna darah.

Lantas, apa jadinya kalau cairan yang teridentifikasi berwarna kuning atau keruh?

Menanggapi hal ini, ulama berbeda pendapat. Menurut pendapat yang kuat, cairan tersebut hukumnya darah haid sebab warna semacam itu masih tergolong warna darah. Di sisi lain, cairan tersebut keluar dalam masa-masa haid. Sedangkan pendapat yang mengatakan bukan darah haid menganggap bahwa cairan tersebut sudah tidak berwarna darah.

Baca juga: Serba-Serbi Keutamaan Salam

Hal-hal yang Patut Wanita Perhatikan Saat Haid

  • Sunah untuk tidak memotong kuku, rambut, dan abagian lain yang termasuk anggota badan saat haid atau nifas. Hal ini berdasarkan sebuah keterangan yang mengatakan kelak di akhirat anggota badan yang belum suci akan kembali dalam keadaan jinabat.
  • Saat darah sudah berhenti, wanita boleh mulai niat melaksanakan puasa meskipun belum mandi. Sebab, haramnya melaksanakan puasa adalah sebab haid, bukan hadats. Hal ini tentu membedakannya dengan salat. Sebab, yang menjadikan haram melaksanakan salat adalah hadats. Juga tidak sama dengan keharaman bersetubuh saat haid. Sebab hal ini berdasarkan hadits yang secara jelas melarang berhubungan badan sebelum istri bersuci.
  • Sunah bagi wanita yang darah haidnya sudah berhenti dan menghendaki beraktivitas makan, minum, atau tidur untuk berwudu dahulu. Jadi, sebelum melakukan semua itu, hendaknya ia membersihkan farjinya dan berwudu. Apabila ia meninggalkannya, maka hukumnya makruh.
  • Umumnya, saat atau menjelang haid wanita bisa mengalami gangguan kesehatan. Seperti pegal-pegal, lemah, lesu, perut terasa sakit atau mulas, mudah emosi, dan semacamnya. Hal ini merupakan dampak keluarnya darah dan akan berhenti saat haid selesai. Tak jarang juga yang hanya terjadi sekejap saja.

Baca juga: Doa Ketika Sulit Mencari Nafkah, Arab, Latin, dan Terjemahnya

Perhatian Penuh Saat Keluar Darah

Dengan demikian, menandai waktu keluar dan berhentinya haid menjadi sangat penting. Juga memperhatikan sifat dan warnanya. Lebih-lebih lagi kala seorang perempuan mengalami istihadoh. Sebab, hal ini sangat berkaitan dengan penghitungan ketentuan darah haid serta jumlah salat dan puasa yang harus qodho’.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses